Strategi Brand Awareness agar Produk Makin Dikenal di Pasar

apa itu brand awareness
Table of Contents

Brand Awareness pada dasarnya adalah kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat kembali suatu merek saat mereka memikirkan kategori produk atau layanan tertentu. Coba bayangkan, saat Sobat DOKU ingin membeli mi instan, merek apa yang langsung muncul di kepala Anda tanpa perlu berpikir lama? Merek yang pertama kali terlintas itulah yang telah berhasil mencapai level kesadaran merek tertinggi, atau biasa disebut Top of Mind.

Singkatnya, brand awareness adalah tentang seberapa akrab dan terpatri nama, logo, atau slogan sebuah bisnis di benak masyarakat luas. Semakin sering Anda melihat, mendengar, atau berinteraksi dengan suatu merek, semakin tinggi kesadaran mereknya. Dalam dunia bisnis, hal ini sangat krusial karena konsumen cenderung akan memilih merek yang sudah dikenal dan dipercaya daripada merek yang sama sekali asing saat membuat keputusan pembelian.

Read More: 8 Tips Memulai Usaha Sendiri Dari Nol

Tingkatan Brand Awareness

Brand awareness sejatinya dapat dilihat dalam sebuah hierarki atau piramida yang menunjukkan progres pengenalan merek di benak konsumen. Menurut David Aaker, inilah tingkatan brand awareness.

  • Unaware of Brand (Tidak Menyadari Merek): Ini adalah tingkat paling dasar di piramida kesadaran merek, yaitu ketika konsumen sama sekali tidak memiliki pengetahuan atau ingatan tentang keberadaan suatu merek dalam kategori produk tertentu. Pada level ini, merek tersebut sepenuhnya asing; meskipun ditanya atau ditunjukkan petunjuk visual, merek tersebut tidak akan terlintas di benakmereka. Implikasinya, bagi merek yang berada di level ini, semua strategi pemasaran harus berfokus secara intensif pada eksposur dan pengenalan dasar untuk membangun fondasi kesadaran yang paling awal di pasar.

  • Brand Recognition (Pengenalan Merek): Brand Recognition adalah langkah awal yang sukses, di mana konsumen sudah mampu mengenali merek tersebut ketika diberi bantuan visual atau audio (disebut aided recall). Konsumen mungkin belum bisa mengingatnya sendiri, namun ketika melihat logo, warna kemasan, atau mendengar jingle merek tersebut, mereka akan bisa memverifikasi bahwa mereka familiar dengannya. Level ini menunjukkan bahwa upaya exposure awal sudah berhasil menanamkan citra merek di benang pikiran konsumen.

  • Brand Recall (Ingatan Merek): Ini adalah tingkat kesadaran yang jauh lebih kuat, di mana konsumen mampu mengingat kembali nama merek secara spontan tanpa bantuan atau stimulus dari luar (disebut unaided recall). Cukup dengan menyebutkan kategori produknya, misalnya, "minuman ringan bersoda", merek tersebut langsung muncul di benak konsumen. Merek yang berada di level ini sudah memiliki posisi yang kuat di benak konsumen dan sering kali masuk dalam daftar pertimbangan utama saat keputusan pembelian dibuat.

  • Top of Mind Awareness (Puncak Pikiran): Ini adalah puncak piramida dan target utama setiap merek, Sobat DOKU. Top of Mind Awareness terjadi ketika merek Anda menjadi merek pertama yang disebutkan konsumen saat kategori produk ditanyakan, mengalahkan semua pesaing. Merek di tingkat ini telah mendominasi ruang mental konsumen, menjadikannya pilihan default dan yang paling mungkin dipilih. Pencapaian level ini menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam konsistensi pemasaran dan kualitas merek.

Dengan memahami empat tingkatan Brand Awareness ini, Sobat DOKU dapat melihat bahwa membangun kesadaran merek adalah sebuah proses progresif yang membutuhkan strategi dan investasi konsisten. Semakin tinggi posisi merek Anda di piramida ini, semakin kuat posisinya di pasar. Lantas, mengapa pencapaian tingkat kesadaran yang tinggi ini sangat krusial bagi kelangsungan usaha Anda? Hal ini membawa kita pada pembahasan selanjutnya.

Manfaat Brand Awareness bagi Bisnis

apa-itu-brand-awareness

Brand awareness bukan hanya soal “merek dikenal”, tetapi membawa beberapa manfaat nyata yang memengaruhi performa dan pertumbuhan bisnis.

Meningkatkan Kesadaran Konsumen terhadap Merek

Saat merekmu tampil di banyak tempat seperti media sosial, toko fisik, iklan outdoor, maka orang mulai tahu nama, logo, dan keunikan produkmu.

Paparan ini penting agar ketika mereka butuh produk atau layanan, merekmu mendapat pertimbangan pertama.

Pengenalan yang konsisten dan kuat ini juga membantu memperpendek jarak antara “tidak tahu” dan “percaya bahwa merekmu bisa jadi solusi”.

Membangun Kepercayaan Konsumen

Dengan diketahui oleh banyak orang dan terlihat profesional, merekmu mulai mendapatkan kepercayaan. Hal-hal kecil seperti logo yang rapi, komunikasi yang jelas, kemasan yang bagus, serta pengalaman layanan pelanggan yang memuaskan semua membantu membangun reputasi positif.

Kepercayaan itu akhirnya memudahkan konsumen untuk mencoba produkmu. Bila pengalaman mereka sesuai ekspektasi, loyalitas terbentuk; lalu mereka bisa jadi pelanggan tetap bahkan pendukung merekmu ke orang lain.

Memperluas Asosiasi Merek di Benak Konsumen

Ketika orang makin mengenal merekmu, mereka juga mulai mengaitkan merek tersebut dengan nilai tertentu.

Misalnya, ramah lingkungan, minimalis, cocok untuk pemula, atau eksklusif. Inilah yang disebut asosiasi merek (brand association), dan peran awareness adalah sebagai pintu masuknya.

Semakin kuat brand awareness, semakin luas asosiasi positif yang bisa kamu bangun. Ini akan membedakan merekmu dari pesaing, bukan hanya karena mereka tahu namamu, tapi juga karena mereka “merasakan” sesuatu saat melihat produkmu.

Menarik Konsumen Baru

Ketika lebih banyak orang tahu tentang merekmu, peluang mendapat konsumen baru meningkat. Mereka bisa datang lewat referensi teman, konten media sosial, iklan, atau rekomendasi publik.

Penting juga memberi alasan mengapa mereka harus mencoba pertama kali: apakah ada promo, jaminan kualitas, pengalaman unik. Semua ini mendorong orang yang sebelumnya tidak kenal pun berani ambil langkah.

Read More: Employer Branding sebagai Kunci Menarik Talenta Terbaik

Mendorong Penjualan

Saat brand awareness tinggi, proses pembelian lebih mudah karena konsumen sudah “terdidik” sedikit tentang merekmu sebelumnya. Mereka tidak lagi ragu-ragu karena sudut pandang mereka terhadap merek sudah positif.

Penjualan akan lebih stabil dan meningkat karena tiap kampanye pemasaran atau peluncuran produk baru mendapat respons lebih baik. Bahkan bila tidak langsung beli, awareness membantu tindakan berikutnya seperti repeat purchase atau rekomendasi.

Tolok Ukur Brand Awareness yang Harus Dipantau

Untuk memahami seberapa efektif upaya membangun brand awareness, perlu menggunakan tolok ukur yang jelas dan terukur. Data‑metrik akan membantu melihat progres dan menentukan apa yang perlu diperbaiki.

1. Traffic

Traffic ke website menunjukkan seberapa banyak orang tertarik mengeksplorasi merekmu. Apabila ada peningkatan pengunjung dari pencarian nama merek atau kunjungan langsung, itu pertanda bahwa brand awareness makin kuat.

Selain itu, trafik yang datang dari referral atau share dari media sosial juga menunjukkan bahwa orang membicarakan merekmu dan berbagi informasinya. Ini bukan cuma soal angka, tapi soal bagaimana audiens menemukan dan merasa tertarik untuk mengakses konten.

2. Social Engagement

Engagement di media sosial seperti like, komentar, share, dan saves menunjukkan bahwa audiens tidak hanya menerima pesanmu, tapi mereka juga meresponsnya.

Bila postingmu sering dibagikan atau mendapat komentar positif, artinya merekmu memiliki daya tarik.

Interaksi seperti ini sangat berharga karena algoritma platform sosial juga cenderung memperluas jangkauan konten yang mendapat engagement tinggi. Dengan demikian, brand awareness bisa menular kepada audiens yang lebih luas.

3. Social Listening

Social listening adalah metode mendengarkan percakapan di luar akun resmi, misalnya ketika orang menyebut merekmu di forum, review, atau dalam postingan tidak berbayar. Teknik ini membantu menangkap bagaimana orang memandang merekmu bahkan saat kamu tidak aktif mempromosikan.

Dengan mendeteksi sentimen (positif, netral, negatif) kamu bisa tahu reaksi publik terhadap kampanye, produk baru, atau isu‑merek. Ini juga memungkinkan kamu merespons cepat jika ada komentar negatif, sehingga tidak berkembang jadi reputasi buruk.

4. Pencarian di Google

Volume pencarian nama merekmu di Google atau kata kunci bermerek (branded search) mencerminkan apakah orang sudah mulai mengenal dan mengingat merekmu. Bila branded searches meningkat dari waktu ke waktu, itu tanda bahwa awareness makin kuat.

Selain itu, alat seperti Google Trends atau Google Analytics bisa digunakan untuk melihat tren pencarian ini, termasuk melihat musim atau periode kampanye apa yang efektif.

Data ini penting agar strategi konten dan promosi bisa dioptimalkan berdasarkan pola pencarian calon pelanggan.

Cara Meningkatkan Brand Awareness

Brand awareness tidak dibangun dalam semalam, tapi bisa ditumbuhkan dengan strategi yang konsisten dan pendekatan yang relevan. Berikut beberapa cara yang bisa langsung diterapkan untuk memperkenalkan merek ke audiens yang lebih luas:

Logo dan Slogan yang Unik

Logo dan slogan adalah dua elemen yang akan sering muncul di berbagai platform komunikasi merek. Jika dibuat dengan kuat dan mudah dikenali, keduanya akan jadi alat identifikasi visual dan verbal yang efektif.

