Key Takeaways
- Studio pilates semakin diminati, menjadikannya salah satu peluang bisnis wellness yang menjanjikan di Indonesia.
- Pengalaman booking kelas pilates studio kini menjadi faktor penting yang mempengaruhi kepuasan pelanggan dan tingkat konversi reservasi.
- Sistem pembayaran untuk studio pilates yang terintegrasi dapat membantu bisnis menerima pembayaran lebih mudah dan mengurangi risiko booking yang tidak terselesaikan.
Jika diperhatikan, studio pilates mulai menjamur dan semakin mudah ditemukan, mulai dari kawasan bisnis hingga area residensial premium. Pertumbuhan tersebut terlihat dari semakin banyaknya studio pilates di Indonesia. Hingga Mei 2026, PoiData.io mencatat ada sekitar 545 studio pilates di Indonesia, dengan konsentrasi terbesar berada di Jakarta (175 studio) dan Bali (83 studio). Bahkan, Jakarta menyumbang sekitar 32% dari total studio pilates di Indonesia. Dominasi Jakarta menunjukkan tingginya minat masyarakat urban terhadap layanan wellness yang lebih personal seperti pilates.
Pertumbuhan minat terhadap pilates juga mencerminkan perubahan perilaku konsumen. Semakin banyak masyarakat yang berinvestasi pada kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas yang menawarkan pengalaman lebih personal. Bagi pelaku bisnis, perkembangan ini membuka peluang yang menarik sekaligus menghadirkan ekspektasi baru dari pelanggan. Ini artinya, sebagai pemilik studio pilates, pengalaman sebelum kelas dimulai, yaitu proses booking dan pembayaran sama pentingnya dengan kualitas instruktur di dalam ruangan.
Mengapa Booking Kelas Pilates Tidak Selalu Berujung pada Transaksi?

Banyak studio pilates berinvestasi pada instruktur bersertifikasi, peralatan berkualitas, hingga desain studio yang nyaman dan menarik. Namun, ada satu aspek yang sering luput dari perhatian: pengalaman pembayaran pelanggan.
Padahal, keputusan pelanggan untuk menyelesaikan reservasi tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas kelas yang ditawarkan. Proses pembayaran yang rumit, pilihan metode pembayaran yang terbatas, atau langkah checkout yang terlalu panjang dapat menjadi alasan pelanggan membatalkan transaksi sebelum reservasi berhasil dikonfirmasi.
Fenomena ini dikenal sebagai cart abandonment, bahkan menurut riset baymard, 7 dari 10 calon pelanggan sudah memasukkan produk atau layanan ke keranjang atau tahap checkout tidak menyelesaikan transaksi. Dalam bisnis berbasis reservasi seperti studio pilates, kondisi ini dapat berdampak langsung pada jumlah booking yang berhasil dikonversi menjadi pendapatan.
Hambatan dalam Proses Booking Kelas Pilates dan Cara Mengatasinya

1. Tantangan: Pilihan Pembayaran Terbatas
Saat melakukan booking kelas pilates, pelanggan ingin menggunakan metode pembayaran yang paling praktis bagi mereka. Ketika opsi pembayaran yang tersedia terbatas, sebagian pelanggan dapat menunda atau bahkan membatalkan transaksi.
💡Solusi: Metode pembayaran yang beragam dalam satu integrasi, mulai dari QRIS, e-wallet, virtual account, hingga kartu kredit dan debit dapat memberikan fleksibilitas pembayaran bagi pelanggan sesuai preferensinya.
2. Tantangan: Integrasi Pembayaran Digital Kompleks
Tidak semua bisnis memiliki tim teknis khusus untuk membangun dan mengelola sistem pembayaran sendiri. Proses integrasi yang kompleks sering kali membuat implementasi pembayaran digital menjadi lebih lama dari yang direncanakan.
💡Solusi: DOKU Checkout menyediakan halaman pembayaran siap pakai yang dapat membantu bisnis mengimplementasikan sistem pembayaran dengan lebih cepat dan efisien, sehingga bisnis dapat segera menerima pembayaran tanpa proses pengembangan yang panjang.
3. Tantangan: Proses Checkout Tidak Seamless Mengurungkan Transaksi
Setiap langkah tambahan dalam proses pembayaran berpotensi menambah friksi dalam customer journey. Ketika proses checkout terasa rumit atau memakan waktu, peluang terjadinya incomplete booking menjadi lebih besar.
💡Solusi: DOKU Checkout menghadirkan pengalaman pembayaran yang sederhana dan intuitif sehingga pelanggan dapat menyelesaikan transaksi dengan lebih nyaman. Dengan proses checkout yang lebih seamless, bisnis dapat membantu meningkatkan peluang reservasi terselesaikan hingga tahap pembayaran.
3 Hal yang Sering Terlewat Saat Mengembangkan Bisnis Pilates Studio

1. Pelanggan ‘Menilai’ Studio Anda Sebelum Masuk ke Kelas
Selain studio berfasilitas lengkap, pengalaman booking sering kali menjadi kesan saat memilih studio pilates. Jika proses reservasi terasa rumit misalnya seperti data Baymard, pelanggan meninggalkan checkout karena dipaksa membuat akun terlebih dahulu (19%), sehingga mereka bukan tidak mungkin bisa berpindah ke studio lain bahkan sebelum mencoba kelas pertama.
2. Preferensi Metode Pembayaran Pelanggan Berbeda-beda
Tidak semua pelanggan ingin membayar dengan cara yang sama. Semakin banyak opsi pembayaran yang tersedia, semakin kecil kemungkinan transaksi berhenti di tengah jalan.
3. Bisnis Tumbuh bersama Sistem Andal
Mengelola puluhan booking berbeda dengan mengelola ratusan booking setiap bulan. Karena itu, penggunaan teknologi yang tepat sejak awal dapat membantu bisnis berkembang tanpa menambah kerumitan operasional.
Ingin menghadirkan pengalaman booking yang lebih seamless untuk pelanggan? DOKU Checkout mendukung bisnis menerima pembayaran melalui berbagai metode pembayaran populer tanpa integrasi yang rumit, sehingga pelanggan dapat menyelesaikan reservasi dengan lebih mudah dan nyaman.
