Sri Wahyuni: Otot Baja, Jiwa Tetap Perempuan!

  • Diterbitkan : Kamis, 30 Maret 2017 |
  • Diposting oleh : DOKU |
  • Kategori : Promo DOKU

Ingatkah dengan peraih medali perak angkat besi Olimpiade Rio de Janeiro 2016? Ya, Sri Wahyuni perempuan dahsyat yang membawa harum nama Indonesia, Ia berhasil memboyong medali perak pertama Indonesia dengan total angkatan 192 kilogram. Yuni begitu Ia disapa, selalu memberikan kemampuannya terus terasah sejak merebut medali emas Islamic Solidarity Games 2013 di Palembang, Ia semakin membuktikan kemampuannya dengan merebut emas di SEA Games Myanmar di tahun yang sama.

Dalam perjalanannya membawa harum nama Indonesia, yuni juga sempat mengalami kerikil-kerikil tajam, Ia sempat dipertimbangkan untuk tidak masuk olimpiade 2016 setelh mengalami kekalahan Kejuaraan Dunia 2015 di Houston, Texas, Amerika Serikat. Tapi, menilai potensi perempuan dahsyat ini PABBSI berusaha memperbaiki kendala kepelatihan yang dialami oleh Yuni. Hal ini dikarenakan potensi dan prestasi Yuni yang patut dipertahankan, setelah merebut dua emas dan satu perak di Kejuaraan Dunia Junior Angkat Besi di Rusia, Juni 2014 lalu. Kemudian pada September 2014, giliran medali perak Asian Games yang ditambahkannya ke dalam koleksi. Hingga akhirnya Ia menggigi di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dengan meraih medali perak.

Banyak yang mengatakan bahwa penampilan dan potensi mengangkat besi Yuni sangat luar biasa dan pantas menduduki peringkat kedua dunia saat ini. Kemenangan perempuan yang masih tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta, dalam meraih medali perakpun disambut antusias oleh teman-teman kuliahnya. Siapa yang menyangka bahwa di balik kekuatannya sebagai lifter, Ia ternyata jauh dari kesan tomboy, teman-temannya mengatakan bahwa Yuni dalam penampilannya pada saat kuliah selalu dengan riasan. Bahkan, Yuni pun mengakui kalau dirinya ternyata memang gemar bersolek. Tak jarang dirinya mengeksplorasi bakatnya merias wajah kepada teman-temannya.

Dibalik ototnya yang kuat, Yuni tetaplah seorang perempuan, gemar bersolek adalah bakat lain yang dimilikinya, otot baja, jiwa tetap perempuan. Perempuan dahsyat memang bukan hanya memiliki kemampuan, tapi tidak juga melupakan hakikatnya sebagai perempuan, tidak harus berias juga, setiap perempuan tentunya memiliki bakat lain yang tak kalah membanggakan.

Dalam hidup ini tentunya kita memiliki perempuan yang menginspirasi. Nah,  buat Sobat DOKU yang ingin berbagi cerita tentang perempuan yang menginspirasi, DOKU mengadakan kuis #CeritaPEDASku, berhadiah jutaan rupiah lho, mau tau syarat dan ketentuannya cek di sini. Jangan lupa sebelumnya download aplikasinya dulu di sini.




Diterbitkan : DOKU Admin



Komentar



Tinggalkan Balasan













  • TEMUKAN KAMI DI