KEY TAKEAWAYS:
- Artikel ini menjelaskan berbagai metode perhitungan diskon untuk pebisnis, mulai dari diskon persen tunggal, diskon persen ganda, hingga cara mengetahui persentase diskon dari harga coret.
- Kunci utama agar tidak rugi adalah dengan menghitung batas diskon maksimum. Ini dilakukan dengan memahami struktur biaya seperti COGS (biaya pokok produksi) dan OPEX (biaya operasional)
- Sebelum menawarkan diskon, pebisnis wajib memperhitungkan semua biaya, mengetahui harga dasar produk, dan menetapkan margin profit yang kompetitif dengan melakukan riset pasar agar promo tetap menguntungkan.
- Kesuksesan penjualan tidak hanya bergantung pada diskon, tetapi juga pada kenyamanan transaksi.
Diskon jadi strategi tepat untuk meningkatkan omzet. Ini cara menghitung diskon yang tepat, biar tidak boncos dan mendapat untung besar
Bagaimana cara efektif dalam meningkatkan angka penjualan? Ada banyak strategi yang bisa kamu gunakan. Dari sekian banyak opsi strategi penjualan, menawarkan diskon adalah salah satu di antaranya. Hanya saja, kamu perlu memiliki pengetahuan tentang cara menghitung diskon yang benar biar strategi pemasaran berakhir dengan keuntungan.
Read More: : Tipe-Tipe Konsumen yang Harus Dihadapi Pebisnis, Cek di Sini!
Jenis-Jenis Diskon
Terkait penggunaan strategi promosi dengan diskon, kamu bisa menemukannya dalam berbagai jenis, termasuk di antaranya adalah:
1. Diskon dalam Bentuk Persentase
Bentuk diskon yang pertama diskon persen. Kamu bakal sering menjumpainya. Bahkan, tak jarang ada pemilik bisnis yang berani menawarkan diskon dalam jumlah besar-besaran, mencapai 70 hingga 80%.
Dalam praktiknya, penggunaan diskon dalam bentuk persen bertujuan untuk meningkatkan angka penjualan produk secara drastis. Dengan adanya potongan harga yang cukup signifikan, kamu tidak akan mengalami kesulitan dalam menarik perhatian konsumen untuk melakukan pembelian.
2. Diskon Potongan Harga
Selanjutnya, kamu bisa menemukan penggunaan strategi diskon berupa potongan harga. Penerapan strategi diskon ini biasanya berlaku untuk pembelian barang mencapai angka tertentu. Sebagai contoh, seorang konsumen akan memperoleh potongan harga Rp30 ribu saat melakukan transaksi pembelian senilai Rp500.000.

3. Diskon Produk Khusus
Kamu bisa pula menggunakan strategi diskon khusus. Sesuai dengan namanya, diskon ini hanya perlu kamu berikan pada konsumen dengan karakteristik tertentu. Kamu pun bisa memberikan diskon dalam bentuk potongan harga atau persentase.
Contohnya adalah ketika kamu menawarkan diskon khusus untuk pengguna kartu kredit BCA. Kamu menawarkan diskon mencapai 30%. Sebagai tambahan, kamu bisa pula menetapkan syarat lain. Misalnya, berlaku hanya untuk produk fashion.
4. Diskon Gratis Ongkos Pengiriman
Kalau kamu menyediakan layanan pembelian secara online, ada pilihan untuk memberi diskon dalam bentuk gratis ongkos kirim (ongkir). Praktik seperti ini sangat efektif dalam meningkatkan ketertarikan para pelanggan.
Kamu bisa menyediakan diskon gratis ongkir lewat berbagai metode. Sebagai contoh, kamu memberikan promo diskon tersebut ketika pelanggan melakukan pembelian dengan nominal tertentu.
5. Pemberian Hadiah
Terakhir, ada pula diskon yang berupa pemberian hadiah. Pemberian hadiah pada produk tertentu, bisa memberikan nilai lebih di mata pelanggan. Apalagi, kalau kamu menyediakan hadiah berupa produk yang dibuat secara terbatas dan unik.
Cara Menghitung Diskon yang Benar

Dengan berbagai pilihan jenis diskon, kamu perlu memiliki perhitungannya secara jelas. Terkait hal ini, ada beberapa metode yang bisa kamu pilih:
1. Cara Menghitung Diskon Tunggal
Metode yang pertama adalah dengan menggunakan rumus dikson tunggal. Rumusnya adalah sebagai berikut:
- Diskon (Rp) = % diskon x harga produk
- Harga produk setelah diskon = Harga asli - diskon
- Harga produk setelah diskon = (100% - % diskon) x harga asli
Biar lebih jelas, berikut ini adalah contoh perhitungannya:
Andika menjual pakaian dengan diskon sebesar 20% dari harga asli senilai Rp200 ribu. Lalu, berapa harga jual pakaian tersebut setelah mendapat potongan diskon?
Nominal diskon = 20% x Rp200 ribu = Rp40 ribu
Maka, harga setelah diskon menjadi = Rp200 ribu - Rp40 ribu = Rp160 ribu
Read more: Profit Margin, Kunci Memahami Kesehatan Finansial Bisnis
2. Cara Menghitung Diskon Ganda
Beberapa penjual terkadang menyediakan diskon ganda atau bertingkat. Dibandingkan dengan diskon tunggal, cara menghitung diskon ganda memang sedikit lebih rumit. Kamu bisa menggunakan rumus perhitungannya sebagai berikut:
- Harga setelah diskon pertama = (100% - % diskon pertama) x harga produk
- Harga setelah diskon kedua = (100% - % diskon kedua) x harga barang setelah diskon pertama
Contoh perhitungan rumus diskon ganda bisa kamu lihat sebagai berikut:
Andika menjual sepatu yang mempunyai harga Rp500 ribu dengan disertai diskon ganda 30% + 30%. Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut:
Harga sepatu setelah diskon pertama = (100% - 30%) x Rp500 ribu = 70% x Rp500 ribu = Rp350 ribu.
Harga sepatu setelah diskon kedua = (100% - 30%) x Rp350 ribu = 70% x Rp350 ribu = Rp245 ribu.
Jadi, harga jual sepatu setelah diskon ganda adalah sebesar Rp245 ribu.

3. Cara Menghitung Diskon Dari Harga Coret
Dalam strategi promosi, Anda mungkin sering menggunakan harga coret seperti “dari Rp299.000 jadi Rp199.000” untuk menarik perhatian calon pembeli. Supaya promo yang Anda buat tetap menguntungkan, penting bagi Anda untuk tahu berapa persen sebenarnya potongan harga yang Anda berikan.
- Rumus perhitungan sederhananya sebagai berikut :
% Diskon = (Harga Awal − Harga Promo) ÷ Harga Awal × 100%
Biar lebih jelas, berikut ini adalah contoh perhitungannya:
Misalnya, Anda menjual produk dengan harga awal Rp299.000, lalu menurunkannya menjadi Rp199.000 saat promo.
Maka perhitungannya adalah:
(299.000 − 199.000) ÷ 299.000 × 100% = 100.000 ÷ 299.000 × 100% ≈ 33,44%.
Artinya, diskon yang Anda berikan sekitar 33% dari harga awal. Dengan mengetahui persentase diskon ini, Anda bisa menyesuaikan strategi promosi agar tetap menarik bagi konsumen, sekaligus menjaga margin keuntungan bisnis tetap aman.
Batas Aman Diskon agar Tidak Melebihi Margin
Sebelum menetapkan besaran diskon, Anda perlu memastikan bahwa potongan harga yang diberikan tidak menggerus margin keuntungan bisnis. Caranya adalah dengan memahami terlebih dahulu struktur biaya produk.
Berikut komponen yang perlu Anda perhatikan:
- COGS (Cost of Goods Sold) atau biaya pokok produksi per unit.
- OPEX (Operational Expense) atau biaya operasional per unit, seperti ongkos kirim, biaya platform, atau biaya pemasaran.
- Margin kotor, yaitu selisih antara harga jual dan COGS.
