Membuat foto produk dengan smartphone sebenarnya nggak susah, kok. Kamu bisa intip bagaimana tips foto produk yang mudah diterapkan di artikel berikut!
Maraknya bisnis online saat ini membuat banyak orang membutuhkan foto produk. Foto produk ini nantinya akan dipajang di website maupun media sosial. Dengan foto produk yang baik, harapannya pembeli bisa tertarik untuk melakukan pembelian.
Membuat foto produk memang terdengar mudah, tetapi penerapannya tidak semudah yang dibayangkan. Kamu perlu tahu angle yang baik untuk mengambil foto, bagaimana mengatur setting, serta bagaimana cara mengedit foto produk supaya foto tampak bagus.
Ingin membuat foto produk sendiri? Coba deh intip tips foto produk berikut. Cukup pakai smartphone, jadikan foto produkmu sebagai magnet yang mendatangkan banyak pembeli!
Read More: Tips Memilih Sketsa Kemasan Produk Unik yang Bisa Kamu Coba!
Tips Mengambil Foto Produk dengan Smartphone

Tips foto produk yang akan diberikan berikut adalah tips mengambil foto produk dengan menggunakan smartphone. Supaya hasil jepretanmu bagus, kamu perlu tahu trik-trik berikut, nih!
1. Ambil foto di ruangan dengan lighting alami yang baik
Dibandingkan mengambil foto di ruangan yang gelap menggunakan flash, menggunakan pencahayaan alami dari jendela merupakan trik foto produk untuk hasil yang lebih baik.
Lighting alami bisa memberikan hasil foto yang tampak lebih smooth jika dibandingkan dengan foto yang mendapatkan pencahayaan flash.
Nah, supaya kamu bisa mendapatkan lighting alami ini, coba deh ambil foto produk di dekat jendela.
Jika kondisi rumahmu gelap, kamu bisa membuat foto produk di teras. Hindari lighting di bawah sinar matahari langsung karena ini bisa membuat produkmu jadi overexposured (terlalu cerah).
2. Gunakan kamera smartphone beresolusi besar
Pastikan juga untuk menggunakan kamera dengan resolusi besar. ‘Resolusi’ yang dimaksud adalah ukuran megapixel yang ada di kamera smartphone-mu.
Semakin besar resolusinya, maka hasil fotomu juga akan semakin tajam dan tidak blur. Struktur objek juga tetap masih jelas dan tidak blur jika nanti kamu perlu melakukan cropping.
Sebagai rekomendasi, kamu bisa menggunakan kamera dengan resolusi 12 MP ke atas. Tanpa cropping yang begitu banyak, biasanya foto yang diambil dengan kamera beresolusi 12 MP ke atas bisa tampak jelas, tidak pecah, atau blur.
3. Gunakan mini tripod
Apa sih tujuan menggunakan tripod? Tripod bisa kamu gunakan agar foto yang kamu ambil tidak blur karena getaran tangan. Ini akan sangat penting ketika kamera smartphone-mu tidak dilengkapi dengan fitur image stabilization.
Kalau kamera smartphone-mu sudah dilengkapi fitur image stabilization, apa masih perlu menggunakan mini tripod? Tidak harus, tetapi tidak ada salahnya menggunakan mini tripod untuk menghindari hasil foto produkmu jadi blur.
4. Gunakan diffuser jika lighting alami dari luar terlalu terang
Terpaksa membuat foto produk di tempat yang terlalu terang? Tips foto produk selanjutnya adalah menggunakan diffuser.
Apa sih yang dimaksud dengan diffuser? Diffuser adalah alat yang kamu gunakan dengan tujuan untuk menyebarkan dan mengurangi intensitas cahaya. Dengan demikian, foto produk yang kamu hasilkan tidak overexposured. Ini juga membantu agar bayangan tidak terlihat terlalu strong.
Diffuser bisa kamu buat secara DIY dari berbagai bahan di rumah, kok. Salah satu contohnya adalah kertas print atau kain putih biasa. Nantinya, kamu bisa meletakkan diffuser untuk mengurangi intensitas cahaya yang datang dari sumber cahaya.
