Peran Government-to-Government di Balik Perkembangan QRIS

goverment to goverment
Table of Contents

Key Takeaways

  • QRIS yang awalnya digunakan secara domestik kini mulai berkembang menjadi sistem pembayaran lintas negara, mendukung tren pembayaran digital yang semakin cashless.
  • Kolaborasi government-to-government (G2G) memungkinkan wisatawan asing bertransaksi lebih mudah hanya dengan scan QR.
  • QRIS cross-border membuka peluang baru bagi bisnis untuk meningkatkan customer experience dan menjangkau pasar regional melalui transaksi digital yang lebih praktis.

Ketika membahas pembayaran digital, banyak orang langsung teringat pada inovasi teknologi, e-wallet, atau kebiasaan masyarakat yang semakin cashless. Namun, ada satu tren yang mulai berperan besar dalam perkembangan industri ini, yaitu kolaborasi government-to-government (G2G).

Melalui kerja sama antar pemerintah, regulator, dan bank sentral, sistem pembayaran yang sebelumnya hanya beroperasi di dalam negeri mulai terhubung dengan negara lain. Tujuannya bukan sekadar mempermudah transaksi lintas negara, tetapi juga membangun konektivitas ekonomi digital yang semakin terintegrasi.

Di Indonesia, tren ini mulai terlihat melalui pengembangan QRIS cross-border. Meski masih tergolong baru, inisiatif ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antarnegara dapat mendorong interoperabilitas sistem pembayaran dan membuka peluang baru bagi masyarakat maupun pelaku bisnis. Dengan kata lain, pembayaran digital kini tidak lagi hanya menjadi urusan teknologi, tetapi juga bagian dari strategi kerja sama ekonomi di tingkat regional.

Bukan Hanya Indonesia, Konektivitas Pembayaran Regional Juga Menjadi Tren Global

Tren konektivitas pembayaran lintas negara sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Berbagai negara dan kawasan juga mulai membangun sistem pembayaran yang lebih terhubung untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi digital.

Beberapa contohnya antara lain:

  • Kolaborasi India dan Singapura
    Pada 2023, India dan Singapura resmi menghubungkan sistem pembayaran digital UPI dan PayNow. Konektivitas ini memungkinkan transfer dana lintas negara secara real-time dengan biaya yang lebih efisien. Inisiatif tersebut merupakan hasil kerja sama antara Reserve Bank of India (RBI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) untuk mendukung transaksi lintas negara yang lebih praktis dan terintegrasi.
  • Interoperabilitas Pembayaran di Uni Eropa
    Di kawasan Eropa, interoperabilitas pembayaran telah lama diterapkan melalui SEPA (Single Euro Payments Area). Inisiatif ini menciptakan standar pembayaran yang seragam sehingga transfer dana dan berbagai transaksi elektronik antarnegara dapat dilakukan semudah transaksi domestik. Pengembangannya didukung oleh pemerintah nasional, European Commission, dan European Central Bank sebagai bagian dari upaya membangun pasar pembayaran yang lebih terintegrasi.

Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa konektivitas pembayaran lintas negara semakin dipandang sebagai fondasi penting bagi ekonomi digital modern. Bagi pelaku bisnis, tren ini menjadi sinyal bahwa sistem pembayaran yang terhubung secara regional berpotensi memainkan peran yang semakin besar di masa depan.

QRIS Menjadi Salah Satu Contoh Implementasi G2G di Indonesia

Di Indonesia, salah satu contoh implementasi government-to-government (G2G) dalam industri pembayaran adalah pengembangan QRIS cross-border.

Awalnya, QRIS hadir untuk menyatukan berbagai metode pembayaran digital dalam satu standar QR code nasional. Namun seiring berkembangnya kebutuhan transaksi lintas negara, kolaborasi antar regulator mulai membuka jalan bagi QRIS untuk terhubung dengan sistem pembayaran negara lain.

Perjalanan tersebut dimulai pada 2021 melalui pilot project antara Bank Indonesia dan Bank of Thailand. Setelah melalui masa uji coba, implementasi penuh QRIS cross-border antara Indonesia dan Thailand resmi diluncurkan pada Agustus 2022, menjadikannya konektivitas pembayaran QR lintas negara pertama yang dimiliki Indonesia.

Sejak saat itu, QRIS cross-border terus berkembang. Selain Thailand, Indonesia juga memperluas konektivitas pembayaran dengan Malaysia dan Singapura, kemudian dilanjutkan dengan Jepang dan Korea Selatan. Hingga 2026, kerja sama tersebut terus bertambah dengan hadirnya Tiongkok sebagai salah satu mitra terbaru dalam pengembangan konektivitas pembayaran lintas negara.

Perkembangan baru ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antar pemerintah, regulator, dan bank sentral dapat mendorong QRIS berkembang dari sistem pembayaran domestik menjadi bagian dari konektivitas ekonomi digital regional.

Hal ini juga disampaikan oleh Alison Jap sebagai Anggota Dewan Etik AFTECH, dalam wawancaranya di program CNBC Tech a Look.

"Memang kalau saya lihat, kita sangat bersyukur karena Bank Indonesia ini sangat forward looking, sangat inovatif. Mereka bisa melihat QRIS itu bukan hanya untuk kebutuhan lokal, tapi mereka secara aktif melakukan government-to-government relations untuk terus membuka QRIS, supaya QRIS bisa diterima di semakin banyak negara. Jadi memang menurut saya peran dari regulator itu penting, dan keduanya tentunya peran dari pelaku industri."

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan QRIS lintas negara lahir dari sinergi antara regulator dan pelaku industri dalam membangun ekosistem pembayaran yang lebih terhubung.

Mengapa Tren Ini Penting bagi Pelaku Bisnis?

Meski implementasi pembayaran lintas negara masih terus berkembang, arah industrinya mulai terlihat.

Konsumen kini semakin terbiasa dengan pengalaman transaksi yang cepat, praktis, dan digital. Di saat yang sama, mobilitas masyarakat antarnegara juga terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata dan ekonomi digital.

Kondisi tersebut membuat kemudahan pembayaran menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pengalaman pelanggan.

Bagi pelaku bisnis, memahami tren ini penting karena berpotensi membuka peluang untuk:

  • meningkatkan customer experience,
  • melayani konsumen lintas negara dengan lebih mudah,
  • mengikuti perkembangan ekonomi digital regional,
  • serta mempersiapkan bisnis menghadapi perubahan perilaku pembayaran di masa depan.

Ke depan, kemampuan bisnis dalam menghadirkan pengalaman transaksi yang seamless dapat menjadi faktor penting dalam memenangkan konsumen. Oleh karena itu, QRIS cross-border bukan hanya sekadar metode pembayaran baru, tetapi juga peluang bagi bisnis untuk semakin terhubung secara digital.