Key Takeaways
- Sustainable packaging adalah kemasan yang dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sepanjang siklus hidupnya yang bisa jadi pilihan bagi bisnis modern.
- Jenis Sustainable packaging pun beragam, mulai dari recycled, biodegradable, compostable, bahan alami terbarukan, hingga reusable packaging.
- Didukung solusi pembayaran digital dari DOKU, bisnis dapat melengkapi strategi sustainability dengan pengalaman transaksi yang lebih praktis, cashless, dan efisien.
Packaging atau kemasan dulu sering dianggap hanya sebagai pelindung produk selama proses distribusi. Kini perannya jauh lebih besar. Packaging menjadi bagian dari identitas brand, media komunikasi dengan pelanggan, hingga representasi komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.
Perubahan perilaku konsumen juga ikut mendorong tren ini. Semakin banyak pelanggan yang mempertimbangkan aspek lingkungan sebelum membeli suatu produk. Tidak sedikit yang rela memilih merek dengan kemasan yang lebih ramah lingkungan dibanding alternatif yang menghasilkan lebih banyak limbah.
Faktanya, sekitar 20% sampah nasional berasal dari plastik, sementara sekitar 11% berasal dari kertas dan karton (Data Indikatif Neraca Sampah Nasional Badan Pengendalian Lingkungan Hidup 2025). Angka tersebut menunjukkan bahwa kemasan masih menjadi salah satu kontributor utama limbah yang dihasilkan setiap hari.
Bagi pelaku bisnis, kondisi ini menjadi peluang untuk mulai mengevaluasi jenis kemasan yang digunakan. Mengadopsi sustainable packaging bisa menjadi pilihan dan bagian dari strategi bisnis yang lebih bertanggung jawab sekaligus meningkatkan daya saing di pasar.
Apa itu Sustainable Packaging?
Sustainable packaging adalah kemasan yang dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan sepanjang siklus hidupnya, mulai dari proses produksi, penggunaan, hingga pembuangan atau daur ulang.
Kemasan ini umumnya menggunakan bahan yang dapat didaur ulang, digunakan kembali, atau terurai secara alami, sehingga membantu mengurangi limbah dan penggunaan sumber daya.
Bagi bisnis, sustainable packaging menjadi salah satu langkah untuk mendukung praktik bisnis yang lebih berkelanjutan sekaligus memenuhi meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan.
Baca Juga: 7 Contoh Sustainability yang Simpel dan Realistis bagi Bisnis
5 Jenis Sustainable Packaging untuk Bisnis
Setiap bisnis memiliki kebutuhan kemasan yang berbeda, tergantung jenis produk, proses distribusi, hingga target pelanggan. Kini ada berbagai pilihan sustainable packaging yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Berikut beberapa jenis kemasan ramah lingkungan yang banyak digunakan oleh bisnis.
1. Recycled Material Packaging

Kemasan berbahan daur ulang menjadi salah satu pilihan yang paling mudah diadopsi karena tersedia luas di pasaran dan relatif mudah diperoleh dari supplier lokal.
Beberapa material yang umum digunakan meliputi:
- Kertas kraft daur ulang
- Kardus post-consumer recycled
- Plastik rPET hasil daur ulang
Selain membantu mengurangi penggunaan bahan baku baru, jenis kemasan ini juga tetap memiliki daya tahan yang baik untuk berbagai kebutuhan bisnis.
Cocok untuk:
- F&B
- Fashion
- E-commerce
- Kosmetik
2. Kemasan Biodegradable

Kemasan biodegradable dibuat dari bahan alami yang dapat terurai secara hayati tanpa meninggalkan residu berbahaya bagi lingkungan.
Material yang banyak digunakan antara lain:
- Bioplastik berbahan pati singkong
- Pati jagung (cornstarch)
- PLA (Polylactic Acid)
- Bagasse (ampas tebu)
Jenis kemasan ini menjadi alternatif yang semakin populer untuk menggantikan plastik sekali pakai, khususnya pada industri makanan dan minuman.
Cocok untuk:
- F&B (Produk makanan rumahan, Catering, Cloud kitchen,dll)
3. Kemasan Compostable

