Hard Selling: Kelebihan, Kekurangan, dan Contohnya

hard selling adalah
Table of Contents

Hard selling adalah metode pemasaran yang cocok diterapkan oleh bidang bisnis tertentu. Cari tahu contoh hard selling dan kapan waktu yang tepat menggunakannya.

Pernahkah kamu didatangi seorang sales dan ditawari produk secara terang-terangan? Tidak jarang kamu akan tetap diikuti meski telah menolak penawaran tersebut. Nah, teknik pemasaran seperti ini disebut hard selling

Ada banyak cara yang bisa dipakai untuk memasarkan suatu produk atau bisnis, soft selling dan hard selling adalah dua metode yang paling populer. Meski keduanya punya tujuan yang sama, tetapi masing-masing menawarkan fungsi yang berbeda.

Meski hard selling terkesan lebih “memaksa” bila dibandingkan soft selling, pendekatan langsung kepada calon konsumen rupanya bisa membangkitkan rasa penasaran dan mendorong mereka untuk langsung membeli saat itu juga. Kapan kamu membutuhkan hard selling? Simak ulasannya berikut.

Read More: Apa Itu ERP dan Mengapa Penting bagi Perusahaan?

Penjelasan Hardselling

Teknik pemasaran yang dikenal sebagai hard selling melibatkan pendekatan langsung pada konsumen dengan bahasa yang jelas dan terang-terangan alias to the point. Dalam hal ini, penjual akan secara langsung menawarkan produk, menjelaskan manfaatnya, dan mendorong konsumen untuk segera membelinya.

hard-selling-adalah

Istilah hard selling, menurut Investopedia, pertama kali muncul pada 1950-an di Amerika Serikat untuk menggambarkan metode iklan dan pemasaran yang agresif. Kala itu, penjual tidak ragu untuk menggunakan intonasi tinggi dan bahasa yang blak-blakan untuk membuat calon konsumen penasaran dan tertarik membeli produk. Pendekatan ini akan terus dilakukan hingga konsumen menolak tiga kali atau pergi meninggalkan penjual.

Kapan Menggunakan Hard Selling?

Hard Selling adalah metode pemasaran minim basa-basi. Sisi positifnya, produk kamu bisa terjual lebih cepat. Namun, kamu perlu memahami waktu yang tepat untuk menerapkan metode ini ke bisnis kamu. Sebelum itu, ini plus-minus teknik hard selling:

Keuntungan Hard Selling

  • Membantu konsumen yang bimbang untuk segera menentukan keputusan.
  • Penjualan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat.
  • Tidak memberi kesempatan pada konsumen untuk membandingankan produk kamu dengan produk atau merek lain yang menawarkan manfaat serupa.
  • Tenaga pemasar dan pebisnis bisa lebih cepat mencapai target penjualan.
  • Bila kamu bekerja dengan sistem komisi, tentu komisi akan lebih cepat cair.

Kelemahan Hard Selling

  • Berpotensi mengecewakan konsumen bila ternyata manfaat yang dijelaskan tidak sesuai dengan ekspektasi.
  • Pendekatan agresif mungkin tidak cocok untuk beberapa konsumen dengan karakteristik tertentu.
  • Tidak efisien untuk penjualan jangka panjang karena sulit untuk membangun loyalitas pelanggan.

Jadi, kapan waktu terbaik untuk menerapkan hard selling?

Pertama, saat kamu ingin menjual produk dengan harga terjangkau atau murah. Ciri khas hard selling adalah meminta reaksi cepat dan tanpa pertimbangan panjang dari konsumen. Nah, dalam situasi mendesak, konsumen akan lebih cepat mengambil keputusan untuk membeli produk dengan harga murah daripada yang mahal.

Kedua, ketika kebutuhan konsumen terhadap suatu produk sedang mendesak. Biasanya, orang-orang yang sedang butuh pengganti atas barang yang rusak cenderung lebih cepat membuat keputusan. Apalagi bila produk yang dibutuhkan penting dan mereka tidak memiliki solusi lain selain membeli penggantinya.

Read more: Coba Teknik Cross Selling untuk Tingkatkan Omzet Bisnis

Hard Selling vs Soft Selling

Teknik penjualan adalah kunci untuk meningkatkan penjualan produk dan layananmu. Namun, tidak semua teknik penjualan cocok untuk semua situasi dan jenis produk. Berikut adalah beberapa perbedaan antara hard selling dan soft selling yang perlu kamu ketahui:

  1. Waktu Penjualan

Hard selling adalah teknik penjualan yang lebih cocok untuk penjualan yang membutuhkan waktu yang singkat, sedangkan soft selling lebih cocok diterapkan untuk produk yang penjualannya tidak perlu buru-buru.

Ketika target waktu penjualan kamu terbatas, misalnya, hard selling dapat menarik perhatian konsumen dalam waktu yang singkat dan langsung berdampak pada peningkatan penjualan.

  1. Perilaku Konsumen

Pertimbangkan hal ini sebelum memilih teknik penjualan; Siapa target pasarmu? Tidak semua konsumen suka dengan teknik hard selling yang terkesan memaksa. Jika memaksakan teknik ini, kamu bisa kehilangan konsumen loyal. Oleh karenanya, pahami dulu perilaku konsumen sebelum menggunakan hard selling.

  1. Bidang Industri

Tidak semua bidang industri dan jenis produk bisa dijual menggunakan teknik hard selling. Metode ini lebih banyak dipakai dalam telemarketing dan untuk penjualan di bidang perbankan, asuransi, dan makanan. Selain bidang-bidang tersebut, teknik hard selling jarang diterapkan, kecuali untuk promosi khusus atau penjualan edisi terbatas.

Jadi, sebelum memilih hard selling sebagai teknik penjualanmu, pastikan untuk mempertimbangkan waktu penjualan, perilaku konsumen, dan bidang industri produk.

Trik Melakukan Hard Selling

Kamu perlu memahami trik menerapkannya. Trik melakukan hard selling adalah sebagai berikut:

  1. Kuasai product knowledge

Kamu bisa kehilangan kepercayaan calon konsumen begitu saja bila tidak bisa menjawab pertanyaan mereka tentang produk yang sedang ditawarkan.

  1. Kenali target konsumenmu

Ini sangat penting agar nantinya kamu bisa menunjukkan empati dan membujuk mereka tanpa kesan memaksa.

  1. Manfaatkan media

Hard selling tidak melulu harus bertemu tatap muka dengan calon konsumen. Kamu juga bisa menerapkannya melalui beragam media. Misalnya, email, iklan, dan media sosial. 

  1. Konten persuasif

Bila kamu memasarkan lewat media, buat konten persuasif. Pakai kalimat ajakan yang jelas dan tegas. Misalnya, “waktu terbatas” atau “beli sekarang, besok harga kembali normal”, dan lain sebagainya.

  1. Hire tenaga pemasar yang tepat

Menggunakan hard selling berarti sudah siap menghadapi penolakan. Untuk itu, rekrutlah tenaga pemasar yang kuat mental, percaya diri, dan mampu bekerja di bawah tekanan.

Contoh Hard Selling

Beberapa contoh pemasaran hard selling adalah iklan katalog produk, diskon yang berbatas waktu, email penawaran produk, dan promo PO atau pre-order

Untuk memberi gambaran yang lebih jelas mengenai praktik taktik hard selling, berikut adalah contoh studi kasus yang dapat dipelajari:

  1. Hard selling di industri makanan

Salah satu contoh populer penerapan taktik hard selling adalah pada industri makanan, mulai dari pedagang kaki lima sampai restoran bintang lima. Pada situasi ini, rasa lapar adalah kebutuhan yang mendesak dan konsumen diharuskan segera membuat keputusan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

  1. Hard selling di iklan-iklan televisi

Iklan yang ditampilkan di televisi juga merupakan salah satu contoh hard selling yang sering dijumpai. Para salesperson atau pembawa acara akan menyebutkan beberapa alasan atau penawaran khusus untuk mendorong konsumen segera membeli produk tanpa menunda-nunda.

Selain itu, ini adalah contoh teknik hard selling yang sering digunakan dalam pemasaran:

  • Menggunakan bahasa yang gamblang dan terus terang tentang manfaat produk atau layanan yang ditawarkan.
  • Memberi diskon atau promosi khusus dengan waktu yang terbatas.
  • Memberi insentif atau bonus jika konsumen membeli produk secepatnya.
  • Menerapkan tekanan dengan menyebutkan bahwa produk hanya tersedia terbatas.
  • Menawarkan garansi produk yang kuat dan jelas.
  • Memberi saran langsung pada konsumen untuk membeli produk atau layanan tersebut tanpa memberikan opsi alternatif.
  • Menggunakan teknik penjualan silang untuk menawarkan produk tambahan.

Nah, itulah plus-minus dan contoh pemasaran dengan teknik hard selling. Perlu dicatat, hard selling adalah teknik penjualan untuk produk yang harus laku lebih cepat. Penggunaan yang terlalu agresif dapat membahayakan hubungan dengan konsumen dan berpotensi mengurangi kemungkinan pembelian ulang atau merekomendasikan produk tersebut ke orang lain. Jadi, selalu sesuaikan dengan kebutuhan bisnismu, ya.

Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.

🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda

✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.

🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda

✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.

📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.

⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.

🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.

📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:

🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU

🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi

🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales