Key Takeaways:
- Ekonomi hijau mendorong pertumbuhan ekonomi dengan penggunaan sumber daya yang lebih efisien dan dampak lingkungan yang lebih rendah.
- Bagi pelaku bisnis, penerapan ekonomi hijau dapat berkaitan dengan efisiensi operasional, perubahan preferensi konsumen, reputasi, hingga peluang inovasi.
- Bisnis tidak harus melakukan perubahan besar sekaligus. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan kertas, mengoptimalkan sumber daya, dan melakukan digitalisasi dapat menjadi titik awal.
Bisnis yang efisien tidak hanya soal menjual lebih banyak, tetapi juga soal menggunakan sumber daya dengan lebih bijak. Di sinilah ekonomi hijau mulai memiliki relevansi bagi pelaku bisnis.
Penggunaan energi, bahan baku, kemasan, distribusi, hingga proses transaksi merupakan bagian dari aktivitas bisnis yang membutuhkan sumber daya. Ketika dikelola dengan lebih efisien, langkah tersebut bukan hanya dapat membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung operasional bisnis.
Lantas, bagaimana ekonomi hijau dapat memberikan dampak bagi pelaku bisnis?
Seperti Apa Ekonomi Hijau dalam Praktik Bisnis?
Sederhananya, ekonomi hijau adalah pendekatan ekonomi yang berupaya mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan serta efisiensi penggunaan sumber daya.
Konsep ini mendorong kegiatan ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga mempertimbangkan penggunaan sumber daya secara lebih bertanggung jawab.
Dalam konteks bisnis, penerapannya dapat terlihat dari berbagai aktivitas, seperti:
- mengurangi penggunaan bahan yang tidak diperlukan & limbah
- menghemat energi
- menggunakan kemasan eco-friendly
- memanfaatkan teknologi untuk mendukung operasional lebih efisien & paperless
Dengan begitu, ekonomi hijau tidak selalu berarti bisnis harus mengubah seluruh model bisnisnya. Prinsipnya dapat diterapkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing bisnis.
Baca juga: Green Pantry: Rahasia DOKU Bangun Corporate Sustainability dari Hal Kecil
Mengapa Ekonomi Hijau Relevan bagi Pelaku Bisnis?
Perubahan menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan bukan hanya berkaitan dengan dampak lingkungan. Ada beberapa aspek bisnis yang turut berpengaruh, antara lain:
1. Mendorong Efisiensi Operasional
Penggunaan sumber daya secara berlebihan dapat meningkatkan pemborosan dan biaya operasional. Karena itu, salah satu langkah menuju ekonomi hijau adalah mengevaluasi bagaimana bisnis menggunakan energi, air, bahan baku, kemasan, hingga sumber daya lainnya.
Misalnya, bisnis F&B dapat mengevaluasi penggunaan bahan makanan untuk mengurangi food waste. Sementara bisnis retail dapat mengurangi penggunaan material kemasan yang tidak diperlukan.
Langkah tersebut memiliki dua manfaat sekaligus yaitu mengurangi pemborosan sumber daya dan membantu bisnis menjalankan operasional secara lebih efisien.
2. Adaptasi sesuai Perubahan Preferensi Konsumen
Sustainability juga semakin menjadi bagian dari pertimbangan konsumen ketika memilih produk atau jasa.
Anda perlu melihat perubahan ini sebagai peluang untuk memahami kebutuhan pelanggan. Misalnya, bisnis dapat menawarkan pilihan kemasan yang lebih berkelanjutan atau mengurangi penggunaan material sekali pakai.
Namun, penting bagi bisnis untuk memastikan bahwa praktik tersebut benar-benar diterapkan. Komunikasi mengenai sustainability sebaiknya didukung oleh langkah nyata agar tidak berhenti sebagai klaim pemasaran.
3. Memperkuat Reputasi Brand
Cara sebuah bisnis memperlakukan lingkungan dapat menjadi bagian dari persepsi pelanggan terhadap brand.
Ketika bisnis memiliki praktik yang konsisten, transparan, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan, upaya tersebut dapat membantu membangun citra brand yang lebih positif.
