Tren Bleisure: Apa Dampaknya untuk Bisnis dan Pembayaran?

bleisure travel
Table of Contents

Jika dulu perjalanan bisnis identik dengan jadwal padat dan waktu yang terbatas. Hari ini, pola itu mulai berubah. Semakin banyak profesional yang tidak langsung pulang setelah urusan kerja selesai, melainkan memperpanjang perjalanan untuk menikmati waktu pribadi, tren ini dikenal sebagai bleisure (business + leisure).

Di 2026, bleisure bukan lagi tren niche. Ini telah menjadi pola baru dalam perjalanan bisnis global, termasuk di Indonesia. Bagi pelaku bisnis, perubahan ini menjadi sinyal perubahan perilaku konsumen yang berdampak langsung pada transaksi, layanan, dan strategi pembayaran.

Mengapa Tren Bleisure Semakin Relevan bagi Bisnis di Indonesia?

Bleisure travel adalah praktik menggabungkan perjalanan bisnis dengan aktivitas leisure, biasanya dengan memperpanjang masa tinggal atau menyisipkan waktu liburan di sela agenda kerja.

Menururt Agoda Travel Outlook Report 2026, secara APAC:

  • Pasar bleisure travel diproyeksikan mencapai USD 1,71 triliun pada 2032
  • 76% business traveler berencana untuk menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan pribadi alias bleisure

Di Indonesia, tren ini tidak hanya terlihat dari perilaku traveler, tetapi juga dari arah pengembangan industri pariwisata nasional.

Berdasarkan Indonesian Tourism Outlook 2025/2026, tren bleisure di Indonesia tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan work-life balance, yang mendorong profesional menggabungkan produktivitas dan rekreasi dalam satu perjalanan.

Hal ini tercermin dari beberapa indikator:

  • 79% Gen Z dan 67% milenial memilih menggabungkan perjalanan bisnis dengan liburan
  • Traveler bisnis cenderung memperpanjang masa tinggal untuk mengeksplorasi destinasi
  • Pertumbuhan bleisure didukung oleh ekosistem seperti MICE, nomadic work-life travel, dan wisata urban

Kota-kota seperti Yogyakarta, Denpasar, dan Bandung pun berkembang menjadi workation hub, dengan dukungan:

  • coworking space
  • resort berbasis produktivitas
  • infrastruktur digital untuk kerja jarak jauh

Perubahan Perilaku Traveler dalam Tren Bleisure

Bleisure tidak hanya mengubah cara orang bepergian, tetapi juga membentuk pola konsumsi dan transaksi yang baru, lebih panjang, lebih variatif, dan semakin berbasis pengalaman.

Salah satu pendorong utama perubahan ini di Indonesia adalah integrasi antara bleisure dan industri MICE, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Bali.

Pendekatan ini secara langsung mengubah perilaku traveler bleisure:

  • Lebih engaged selama perjalanan, karena pengalaman tidak terbatas pada agenda kerja
  • Durasi tinggal lebih panjang, karena ada insentif untuk mengeksplorasi destinasi
  • Total pengeluaran meningkat, karena adanya aktivitas tambahan di luar kebutuhan bisnis

Dengan kata lain, bleisure travel tidak lagi sekadar “menambah hari liburan”, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi industri pariwisata untuk meningkatkan nilai ekonomi dari setiap perjalanan bisnis.

Ini Peluang Bleisure bagi Pelaku Bisnis

Tren bleisure tidak hanya mengubah perilaku traveler, tetapi juga membuka peluang baru di berbagai sektor industri. Di sisi lain, ada tantangan yang perlu diantisipasi agar bisnis tetap relevan dan kompetitif.

1. Travel & Hospitality: Dari Akomodasi ke Experience

Traveler tidak lagi mencari tempat menginap hanya untuk istirahat, tetapi juga untuk bekerja dan menikmati pengalaman.

Peluang:

  • Menghadirkan extended stay package
  • Menyediakan workation-friendly accommodation (Wi-Fi cepat, coworking space, flexible check-in/out)
  • Menggabungkan layanan hotel dengan aktivitas leisure

2. Event & Experience Industry: Lonjakan Demand yang Lebih Berkualitas

Event tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari perjalanan bleisure.

Peluang:

  • Integrasi event + travel experience (konser, sport tourism, wellness)
  • Menarik peserta untuk tinggal lebih lama

3. Retail & Lifestyle: Spending Lebih Tinggi, Lebih Spontan

Bleisure traveler cenderung lebih eksploratif dan impulsif dalam berbelanja.

Peluang:

  • Upselling berbasis pengalaman (kuliner, local experience, lifestyle products)
  • Menargetkan traveler dengan penawaran yang lebih personal

Tantangan Transaksi Bleisure dan Kebutuhan Solusi Bisnis

Bleisure pada akhirnya bukan hanya soal travel experience, tetapi juga tentang transaction experience.

1. Banyak Touchpoint, Butuh Pembayaran yang Seamless

Dalam satu perjalanan bleisure, traveler bisa melakukan ragam transaksi di berbagai channel, misalnya:

  • Online (booking hotel, tiket event)
  • Offline (F&B, retail, transport lokal)

Tanpa sistem pembayaran yang mulus, pengalaman bisa terfragmentasi.

2. Kebutuhan Metode Pembayaran Favorit

Traveler bleisure tidak menggunakan satu metode saja sehingga membutuhkan fleksibilitas memilih metode pembayaran yang nyaman di setiap aktivitas transaksi yang berbeda-beda, seperti:

  • Kartu kredit/debit 
  • QRIS
  • E-wallet
  • Virtual Account

3. Real-Time & Transparent

Karena bleisure menggabungkan bisnis dan personal:

  • Perusahaan perlu tracking transaksi secara real-time
  • Memastikan transparansi dan kontrol biaya

4. Keamanan Jadi Faktor Kunci

Dengan banyaknya transaksi di berbagai lokasi, risiko fraud pun meningkat, sehingga dibutuhkan sistem keamanan yang andal untuk menjaga transaksi setiap harinya.

Kenapa Ini Penting untuk Bisnis?

Bleisure menciptakan lebih banyak peluang transaksi, tapi tanpa sistem pembayaran yang tepat, peluang tersebut bisa tidak maksimal.

Sebaliknya, bisnis yang mampu menghadirkan:

  • Checkout yang cepat dan nyaman
  • Metode pembayaran lengkap
  • Pengalaman cashless yang seamless

akan lebih siap menangkap high-intent spending dari traveler bleisure.

Ketika perilaku konsumen berubah menjadi lebih dinamis dan digital, strategi bisnis pun perlu beradaptasi, terutama dalam menghadirkan sistem pembayaran yang relevan di setiap momen transaksi. Disinilah peran solusi pembayaran digital menjadi krusial, tidak hanya untuk memproses transaksi, tetapi juga memastikan pengalaman yang cepat, aman, dan seamless di berbagai touchpoint.

Sebagai perusahaan fintech pembayaran di Indonesia, DOKU menyediakan solusi pembayaran digital yang dirancang untuk membantu bisnis menghadapi dinamika tersebut. Mulai dari dukungan berbagai metode pembayaran terluas seperti kartu, e-wallet, hingga QRIS, hingga sistem keamanan yang andal, DOKU membantu bisnis menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih optimal bagi pelanggan Anda.

Hadirkan pengalaman transaksi yang seamless di setiap perjalanan pelanggan.
Konsultasikan kebutuhan pembayaran digital bisnis Anda dengan tim DOKU.