Sekilas mirip dengan biodegradable, tetapi compostable packaging memiliki standar yang lebih spesifik. Kemasan ini dirancang agar dapat terurai menjadi kompos dalam kondisi tertentu tanpa menghasilkan zat berbahaya.
Beberapa produk bahkan telah memenuhi sertifikasi internasional seperti EN 13432 atau ASTM D6400, yang menunjukkan bahwa material tersebut telah melalui pengujian terkait kemampuan terurai menjadi kompos.
Jenis kemasan ini banyak dipilih oleh bisnis yang ingin memperkuat positioning sebagai brand yang peduli terhadap keberlanjutan.
Cocok untuk:
- Brand premium
- Bisnis dengan eco-positioning yang kuat
4. Kemasan dari Bahan Alami Terbarukan

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kemasan ramah lingkungan.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Bambu
- Rotan
- Daun atau pelepah pisang
Selain memiliki nilai estetika yang khas, penggunaan material alami juga dapat memperkuat identitas lokal sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya yang dapat diperbarui.
Cocok untuk:
- Produk artisan
- Oleh-oleh
- Agribisnis
5. Kemasan Minimalis dan Reusable

Tidak semua inovasi kemasan harus menggunakan material baru. Dalam banyak kasus, solusi yang paling berkelanjutan justru berasal dari desain kemasan yang lebih sederhana dan dapat digunakan kembali.
Contohnya meliputi:
- Mengurangi penggunaan lapisan kemasan yang tidak diperlukan
- Sistem isi ulang (refill)
- Botol atau wadah yang dapat digunakan kembali
- Kemasan multifungsi
Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi limbah, tetapi juga berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan material dalam jangka panjang.
Cocok untuk:
- Kecantikan
- Personal care
- Minuman
Beralih ke Sustainable Packaging? Perhatikan Hal Ini
Sebelum beralih ke sustainable packaging, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kemasan tetap dapat melindungi produk sekaligus mendukung operasional bisnis.
- Jenis Produk
Pilih kemasan yang sesuai dengan karakteristik produk, seperti makanan, minuman, kosmetik, atau produk elektronik.
- Ketahanan Kemasan
Pastikan kemasan mampu melindungi produk selama proses pengiriman agar kualitasnya tetap terjaga.
- Biaya Produksi
Pertimbangkan biaya penggunaan sustainable packaging dan sesuaikan dengan budget serta strategi bisnis.
- Target Pasar
Pahami preferensi pelanggan. Bagi sebagian konsumen, kemasan ramah lingkungan dapat menjadi nilai tambah dalam keputusan pembelian.
- Ketersediaan Supplier
Pilih pemasok yang mampu menyediakan material secara konsisten agar operasional bisnis tidak terganggu.
- Kemudahan Distribusi & Penyimpanan
Perhatikan ukuran, bobot, dan desain kemasan agar proses penyimpanan maupun pengiriman tetap efisien.
Baca juga: Green Pantry: Rahasia DOKU Bangun Corporate Sustainability dari Hal Kecil
Lengkapi Sustainable Packaging dengan Pengalaman Pembayaran Terbaik

Kemasan ramah lingkungan bukan hanya mencerminkan komitmen bisnis terhadap keberlanjutan, tetapi juga menjadi bagian dari customer experience. Kini, pelanggan tidak hanya menilai kualitas produk, tetapi juga keseluruhan pengalaman saat bertransaksi, mulai dari kemasan yang digunakan hingga proses checkout yang cepat dan praktis.
Pengalaman pelanggan kini identik dengan proses yang serba digital dan praktis. Mulai dari beragam pilihan pembayaran cashless, interaksi digital yang mudah, proses checkout yang cepat, hingga penggunaan dokumen fisik yang lebih sedikit. Ketika pengalaman tersebut dipadukan dengan kemasan yang lebih berkelanjutan, bisnis dapat memberikan nilai tambah yang sesuai dengan ekspektasi konsumen saat ini.
Untuk mewujudkannya, bisnis memerlukan sistem pembayaran yang mampu mendukung pengalaman transaksi yang cepat sekaligus mempermudah pengelolaan operasional. Sebagai perusahaan fintech pembayaran, DOKU menyediakan berbagai metode pembayaran digital dalam satu integrasi, mulai dari QRIS, Virtual Account, kartu debit dan kredit, e-wallet, hingga paylater. Dengan begitu, bisnis dapat menghadirkan pengalaman checkout yang lebih praktis bagi pelanggan, menyederhanakan proses transaksi, serta mendukung operasional yang lebih efisien melalui digitalisasi pembayaran.