Pastikan:

  • Logo mudah dibaca dalam ukuran kecil dan besar
  • Warna dan bentuknya mencerminkan karakter merek
  • Slogan singkat, emosional, dan bisa menempel di kepala

Gunakan secara konsisten di seluruh media: kemasan, header email, kartu nama, profil media sosial, hingga packaging. Konsistensi visual ini merupakan elemen kunci dalam product branding yang dapat membangun kredibilitas sekaligus memudahkan orang mengingat merekmu.

Konten dan Sosial Media

Media sosial adalah kanal yang sangat efektif untuk menjangkau dan membangun koneksi dengan audiens. Tapi agar awareness tumbuh, kontennya tidak boleh asal. Fokuslah pada konten yang memberi nilai.

Beberapa ide konten yang bisa digunakan:

  • Tips atau tutorial singkat
  • Cerita pelanggan atau UGC (user-generated content)
  • Behind-the-scenes proses produksi
  • Quick wins: info yang bisa langsung diterapkan audiens

Gunakan visual yang menarik dan tone komunikasi yang sesuai dengan target audiens. Jangan lupa untuk rutin berinteraksi di komentar, story, dan DM. Semakin responsif akunmu, semakin tinggi kemungkinan audiens terhubung dengan merek.

Kolaborasi dengan Influencer & Partner

Kerja sama dengan influencer bisa mempercepat ekspansi awareness ke segmen baru, apalagi jika mereka sudah dipercaya oleh audiensnya. Yang penting, pilih kolaborator yang:

  • Audiensnya sejalan dengan target pasar
  • Punya komunikasi yang otentik (bukan hard-sell)
  • Kontennya cocok dengan identitas brand kamu

Kolaborasi bisa dalam bentuk:

  • Unboxing video
  • Giveaway bersama
  • Review jujur produk
  • Live session atau Q&A bareng

Jangan fokus hanya ke akun besar. Mikro-influencer sering punya engagement yang lebih tinggi dan komunikasi yang lebih intimate dengan follower-nya.

Read More: Apa itu Brand Identity? Ini Dia Elemen dan Manfaatnya!

Event Marketing

Menghadirkan brand secara langsung dalam event (baik online maupun offline) membuka ruang untuk membangun koneksi emosional yang lebih kuat. Audiens bisa melihat, mencoba, dan berinteraksi dengan brand secara nyata.

Jenis event yang bisa kamu pertimbangkan:

  • Pameran atau pop-up store
  • Webinar atau workshop edukatif
  • Kolaborasi event dengan komunitas lokal
  • Sponsorship acara yang relevan dengan audiens

Manfaatkan momen ini untuk membagikan materi promosi seperti merchandise, voucher, atau konten eksklusif. Jangan lupa dokumentasi dan sebar luaskan di media sosial untuk memperluas jangkauan pasca-event.

Membangun brand awareness bukan sekadar soal tampil banyak, tapi tampil dengan cara yang konsisten, relevan, dan mudah diingat. Ketika konsumen mengenali merekmu tanpa harus berpikir dua kali, itu artinya kamu sudah menanamkan kesadaran yang kuat. Namun, awareness saja tidak cukup. Harus ada pengalaman positif yang menyertainya, terutama dalam momen krusial seperti pembayaran.

Jika proses transaksi masih ribet, berisiko, atau terbatas metodenya, konsumen bisa ragu dan beralih ke merek lain. Maka dari itu, pastikan bisnismu juga punya sistem pembayaran digital yang modern, cepat, dan aman. Untuk tahu bagaimana teknologi payment gateway bisa bantu memperkuat citra profesional brand sekaligus meningkatkan konversi penjualan, pelajari selengkapnya di sini: Optimalkan Transaksi Bisnis dengan Payment Gateway DOKU.

Kamu punya bisnis? Ingin Go Digital, jangkau calon pelanggan lebih luas dan omzet meningkat?

Ayo bergabung dengan Juragan DOKU, sahabat berjualan persembahan DOKU yang bisa mendukung aktivitas jualan online kamu dengan fitur pembayaran digital dan edukasi pelatihan online bisnis gratis!

Setelah bergabung, kamu bisa menikmati fitur pembayaran digital seperti Payment Link yang bisa perbanyak transaksi sukses melalui WhatsApp, e-Katalog yang bisa buat toko online secara mandiri, QRIS yang bisa terima pembayaran dengan satu kode QR dan yang gak boleh dilewatkan, pelatihan online bisnis gratis yang nantinya akan dibimbing oleh para mentor bisnis yang handal!

Cara bergabungnya mudah, bisa melalui Aplikasi Juragan DOKU yang bisa kamu download via smartphonemu, atau kamu juga bisa mendaftar melalui website di sini

Terima pembayaran lancar, Usaha makin gencar, Gabung jadi Juragan DOKU, Sekarang!