Cara Mencari Modal Akhir: Strategi Tepat untuk Scale-Up

Cara mencari modal akhir
Table of Contents

Setiap bisnis pasti melewati fase di mana operasional stabil, tapi pertumbuhan terasa stagnan karena keterbatasan dana. Ingin ekspansi atau beli alat canggih, tapi profit harian belum mencukupi. Di sinilah, kamu perlu memahami cara mencari modal akhir yang efektif untuk melakukan scale-up.

Tanpa penguatan struktur modal di fase ini, momentum emas pertumbuhan bisa hilang diambil kompetitor. Ingat, mencari dana ekspansi berbeda dengan modal merintis; kamu harus menjual performa nyata, bukan sekadar mimpi. Lantas, bagaimana strategi jitu mengamankan suntikan dana tersebut? Simak ulasan lengkapnya di artikel berikut!

Pengertian Modal Akhir (Growth Capital)

Sumber : Envato

Menurut BGF UK, modal akhir atau sering disebut growth capital adalah suntikan dana yang dibutuhkan perusahaan yang sudah mapan untuk mempercepat pertumbuhan.

Berbeda dengan modal awal yang digunakan untuk memulai bisnis dan menjalankan operasional, modal akhir digunakan untuk ekspansi pasar, pengembangan produk, atau akuisisi.

Perusahaan yang mencari modal ini biasanya sudah melewati titik impas (break-even point) dan sudah memiliki arus kas positif, namun butuh dana besar untuk lompatan selanjutnya.

Mengapa Bisnis Membutuhkan Modal Akhir?

Sebelum mempelajari cara mencari modal akhir, kamu perlu mengenali alasan mengapa bisnis membutuhkan modal akhir terlebih dahulu.

Biasanya, sebuah bisnis menyisihkan laba yang diperoleh untuk mengembangkan perusahaan. Sayangnya, mengandalkan pertumbuhan organik dari penyisihan profit (bootstrapping) sering kali terlalu lambat dalam kompetisi bisnis modern.

Modal akhir berfungsi sebagai katalis utama untuk mempercepat ekspansi bisnis dan mengatasi keterbatasan pertumbuhan organik yang sering kali berjalan lambat di pasar yang kompetitif. 

Banyak perusahaan sebenarnya memiliki peluang besar, namun terhambat oleh kurangnya modal tunai untuk investasi teknologi, rekrutmen talenta, atau pengembangan produk baru.

Kehadiran modal akhir menjembatani kebutuhan tersebut, memungkinkan manajemen untuk mengeksekusi ambisi bisnis mereka tanpa perlu menunda-nunda. 

Tak hanya itu, keterlibatan investor juga bisa membawa nilai tambah berupa pengalaman operasional, wawasan industri, dan jaringan profesional. 

Sumber Pendanaan Modal Akhir

Sumber : Envato

Ada banyak cara mencari modal akhir untuk perusahaanmu. Berikut adalah lima keran pendanaan utama yang bisa kamu akses untuk scale-up:

1. Pinjaman Bank

Ini adalah jalur paling tradisional dan umum dilakukan bisnis untuk mendapatkan modal. Bank menawarkan kredit modal kerja (KMK) atau kredit investasi dengan bunga tertentu. 

Keunggulan cara ini adalah kepemilikan sahammu tidak akan terganggu alias 100% tetap milikmu. Namun, biasanya bank sangat kaku terkait syarat-syarat mengambil pinjaman. 

Umumnya, kamu wajib memiliki tanah/bangunan untuk dijadikan jaminan serta credit score yang bersih. Proses pencairannya pun membutuhkan audit yang ketat. Cara mencari modal akhir ini cocok untuk bisnis konvensional yang punya aset fisik.

2. Investor Ekuitas

Jika tidak punya aset untuk dijaminkan ke bank, kamu bisa mencari angel investor atau investor perorangan. 

Mekanismenya adalah bagi hasil atau jual saham. Kamu mendapatkan uang tunai, investor mendapatkan persentase kepemilikan bisnis. 

Kelebihannya, kamu sering kali mendapatkan bonus berupa mentoring dan jejaring bisnis dari sang investor. 

Kekurangannya, keuntungan masa depan harus dibagi, dan kamu tidak lagi menjadi penguasa tunggal dalam pengambilan keputusan.

3. Crowdfunding

Era digital melahirkan Equity Crowdfunding (ECF) atau Securities Crowdfunding (SCF). Kamu bisa menawarkan saham bisnismu kepada masyarakat luas (ritel) melalui platform online resmi yang diawasi OJK. 

Ini cara yang bagus untuk mendapatkan modal sekaligus mengenalkan bisnismu kepada publik. Bahkan, cara ini juga bisa kamu lakukan untuk memperbesar basis pelanggan. Pasalnya, orang yang membeli sahammu biasanya akan rajin mempromosikan bisnismu karena mereka merasa ikut memiliki.

4. Program Pemerintah

Jangan remehkan dukungan negara. Pemerintah sering memiliki program hibah atau pinjaman lunak seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) dengan bunga subsidi yang sangat rendah. 

Biasanya program ini menyasar sektor tertentu seperti pertanian, ekonomi kreatif, atau teknologi tepat guna. Sebagai saran, rajin-rajinlah mengecek situs kementerian terkait atau dinas koperasi setempat untuk info terkait kompetisi hibah.

5. Venture Capital (VC)

Cara mencari modal akhir selanjutnya adalah mengajukan proposal permintaan modal akhir ke Venture Capital. Jika bisnismu berbasis teknologi (startup) dengan potensi pertumbuhan eksponensial, VC adalah target utamanya. 

Mereka berani menggelontorkan dana miliaran untuk perusahaan yang mengajukan pendanaan. Namun, VC menuntut pertumbuhan yang agresif. Mereka tidak tertarik pada bisnis yang asal untung. VC mencari bisnis yang bisa mendominasi pasar dalam waktu singkat sebelum akhirnya exit dari pendanaan (IPO atau akuisisi).

Strategi Mendapatkan Modal Akhir

Supaya kamu berhasil mendapatkan modal akhir untuk bisnis yang dijalankan, pastikan kamu menerapkan beberapa strategi berikut.

1. Buat Rincian Kebutuhan Modal

Jangan pernah mengajukan nominal pinjaman tanpa dasar. Buatlah alokasi yang spesifik, misalnya: Perusahaan kami membutuhkan Rp 1 miliar dengan rincian 40% untuk pembelian mesin baru dan 60% untuk menambah modal produksi dan pengembangan produk. Detail ini menunjukkan bahwa kamu benar-benar menguasai operasional bisnis.

2. Pastikan Laporan Keuangan Rapi

Ini adalah syarat mutlak. Investor tidak akan menaruh uang pada bisnis yang pencatatannya berantakan. Tunjukkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas minimal dua tahun terakhir secara transparan. Data inilah yang menjadi dasar valuasi perusahaanmu.

3. Perjelas Rencana Bisnis (Business Plan)

Kamu sedang menjual masa depan. Maka dari itu, tunjukkan peta jalan yang konkret. Bagaimana suntikan dana tersebut akan dikonversi menjadi kenaikan omzet atau laba? Berapa proyeksi profitnya? Susunlah proyeksi yang logis dan berbasis data untuk membangun kepercayaan investor.

Risiko Mencari Pendanaan Eksternal

Sumber : Envato

Sebelum melakukan cara mencari modal akhir di atas, kamu perlu mengetahui risiko menerima pendanaan eksternal.

Mendapatkan suntikan dana segar memang bisa mengakselerasi bisnis, namun ingatlah bahwa ada konsekuensi yang akan datang. Berikut ini adalah 3 risiko menerima modal dari pihak eksternal.

1. Beban Utang dan Bunga Utang 

Jika memilih pinjaman bank, risiko utamanya adalah beban cashflow. Cicilan pokok dan bunga bersifat tetap (fixed cost) yang wajib dibayar setiap bulan, terlepas dari apakah penjualan sedang ramai atau sepi. Kegagalan bayar bisa berujung pada penyitaan aset yang dijaminkan.