Dari komponen tersebut, Anda bisa menghitung batas maksimum diskon dengan rumus sederhana berikut:
Diskon maksimum ≈ Margin kotor − OPEX − Buffer (target laba)
Contoh perhitungan:
Misalnya, Anda menjual produk dengan rincian berikut:
- COGS = Rp60.000
- OPEX = Rp10.000
- Harga jual = Rp100.000
Maka margin kotor Anda adalah Rp40.000.
Jika Anda menargetkan laba Rp10.000 per produk, sisa yang bisa Anda gunakan untuk diskon adalah Rp30.000, atau sekitar 30% dari harga jual.
Dengan begitu, Anda tetap bisa menjalankan strategi diskon yang menarik pelanggan, tanpa menekan margin hingga membuat bisnis merugi.
Tips Biar Tetap Untung Meski Menawarkan Diskon
Kamu punya kebebasan dalam menentukan diskon. Namun, hal penting yang perlu kamu perhatikan adalah jangan sampai pemberian diskon malah membuat bisnis merugi. Sebagai solusinya, ada 3 tips penting yang perlu kamu perhatikan saat menjual barang dengan diskon, yaitu:
1. Perhitungkan Semua Biaya
Dalam menentukan harga jual produk, kamu harus memperhitungkan semua biaya yang dikeluarkan. Jenis pengeluaran bisa berbeda-beda untuk masing-masing pelaku bisnis. Hal ini bergantung dengan jenis usaha yang kamu jalankan.
Sebagai contoh, kalau kamu adalah bisnis manufaktur, maka kamu perlu memperhitungkan biaya bahan baku. Selain itu, ada pula biaya lainnya seperti biaya operasional, transportasi, gaji karyawan, listrik, dan lain-lain.
Situasinya berbeda ketika kamu menjalankan usaha dagang. Kamu tak perlu mengeluarkan biaya bahan baku atau biaya produksi. Sebagai gantinya, kamu harus mempertimbangkan biaya seperti biaya gudang, biaya pemasaran, biaya transportasi, dan lain sebagainya.
2. Cari Tahu Harga Dasar Produk
Dalam setiap bisnis, kamu harus memahami apa itu harga dasar. Harga ini merupakan nominal terendah yang perlu kamu perhatikan ketika menjual sebuah barang. Dalam menentukannya, kamu harus menetapkan harga dasar berada di atas harga pasar.
Kamu juga perlu menghitung biaya produksinya. Sebagai contoh, dalam satu kali proses produksi kamu dapat menghasilkan sebanyak 100 produk. Selanjutnya, kamu tinggal melakukan pembagian total biaya produksi dengan jumlah produk yang kamu hasilkan dalam satu kali proses produksi.
3. Tetapkan Margin Profit
Terakhir, kamu perlu menetapkan margin profit dengan tepat. Dalam penentuannya, kamu perlu melakukan riset pasar terlebih dulu. Dengan begitu, kamu akan memperoleh gambaran secara jelas harga pasaran dari sebuah produk.
Jika kamu sudah mengetahui harga jual produk para kompetitor, kamu bisa menilai apakah produk yang kamu pasarkan memiliki harga yang kompetitif atau tidak? Apakah harganya terlalu murah? Atau malah terlalu mahal?
Penentuan margin profit mempunyai kaitan erat dengan penetapan diskon. Dalam menetapkan diskon, kamu tidak boleh melebihi margin profit. Jadi, pastikan kalau nominal diskon lebih kecil dari margin profit.
Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai cara menghitung diskon yang bisa kamu terapkan. Dengan melakukan perhitungan secara matang, strategi diskon yang kamu jalankan tidak hanya meningkatkan angka penjualan. Namun, kamu juga berhasil meraih untung besar.
Untuk membantu kamu dalam meningkatkan angka penjualan, jangan hanya berfokus pada diskon. Namun jangan melupakan aspek lain, termasuk di antaranya adalah kenyamanan para pelanggan dalam melakukan transaksi.
Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.
🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.
📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.
⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.
🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.
📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales
