Strategi Jualan Ramadan: Pahami Pola Belanja, Kuasai Peak Hours, Amankan Transaksi

bisnis di bulan ramadan
Table of Contents

Key Takeaways

1. Ramadan membentuk pola belanja yang sangat berbeda karena didorong oleh nilai, emosi, dan makna personal, seperti belanja kebutuhan buka puasa, kirim hampers 

2. Produk terlaris dan waktu lonjakan transaksi menjadi kunci strategi bisnis di Ramadan. Produk personal dan fast-moving seperti pakaian, makeup/skincare, dan tas/dompet dengan jam aktif belanja terjadi menjelang berbuka dan setelah tarawih.

3. Di tengah peak hours Ramadan, bisnis membutuhkan sistem pembayaran yang stabil dan aman, seperti DOKU untuk bisnis dalam menjaga kelancaran operasional dan pengalaman transaksi pelanggan.

Bulan Ramadan bukan sekadar periode ibadah. Bagi pelaku bisnis, Ramadan adalah salah satu momen paling strategis dalam kalender bisnis Indonesia. Tak hanya soal peningkatan transaksi, tetapi juga tentang perubahan perilaku konsumen yang memiliki pola belanja unik dan sangat berbeda dibanding hari-hari biasa.

Di bulan ini, keputusan membeli tidak hanya digerakkan oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh nilai, emosi, dan makna personal. Seperti laporan YouGov pada Ramadan 2026: Consumer Insight Snapshot, mayoritas konsumen memaknai Ramadan sebagai:

  • Waktu untuk memperkuat iman dan refleksi diri (66%),
  • Momen kebersamaan keluarga (52%)
  • Waktu untuk berbagi dan memberi kepada sesama (41%)

Makna inilah yang membentuk cara konsumen memilih produk, menentukan brand, dan memutuskan kapan serta di mana mereka berbelanja.

Pengeluaran Belanja Konsumen saat Ramadan

Pada momen Ramadan, belanja online juga paling dominan untuk kategori yang cepat dibeli dan bersifat personal, seperti pada hasil laporan M+C Saatchi Performance, yakni:

  • Pakaian (83%),
  • Makeup dan skincare (84%), 
  • Tas dan dompet (81%).

Sementara itu, untuk kategori yang harganya lebih besar dan risikonya lebih tinggi, konsumen masih lebih memilih belanja secara offline, seperti:

  • Furniture (86%),
  • Kendaraan (72%).

Waktu Lonjakan Belanja saat Ramadan

Dari sisi waktu, perilaku konsumen selama Ramadan juga menunjukkan pola jam aktif yang sangat spesifik.

Aktivitas online paling tinggi terjadi pada:

  • 50% sore hari, menjelang waktu berbuka puasa,
  • 39% setelah shalat tarawih (pukul 21.00 hingga tengah malam),
  • 21% saat waktu berbuka di awal malam.

Artinya, momentum utama untuk menjangkau konsumen secara digital justru terjadi pada dua fase krusial: sebelum berbuka dan setelah tarawih. Pada jam-jam inilah konsumen paling aktif melihat konten, membandingkan produk, hingga melakukan transaksi.

Baca juga: Ini Peluang Bisnis Imlek dan Ramadan: Industri Mana yang Siap Melesat?

Ide & Strategi Bisnis di Bulan Ramadhan

Memahami perbedaan perilaku belanja, waktu transaksi, serta kecenderungan konsumen yang semakin selektif dalam membelanjakan anggaran, menjadi dasar penting bagi bisnis untuk menyusun strategi yang lebih relevan selama Ramadan. Dari insight tersebut, berikut ide dan strategi bisnis di bulan Ramadan yang dapat disesuaikan dengan perubahan pola belanja dan kebutuhan konsumen saat ini.

1. Fashion Ramadan & Lebaran

Ide bisnis: Koleksi pakaian Ramadan & Lebaran, set outfit, hingga limited edition collection.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Fokuskan peluncuran koleksi di awal Ramadan, bahkan sebelum Ramadan dimulai.
  • Optimalkan kanal online (marketplace, website, social commerce).
  • Dorong pembelian dengan: foto produk detail, video pendek (reels/TikTok), ulasan pelanggan.

Alasannya?
Pakaian adalah kategori yang sangat dominan dibeli secara online, dan konsumen cenderung sudah memilih lebih awal sebelum datang ke toko.

2. Beauty & Skincare Bundle

Ide bisnis: Paket skincare special ramadan atau menjelang idul fitri, beauty travel set untuk mudik, dan gift set Lebaran.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Buat bundling untuk menonjolkan value (lebih hemat, lebih praktis).
  • Aktifkan promosi pada jam aktif Ramadan
  • Tampilkan review dan before–after.

Alasannya?
Di tengah pengurangan anggaran, konsumen tetap mau belanja produk yang memberi “small joy” dan manfaat personal.

3. Tas & Dompet sebagai Produk Hadiah

Ide bisnis: Tas, dompet, dan aksesoris sebagai hadiah Lebaran.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Sediakan gift wrap dan kartu ucapan otomatis.
  • Buat paket bundling hadiah.
  • Tonjolkan kecepatan pengiriman.

Alasannya?
Kategori ini kuat di online dan sangat relevan dengan makna Ramadan sebagai momen berbagi.

4. Furniture & Produk Rumah (Online to Offline)

Ide bisnis: Produk rumah tangga dan furniture untuk persiapan Lebaran hingga Idul Fitri.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Gunakan katalog digital sebagai sarana utama menawarkan produk.
  • Sediakan juga kesempatan spesial seperti:
    • booking kunjungan showroom di akhir pekan,
    • konsultasi online.

Alasannya?
Untuk produk bernilai besar dan berisiko tinggi, konsumen tetap ingin memastikan secara fisik sebelum membeli.

5. Kendaraan & Produk High Value

Ide bisnis: Promo kendaraan atau produk bernilai besar dengan tema Ramadan, seperti mobil baru untuk mudik.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Fokuskan kampanye di digital (iklan, landing page, media sosial).
  • Sediakan pendaftaran test drive online.
  • Dorong kunjungan offline menjelang Lebaran.

Alasannya?
Keputusan dimulai secara digital, lalu divalidasi secara fisik sebelum transaksi.

6. Flash Sale & Promo Online di Minggu Kedua Ramadan

Ide bisnis: Flash sale kategori fast-moving products (fashion, beauty, aksesoris).

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Jadwalkan puncak promo di minggu ketiga Ramadan.
  • Gunakan countdown, stok terbatas, dan notifikasi.
  • Pastikan sistem checkout stabil saat lonjakan traffic.

Alasannya?
Belanja online cenderung memuncak lebih awal dibandingkan belanja offline.

7. Paket Kebutuhan Harian yang Hemat & Relevan

Ide bisnis: Paket menu sahur, paket takjil & berbuka, dan paket sembako Ramadan.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Fokus pada harga masuk akal dan komposisi produk yang benar-benar terpakai.
  • Tampilkan perbandingan harga satuan vs paket.
  • Tambahkan opsi pengiriman cepat.

Alasannya?
Mayoritas konsumen tetap memprioritaskan kebutuhan pokok dan semakin selektif terhadap pengeluaran.

8. Hampers & Paket Berbagi Ramadan

Ide bisnis: Hampers makanan, paket berbagi, hingga paket donasi.

Strategi dari Ide Bisnis Ramadan:

  • Komunikasikan pesan “berbagi” dan “manfaat”.
  • Sediakan opsi pengiriman langsung ke penerima.
  • Tawarkan paket corporate hampers untuk bisnis.

Alasannya?
Ramadan sangat lekat dengan nilai: kebersamaan, kepedulian dan berbagi.

Baca juga: Saat Wisatawan China ke Indonesia: Tren, Karakteristik, dan Strategi Bisnis

Bagaimana DOKU Membantu Bisnis saat Lonjakan Transaksi Ramadan?

Lonjakan transaksi selama Ramadan tidak hanya menuntut strategi pemasaran yang tepat, tetapi juga kesiapan sistem pembayaran yang andal. Untuk itu, dibutuhkan sistem pembayaran yang andal untuk menjaga kelancaran transaksi di tengah traffic tinggi dan peak hours Ramadan. DOKU, sebagai perusahaan fintech pembayaran, membantu bisnis tetap fokus pada pertumbuhan dengan memastikan proses pembayaran berjalan lancar, stabil, dan siap mendukung operasional di momen puncak Ramadan.

  • Mendukung Beragam Metode Pembayaran Favorit Konsumen

Perilaku belanja selama Ramadan berlangsung di berbagai kanal, mulai dari transaksi online untuk kategori fast-moving hingga pembayaran di toko fisik untuk pembelian bernilai lebih besar. Melalui ekosistem pembayaran DOKU, bisnis dapat menghadirkan lebih dari 45 metode pembayaran, termasuk virtual account, e-wallet, kartu kredit, dan QRIS, untuk menjangkau beragam preferensi konsumen sekaligus meminimalkan risiko transaksi gagal akibat keterbatasan opsi pembayaran.

  • Menjaga Performa Transaksi di Jam Sibuk Ramadan

Jam transaksi selama Ramadan cenderung terkonsentrasi, terutama menjelang berbuka puasa dan setelah tarawih. DOKU mendukung infrastruktur pembayaran yang dirancang untuk tetap stabil di periode lonjakan transaksi, sehingga proses checkout dapat berjalan lebih lancar saat traffic meningkat.

  • Mempermudah Integrasi untuk Berbagai Model Bisnis

Baik bisnis yang berfokus pada penjualan online, omnichannel, maupun yang memiliki toko fisik, DOKU menyediakan solusi pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing model bisnis. Mulai dari integrasi pembayaran di website dan aplikasi sehingga bisnis dapat mengelola seluruh transaksi dalam satu ekosistem.

  • Mendukung Keamanan Transaksi di Periode Ramai

Lonjakan transaksi juga berpotensi meningkatkan risiko fraud. DOKU membekali sistem pembayaran dengan lapisan keamanan untuk membantu melindungi bisnis dari transaksi mencurigakan, sekaligus menjaga kepercayaan pelanggan selama periode ramai seperti Ramadan.

Dengan dukungan layanan pembayaran yang andal, fleksibel, dan aman, DOKU membantu bisnis tidak hanya siap menghadapi lonjakan transaksi Ramadan, tetapi juga menjaga kualitas pengalaman pelanggan di setiap momen penting.

Maksimalkan peluang Ramadan tanpa khawatir soal transaksi.
Konsultasikan kebutuhan pembayaran bisnis Anda bersama DOKU