2. Kehilangan Kendali Atas Pengambilan Keputusan 

Pendanaan ekuitas dari investor atau VC berarti kamu melepas sebagian kepemilikan saham. Konsekuensinya, investor memiliki hak suara yang bisa memengaruhi arah gerak bisnismu. Alhasil, kamu tidak lagi memiliki kuasa mutlak dalam menentukan strategi, pivot, atau bahkan kebijakan manajemen tanpa persetujuan mereka.

3. Keterikatan pada Perjanjian Hukum 

Umumnya, investasi melibatkan kontrak yang ketat. Sering kali terdapat klausul rumit, misalnya seperti kewajiban buyback (membeli kembali saham) jika proyeksimu meleset atau pembatasan bagi pendiri untuk menjual sahamnya. Ketidaktelitian di awal bisa menjadi jebakan hukum yang merugikan di masa depan.

Perkuat Strategi Scale-Up dengan Sistem Pembayaran yang Kredibel dan Siap Bertumbuh

Saat bisnis memasuki fase scale-up dan mulai mencari modal akhir, kesiapan operasional menjadi faktor krusial yang dinilai oleh bank, investor, maupun venture capital. Bukan hanya laporan keuangan dan business plan, tetapi juga sistem pembayaran yang rapi, terukur, dan dapat diskalakan.

DOKU membantu bisnis yang sedang bertumbuh memastikan setiap transaksi tercatat dengan baik dan siap mendukung lonjakan volume penjualan. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran mulai dari kartu, transfer bank / Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital untuk menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa menghambat arus kas.

Dipercaya oleh 300.000+ merchant dari berbagai industri, DOKU memungkinkan bisnis membangun kredibilitas finansial dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi berhasil dan sistem yang diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Pilih Produk  DOKU Sesuai Kebutuhan Bisnis Anda

✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda

✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda

✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅ Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

✅ Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

→  simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:

  • Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
  • Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
  • Menghubungi tim Sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales

Dengan DOKU, bisnis Anda didukung oleh sistem pembayaran yang terstruktur, kredibel, dan siap menangani pertumbuhan transaksi seiring fase scale-up. Saatnya memperkuat fondasi operasional dan kesiapan pendanaan bersama DOKU Payment Gateway.

Kesimpulan

Memahami beragam cara mencari modal akhir adalah langkah penting untuk mempercepat berkembangnya bisnismu menjadi lebih besar. 

Entah itu melalui pinjaman bank atau suntikan dana besar dari Venture Capital, pastikan untuk memilih jalur yang paling selaras dengan visi jangka panjang dan toleransi risiko perusahaanmu.

Namun ingat, mendapatkan dana hanyalah permulaan. Saat modal cair, bisnis berkembang, dan volume transaksi melonjak, infrastruktur pembayaranmu harus siap menampung skala bisnis yang baru. Di sinilah DOKU hadir sebagai mitra strategis scale-up kamu.

Dengan solusi pembayaran terlengkap mulai dari payment gateway untuk website, payment link untuk penagihan instan, hingga manajemen tagihan ke mitra bisnismu DOKU akan memastikan semuanya berjalan mulus. Yuk, gabung bersama DOKU dan wujudkan lompatan bisnis kamu hari ini!

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan modal akhir?

Dalam bisnis, modal akhir merujuk pada growth capital, yaitu suntikan dana bagi perusahaan yang sudah mapan untuk mengembangkan bisnisnya. Dana ini disediakan untuk akselerasi pertumbuhan masif, seperti membuka cabang baru, akuisisi, atau mendominasi pasar secara agresif.

2. Apa itu modal awal?

Modal awal adalah sejumlah dana atau aset yang disetorkan oleh pemilik usaha pada saat pertama kali memulai bisnis atau pada awal periode akuntansi baru. Intinya, ini adalah fondasi pertama untuk membiayai operasional.

3. Apa rumus modal akhir?

Untuk menghitung modal akhir, caranya adalah sebagai berikut: Modal awal + laba/rugi yang didapatkan pada suatu periode - Prive. Modal akhir ini nantinya akan menjadi modal awal di periode berikutnya.