Key Takeways:
- QRIS bayar digunakan untuk menerima pembayaran merchant sedangkan QRIS transfer digunakan untuk mengirim dana antar pengguna atau rekening pribadi.
- Banyak modus penipuan memanfaatkan minimnya pemahaman merchant terkait perbedaan QRIS bayar dan QRIS transfer.
- Waspada risiko penipuan dengan gunakan QRIS resmi, selalu memverifikasi transaksi masuk, serta memastikan staf memahami alur pembayaran QRIS dengan benar.
Tahukah Anda bahwa ternyata ada dua jenis QRIS dengan fungsi yang berbeda, yaitu QRIS bayar dan QRIS transfer? Meski sekilas terlihat mirip, keduanya memiliki tujuan transaksi dan cara penggunaan yang berbeda. Kesalahan memahami fungsi QRIS ini bahkan kerap dimanfaatkan dalam berbagai modus penipuan digital yang menyasar pelaku bisnis maupun pengguna sehari-hari.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan QRIS bayar dan QRIS transfer?
Perbedaan QRIS Bayar dan QRIS Transfer

Meski sama-sama menggunakan QR code, QRIS bayar dan QRIS transfer memiliki fungsi, alur transaksi, dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Apa itu QRIS Bayar?
QRIS yang dipakai untuk transaksi pembayaran antara pelanggan dan merchant. Umumnya, transaksi dengan QRIS Bayar terjadi di tempat-tempat seperti convenience store, coffee shop/cafe, pembayaran di restoran dll.
QRIS Bayar memiliki dua metode:
1. Merchant Presented Mode (MPM)
Merchant menampilkan QR, lalu pelanggan yang scan. Metode ini paling umum digunakan di UMKM, restoran, coffee shop, hingga retail.
Dalam proses transaksinya:
- Pelanggan scan QR milik merchant
- Memasukkan nominal pembayaran (atau nominal muncul otomatis)
- Mengkonfirmasi pembayaran di aplikasi mobile banking/e-wallet
- Pembayaran masuk ke rekening merchant
2. Consumer Presented Mode (CPM)
Pelanggan menampilkan QR dari aplikasi pembayaran mereka, lalu merchant yang melakukan scan menggunakan scanner atau sistem POS.
Dalam proses transaksinya:
- Pelanggan membuka QR pembayaran di aplikasi
- Merchant scan QR milik pelanggan
- Nominal pembayaran diproses melalui sistem kasir/POS
- Pelanggan mengkonfirmasi transaksi
- Pembayaran masuk ke rekening merchant
Apa itu QRIS Transfer?
Berbeda dengan QRIS bayar yang digunakan untuk menerima pembayaran dari pelanggan, QRIS transfer berfungsi untuk mengirim dana antar pengguna atau antar rekening. QR ini biasanya dibuat melalui aplikasi mobile banking atau e-wallet pribadi dan digunakan untuk menerima transfer uang, bukan transaksi merchant.
Karena tampilannya sekilas mirip dengan QRIS bayar, banyak pengguna sering tidak menyadari perbedaannya. Padahal, saat QR transfer dipindai, sistem akan membaca transaksi sebagai pengiriman uang dari rekening pemindai ke pemilik QR tersebut. Inilah yang sering dimanfaatkan dalam modus penipuan, terutama ketika pengguna tidak memeriksa detail transaksi secara teliti sebelum melanjutkan pembayaran.
Cara Mudah Membedakan QRIS Bayar dan QRIS Transfer
Cara paling mudah adalah dengan melihat tujuan transaksinya dan berikut aspek pembeda lainnya:

Di sisi lain, penggunaan QRIS sendiri terus tumbuh pesat seiring meningkatnya tren transaksi cashless di Indonesia. Dilansir dari laman Bank Indonesia, hingga Februari 2026, QRIS telah menjangkau lebih dari 60,77 juta pengguna dan digunakan sebanyak 44 juta merchant. Pada kuartal pertama 2026 saja, transaksi QRIS tumbuh hingga 116.43% secara tahunan (year-on-year).
Kenapa Pelaku Bisnis Harus Memahami Perbedaannya?
Banyak kasus penipuan terjadi karena pelaku bisnis belum memahami apakah QR yang dipindai adalah QRIS bayar atau QRIS transfer.
Penipu biasanya memanfaatkan situasi seperti:
- Terburu-buru
- Antrean ramai
- Merchant tidak mengecek notifikasi penerimaan pembayaran
- Korban tidak membaca detail transaksi
Akibatnya, korban justru melakukan transfer uang ke pelaku.
Ketika QRIS Disalahgunakan untuk Modus Penipuan
Seperti yang dikutip di Kompas.com (Juni 2025), seorang pelaku bisnis mengaku kehilangan Rp2 juta akibat salah memahami penggunaan QRIS.
Dalam kasus tersebut, pelaku yang berpura-pura menjadi pelanggan meminta QR dari rekening bank merchant untuk melakukan pembayaran. Namun setelah merchant memberikan QR dan memasukkan PIN, saldo justru terpotong Rp2 juta dari rekening bisnisnya.
Belakangan diketahui bahwa pelaku diduga memanfaatkan kekeliruan merchant terkait perbedaan QRIS bayar dan QRIS transfer. Alih-alih menerima pembayaran, merchant tanpa sadar justru melakukan otorisasi transaksi yang membuat dana keluar dari rekeningnya sendiri.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelaku bisnis perlu lebih memahami fungsi masing-masing jenis QRIS agar tidak menjadi korban modus penipuan digital.
Secara umum, alur penipuan yang memanfaatkan QRIS transfer seperti berikut ini:
- Pelaku berpura-pura menjadi customer dan meminta pembayaran via QRIS dari mobile banking pribadi.
- Merchant membuka fitur QRIS transfer atau “QRIS Tampil” di aplikasi bank tanpa menyadari perbedaannya dengan QRIS Bayar.
- QR tersebut kemudian dipindai oleh pelaku atau digunakan dalam proses transaksi.
- Saat merchant memasukkan PIN atau menyetujui transaksi, dana justru terkirim keluar dari rekening merchant ke rekening pelaku.
Tips Aman Pakai QRIS Bagi Pebisnis

Agar terhindar dari modus penipuan yang memanfaatkan QRIS, berikut beberapa tips untuk Anda:
- Gunakan QRIS resmi dari penyedia terpercaya
Pastikan QRIS yang digunakan terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia agar transaksi lebih aman dan terpercaya.
- Pahami perbedaan QRIS Bayar dan QRIS Transfer
Banyak modus penipuan memanfaatkan minimnya pemahaman pelaku bisnis terkait fungsi kedua jenis QRIS ini. Memahami perbedaannya dapat membantu bisnis menghindari kesalahan transaksi.
- Selalu verifikasi transaksi sebelum menyerahkan barang
Jangan hanya mengandalkan screenshot bukti transfer dari pelanggan. Pastikan pembayaran benar-benar berhasil melalui notifikasi.
- Rutin pantau transaksi dan gunakan sistem monitoring yang jelas
Cek riwayat transaksi secara berkala dan gunakan sistem pembayaran yang menyediakan notifikasi real-time agar aktivitas mencurigakan lebih mudah terdeteksi.
- Edukasi kasir dan hindari sembarang membagikan QRIS bisnis
Pastikan staf memahami cara kerja QRIS dan ciri transaksi sukses. Selain itu, hindari membagikan QRIS atau informasi akun bisnis ke pihak yang tidak jelas.
Semakin besar transaksi digital bisnis, semakin besar pula risiko kesalahan transaksi dan modus penipuan yang perlu diwaspadai. Karena itu, memahami perbedaan QRIS bayar dan QRIS transfer menjadi langkah penting agar bisnis dapat bertransaksi lebih aman dan terhindar dari kerugian finansial. Untuk mendukung transaksi yang lebih praktis sekaligus aman, DOKU menyediakan layanan QRIS yang terintegrasi dan membantu bisnis menerima pembayaran digital lintas aplikasi dengan lebih seamless.
#KalauRaguStopDulu
#GeberPK2026
#KonsumenCerdasPeKABertransaksi
