Butet Manurung: Buah Manis Perjuangan di Tengah Masyarakat Rimba

  • Diterbitkan : Selasa, 28 Maret 2017 |
  • Diposting oleh : DOKU |
  • Kategori : Promo DOKU

Sokola Rimba, masih ingatkah dengan buku dan film yang sangat menginspirasi kita semua? Di balik kesuksesan Sokola Rimba ada perempuan hebat pejuang pendidikan. Ia adalah Saur Marlina Manurung yang kita kenal sebagai Butet Manurung, seorang antropolog yang menjadi pendobrak pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di negara kita tercinta, Indonesia.

Kita semua tentunya tahu bahwa pendidikan merupakan aspek penting yang harus kita genggam, meskipun tidak semua orang beruntung untuk megenyang bangku sekolah, apalagi bagi mereka ang hidup di pedalaman. Hal tersebut yang mendasari Butet Manurung untuk memulai niatnya. Di tahun 2003, Ia mengawali langkahnya di Taman Nasional Bukit Dua Belas, Jambi diantara orang-orang rimba (Suku Kubu). Berawal dari iklan yang Ia temukan, dimana dalam iklan tersebut dijelaskan bahwa sedang dibutuhkan fasilitator pendidikan alternatif bagi suku asli orang Jambi, dari sinilah Ia tergugah untuk mengabdikan dirinya untuk suku asli pedalaman tersebut.

Bukan hal mudah bagi Butet berjuang agar bisa mengajar di lingkungan orang rimba. Perlu waktu sekitar tujuh bulan untuk benar-benar bisa mengajar, sebelumnya Ia harus melakukan riset seputar kehidupan orang rimba. Tak berhenti di situ, saat Ia mulai bisa benar-benar mengajar, banyak penolakan yang dilontarkan oleh masyarakat rimba, karena mereka berpersepsi bahwa pendidikan adalah budaya luar dan bukan budaya orang rimba. Tapi dengan semangat, kesabaran tanpa putus asanya membuat masyarakat rimba meyakini, bahwa dengan pendidikan bisa melindungi mereka dari kejamnya dunia luar.

Tidak  ada meja, kursi, ataupun ruangan sekolah, Sokola Rimba hanya berbentuk dangau kecil tak berdinding dan berpindah-pindah. Sistem belajar yang diterapkan perempuan dahsyat ini sangatlah berbeda dan menginsiprasi, tak heran jika Butet Manurung mendapatkan penghargaan dari majalah time sebagai "Heroes of Asia Award 2004". Tak hanya membaca dan menulis saja yang Ia ajarkan kepada anak-anak rimba, Butet juga menerapkan pola pendidikan advance, pendidikan seputar pengetahuan dunia luar, life skill dan juga pengenalan tentang organisasi. Hal ini diajarkan agar mereka menjadi mediator ketika mereka semua berhadapan dengan dunia luar, yang terpenting agar mereka tidak mudah tereksploitasi.

Berkat kegigihannya Sokola Rimba ini juga diterapkan pula di berbagai tempat terpencil lainnya di Indonesia, seperti di Halmahera dan Flores. Bahkan pemerintah akan mengadopsi sistem ini pada masyarakat dengan kondisi khusus.

Ternyata banyak sekali ya, perempuan dahsyat di Indonesia yang menginspirasi dari berbagai profesi, tapi merubah dunia. Ngomong-ngomong soal perempuan dahsyat yang menginspirasi, DOKU lagi ngadain kuis #CeritaPEDASku nih, Sobat DOKU. Tentunya pada punya sosok perempuan yang menginspirasi kan buat Sobat DOKU? Buruan ikutan, caranya gampang banget, Sobat DOKU cukup membaca ketentuannya di sini,terus ikuti kuisnya buat menangin jutaan rupiah. Eits, tapi jangan lupa download dulu aplikasinya di sini ya, Sobat DOKU




Diterbitkan : DOKU Admin



Komentar



Tinggalkan Balasan













  • TEMUKAN KAMI DI