Perkuat Sistem Deteksi Kecurangan, DOKU dan Dukcapil Bersinergi

Perkuat Sistem Deteksi Kecurangan, DOKU dan Dukcapil Bersinergi


Diungkapkan Himelda Renuat, Chief Marketing Officer DOKU, ”Integrasi DOKU dengan Dukcapil semakin mempertajam kinerja sistem pendeteksi kecurangan yang telah DOKU miliki selama ini, di mana sistem tersebut terkoneksi dengan databasefraud berusia 10 tahun dan berbasis machine learning.”

Menurutnya, masyarakat Indonesia dengan keberagaman karakter, memiliki profil yang khas. Perekaman data ganda bukanlah hal yang aneh dan sering terjadi sebelum adanya sentralisasi data. “Kini, dengan adanya Dukcapil, data menjadi semakin akurat dan sistematis. Hal inilah yang melatarbelakangi kerja sama DOKU dengan Dukcapil,” kata Himelda di sela-sela press conference yang digelar hari ini (11/1) di kantor DOKU di Jakarta.

Sebelum kerja sama dengan Dukcapil, diakuinya, selama ini DOKU telah menjalankan proses verifikasi berlapis untuk memastikan segala bentuk kecurangan dapat termitigasi dengan baik. DOKU menggabungkan kekuatan Artificial Intelligence (AI) dan kejelian tim pendeteksi kecurangan yang terampil menganalisis setiap kegiatan keuangan dari merchant dan pengguna DOKU e-Wallet.

Sementara itu, kerja sama DOKU dengan Dukcapil, nantinya akan memanfaatkan nomor induk kependudukan, data kependudukan dan e-KTP, sampai dengan data biometrik. “Pemanfaatan data yang dimiliki Dukcapil ini akan efektif memangkas waktu dan meningkatkan akurasi pengecekan data yang dilakukan oleh tim pendeteksi kecurangan DOKU,” yakinnya.

Ditambahkan Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh SH., MH., Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, akurasi data penduduk memegang peranan penting ketika proses verifikasi berlangsung. “Itu sebabnya, Dukcapil terus berupaya untuk melakukan sentralisasi data penduduk Indonesia melalui program one data policy. Kerja sama antara DOKU dan Dukcapil merupakan salah satu contoh sinergi data yang mumpuni untuk menciptakan sistem deteksi yang tajam dan cepat,” tuturnya.

Selama 12 tahun kehadirannya di Indonesia, dipaparkan Himelda, DOKU telah digunakan oleh lebih dari 80,000 pemilik usaha, mulai dari segmen korporat hingga personal seller. Portfolio layanan korporat DOKU juga semakin lengkap dengan diperolehnya ijin remittance yang memampukan DOKU untuk memberikan layanan transfer domestik dan internasional.

“DOKU juga memiliki layanan dompet elektronik yang berfungsi ganda, yaitu sebagai alat pembayaran online/offline dan juga dapat menjadi moda awal untuk konsumen yang ingin memulai usaha mikronya. Saat ini, DOKU e-Wallet telah digunakan oleh lebih dari 2,5 juta pengguna dan juga beberapa co-brand komunitas yang sebagian besar bermukim di area Jabodetabek,” tutup Himelda.

 

Berita ini sudah tayang di Mix.co.id




<< Go back to the previous page