Insightful! Workshop Digital Sekolah Beta: DOKU Berbagi Perspektif Industri

workshop digital sekolah beta
Table of Contents

Ketika AI membuat proses membangun produk digital semakin mudah, apa yang membedakan satu talenta dengan talenta lainnya? Kemampuan teknis tetap penting, tetapi talenta digital juga perlu memahami masalah, kebutuhan pengguna, strategi bisnis, hingga cara menerjemahkan ide menjadi solusi yang relevan.

Perspektif tersebut menjadi bagian dari partisipasi DOKU dalam Sekolah Beta, program inisiasi Gerakan Nasional #1000StartupDigital yang memberikan pembinaan praktikal bagi calon talenta digital. Bertempat di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta, program ini mempertemukan peserta dengan praktisi dari berbagai bidang untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dan dinamika industri startup digital. Dalam kesempatan ini, DOKU berpartisipasi melalui enam sesi yang terbagi dalam tiga sesi workshop: Hacker, Hustler, dan Hipster. 

Tiga Perspektif, Enam Sesi Praktisi DOKU

Workshop #1000StartupDigital memberikan pembekalan yang disesuaikan dengan peran dalam tim startup melalui tiga jalur dengan fokus yang berbeda.

  • Hacker: teknologi dan pengembangan produk
  • Hustler: bisnis dan pemasaran
  • Hipster: desain dan pengalaman pengguna.

Ketiga perspektif tersebut menjadi ruang bagi DOKU untuk berbagi pengalaman praktis dari berbagai fungsi di industri digital. Dalam enam sesi, para speaker dari DOKU membahas berbagai topik menarik mulai dari kebutuhan talenta di era AI, pengembangan produk berbasis AI, customer engagement, partnership, marketing B2B, hingga product dan UX thinking. Berikut rangkaian sesi yang dibawakan DOKU:

1. Hacker Class: Menghubungkan Teknologi dengan Kebutuhan Nyata

Pada Hacker Class, peserta diajak melihat teknologi tidak hanya dari kemampuan membangun sistem, tetapi juga dari bagaimana teknologi digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata dan bagaimana peran developer berkembang di era AI.

Salah satunya melalui sesi “What Tech Companies Look for Beyond Technical Skills” yang dibawakan oleh Rahmani Azizah (Talent Acquisition DOKU) dan Agung Budiarto (Tech Lead DOKU).

Dari perspektif Talent Acquisition, Rahmani membahas hal-hal yang dilihat recruiter ketika menilai entry-level talent, mulai dari technical skills sebagai baseline, pengalaman dan proyek, hingga kemampuan menunjukkan kontribusi, problem solving, komunikasi, rasa ingin tahu, dan adaptasi. Sementara itu, Agung membahas bagaimana AI mengubah cara developer bekerja sekaligus ekspektasi terhadap junior developer. Peserta diajak memahami pentingnya technical fundamentals, kemampuan mengevaluasi output AI, serta judgment, komunikasi, kolaborasi, dan ownership dalam menyelesaikan masalah.

Di sesi Hacker Class ini juga membawakan topik yang bertajuk “Designing AI Products for Real-World Transactions” bersama Firman Hanafi (Solution Architect). Di tengah perkembangan AI, peserta melihat bagaimana teknologi dapat dirancang untuk menjawab kebutuhan transaksi di dunia nyata dengan mempertimbangkan konteks penggunaan dan kebutuhan bisnis.

2. Hustler Class: Mendorong Pertumbuhan melalui Customer Engagement dan Partnership

Pada Hustler Class, DOKU membawa sisi bisnis dan pemasaran melalui sesi “Driving Sales Growth and Customer Engagement With AI and Automation” yang dibawakan oleh Syifaa Khoirunnisaa (Product Marketing DOKU) dan Muhammad Reval Shidqi (CRM Specialist DOKU). Keduanya membagikan pengalaman dan real case untuk menunjukkan bagaimana data dapat digunakan dalam menentukan tindakan di sepanjang customer journey, mulai dari memprioritaskan lead hingga mendorong customer menuju transaksi dan repeat.

Dari studi kasus yang dipaparkan, peserta juga mendapatkan gambaran bahwa data berperan dalam menentukan keputusan, sementara automation membantu menjalankan strategi engagement secara lebih scalable. Keduanya perlu diarahkan pada tindakan yang relevan di setiap tahap customer journey dan terus disempurnakan berdasarkan hasil yang ditemukan.

Di sesi hustler class lainnya, perspektif pertumbuhan bisnis juga dibahas dalam “Unlocking High-Value Partnerships for Sustainable Growth” bersama Nico Abiawan (Business Enterprise Partnership). Sesi ini mengulas bagaimana partnership dapat membuka peluang baru, memperluas kapabilitas, dan menciptakan nilai bagi bisnis maupun pelanggan.

3. Hipster Class: Memahami Pengguna melalui Data dan Product Thinking

Sementara itu, Hipster Class membawa sisi marketing, desain, dan pengalaman pengguna dalam pengembangan produk digital. Melalui sesi “Scaling B2B Marketing Campaigns With Data-Driven Insights”, Pramana (Creative Marketing DOKU) dan Harry Kurniawan (Digital Marketing DOKU) membagikan pengalaman melalui satu real campaign, mulai dari menentukan objective dan target audience, merumuskan pesan, mengembangkan creative, hingga melihat respons audiens setelah campaign berjalan.

Pembahasan kemudian berlanjut pada bagaimana data digunakan untuk membaca performa campaign dan menentukan langkah berikutnya. Peserta melihat proses menemukan hal yang bekerja pada audience, channel, creative, maupun message, lalu mengoptimalkannya berdasarkan data. Dari sini, peserta mendapatkan gambaran bahwa campaign yang efektif membutuhkan kreativitas yang relevan dengan audience dan objective yang jelas, serta keputusan berbasis data untuk terus memperbaiki performance.

Di sesi hipster class lainnya, ada Harits Muhammad (Product Manager) dan Luthfan Kin (UI/UX Lead) yang membawakan topik “Simplifying Complex User Journeys Through Product and UX Thinking”. Sesi ini mengangkat pentingnya melihat produk dari sudut pandang pengguna serta bagaimana pendekatan product dan UX dapat membantu menyederhanakan user journey yang kompleks agar pengalaman menggunakan produk menjadi lebih mudah dipahami.

Mendekatkan Talenta Digital dengan Kebutuhan Industri

Enam sesi yang dibawakan oleh DOKU menunjukkan bahwa membangun dan mengembangkan produk digital membutuhkan kemampuan yang saling melengkapi. Di tengah perkembangan AI, technical skills tetap menjadi fondasi, namun kemampuan memahami pengguna, membaca data, menyusun strategi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan juga berperan dalam menghasilkan solusi yang relevan.

Melalui partisipasi dalam Sekolah Beta, DOKU turut mempertemukan pengalaman praktis di industri pembayaran digital dengan calon talenta yang sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke industri. Berbagi pengetahuan seperti ini diharapkan dapat membantu peserta memahami bagaimana teknologi, produk, marketing, dan bisnis saling terhubung dalam membangun solusi digital serta mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk terus berkembang di industri yang dinamis.