Meski demikian, sustainability sebaiknya tidak diposisikan hanya sebagai strategi branding. Praktik yang dilakukan perlu memiliki manfaat nyata bagi operasional dan lingkungan.
4. Membuka Ruang untuk Inovasi
Ekonomi hijau juga dapat mendorong bisnis mencari cara baru untuk menghasilkan produk dan menjalankan operasional.
Contohnya, bisnis dapat mengembangkan produk dengan material yang lebih berkelanjutan, menerapkan sistem refill atau reuse, mengurangi limbah produksi, atau mencari model distribusi yang lebih efisien. Dengan demikian, prinsip keberlanjutan dapat menjadi pemicu inovasi.
5. Membantu Bisnis Lebih Siap Menghadapi Perubahan
Tuntutan terhadap praktik bisnis yang lebih berkelanjutan dapat terus berkembang, baik dari konsumen, mitra bisnis, maupun regulasi.
Bisnis yang mulai mengevaluasi penggunaan sumber daya dan dampak operasional sejak awal akan memiliki ruang lebih besar untuk beradaptasi ketika tuntutan tersebut semakin meningkat.
Artinya, penerapan ekonomi hijau dapat menjadi bagian dari upaya bisnis mempersiapkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.
Peran Digitalisasi dalam Mendukung Ekonomi Hijau
Mengurangi penggunaan kertas mungkin terlihat seperti langkah kecil. Namun, ketika proses administrasi, transaksi, dan operasional bisnis beralih ke sistem digital, dampaknya bisa jauh lebih besar. Bisnis tidak hanya mengurangi penggunaan sumber daya fisik, tetapi juga dapat memangkas proses manual dan membuat pekerjaan berjalan lebih efisien.
Digitalisasi memungkinkan berbagai aktivitas bisnis terintegrasi dalam satu sistem. Invoice, pencatatan transaksi, administrasi, hingga pembayaran dapat dilakukan secara digital sehingga bisnis tidak perlu bergantung pada dokumen fisik atau proses yang berulang.
Dalam proses pembayaran, misalnya, pembayaran digital memungkinkan transaksi diproses dan tercatat secara otomatis dalam sistem. Data transaksi tersebut juga dapat membantu bisnis melihat pola pembayaran dan penjualan pelanggan, sehingga keputusan operasional dapat dibuat berdasarkan data yang tersedia.
Manfaatnya pun tidak berhenti pada pengurangan penggunaan kertas. Semakin sedikit proses manual yang harus dilakukan, semakin banyak waktu dan sumber daya yang dapat dialihkan ke aktivitas yang lebih produktif. Proses yang terintegrasi juga membantu bisnis bekerja lebih cepat, mengurangi pekerjaan berulang, dan membuat penggunaan sumber daya lebih terukur.
Dengan begitu, digitalisasi dapat menjadi salah satu enabler bagi bisnis untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau, bukan hanya dengan mengurangi penggunaan sumber daya, tetapi juga dengan membangun operasional yang lebih efisien.
Baca juga: 7 Contoh Sustainability yang Simpel dan Realistis bagi Bisnis
DOKU Mendukung Digitalisasi Pembayaran Bisnis
Bagi bisnis yang ingin mengoptimalkan proses pembayaran secara digital, DOKU menyediakan solusi payment gateway yang memungkinkan bisnis menerima berbagai metode pembayaran dalam satu integrasi. Mulai dari kartu, virtual account, e-wallet, QRIS, PayLater hingga convenience store dapat diterima melalui satu solusi pembayaran.
Dengan proses pembayaran yang terintegrasi secara digital, bisnis dapat mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus mempermudah pencatatan transaksi. Hal ini dapat membantu bisnis mengelola pembayaran dengan lebih praktis dan memusatkan perhatian pada aktivitas yang mendukung pertumbuhan usaha.
Pada akhirnya, penerapan ekonomi hijau dalam bisnis tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Digitalisasi pembayaran dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk membuat proses bisnis lebih efisien, terintegrasi, dan minim proses manual.