5. Pelajari bagaimana menata setting tempat untuk foto produk
Tips foto produk selanjutnya berkenaan dengan mengatur setting foto produk. Jika kamu masih pemula, kamu bisa mencari tahu bagaimana setting foto produk yang baik dengan mempelajari referensi-referensi yang bisa dijumpai dengan mudah di internet.
Mempelajari berbagai referensi bisa membantumu untuk mengetahui bagaimana menempatkan backdrop dan properti secara tepat untuk produk yang akan dipotret. Kamu juga bisa tahu bagaimana penempatan produk yang baik agar foto terlihat lebih menarik.
6. Hindari: zoom, selfie, flash
Tips foto produk selanjutnya adalah menghindari tiga hal berikut: zoom, selfie, dan flash. Apa maksudnya?
Poin pertama adalah menghindari zoom ketika memotret produk. Tujuannya adalah agar foto yang dihasilkan tidak blurry atau pecah hasilnya. Meski membuat produk jadi terlihat lebih dekat, zooming bisa membuat kualitas foto Anda jadi menurun.
Poin selanjutnya adalah menghindari selfie. Sangat tidak disarankan mengambil foto produk dengan kamera selfie maupun memotret foto produk dengan cara selfie.
Tak hanya sulit dilakukan, mengambil foto dengan kamera selfie biasanya membuat foto yang diambil berkualitas rendah. Sebab, kamera depan biasanya memiliki resolusi yang lebih kecil dibandingkan kamera belakang.
Poin ketiga adalah menghindari menggunakan flash. Sebenarnya, penggunaan flash dalam foto produk sah-sah saja. Akan tetapi, hindari membuat foto jadi overexposured (terlalu terang).
Penggunaan flash juga rentan membuat foto memiliki bayangan yang kontras dengan hasil foto produk. Maka dari itu, akan lebih baik jika kamu menggunakan lighting alami dari luar, bukan dari flash. Kalaupun harus pakai flash, kamu bisa gunakan diffuser untuk meredam cahaya dari flash.
7. Lakukan uji coba berkali-kali untuk memperoleh angle yang pas
Coba pelajari cara mengambil foto produkmu dari berbagai angle. Kamu bisa mencontoh referensi yang sudah kamu lihat sebelumnya. Bisa juga kamu kembangkan lagi sesuai dengan keinginan.
Ada beberapa angle yang biasanya digunakan ketika memotret foto produk. Beberapa di antaranya adalah eye level, high angle, low angle, bird’s eye, dan slanted.
Tak cuma angle, membuat settingan kamera smartphone yang tepat pun juga perlu dilakukan. Maka dari itu, pelajari juga cara mengatur settingan kamera smartphone agar foto produk yang dihasilkan bagus.
8. Buat konsep dan ketahui momen yang pas untuk mengambil foto
Konsep foto sangat penting agar kamu tidak bingung menentukan bagaimana, di mana, dan kapan bisa membuat foto produk. Konsep foto ini juga penting dibuat untuk mengetahui properti apa saja yang nanti akan dibutuhkan.
Bisa dikatakan, membuat konsep merupakan tahapan awal yang harus kamu lakukan ketika membuat foto produk. Tanpa konsep, kamu mungkin akan kebingungan mengatur set dan mengetahui kapan momen yang tepat untuk melakukan foto produk.
9. Lakukan editing simpel
Tips foto produk selanjutnya adalah melakukan editing atas foto yang sudah kamu ambil. Kamu tidak perlu melakukan editing yang ribet, kok.
Beberapa aspek editing yang biasanya perlu kamu lakukan misalnya seperti pengaturan brightness, contrast, saturation, sharpness, white balance, serta highlights/shadows.
Aspek-aspek tersebut adalah aspek editing yang cukup simpel dilakukan, tetapi dapat membuat foto produkmu tampilan yang bagus.
Kamu juga bisa menggunakan presets atau filter foto supaya foto produk yang kamu buat bisa diedit dengan lebih cepat.
Nah, itulah beberapa tips foto produk yang bisa kamu coba terapkan. Semoga tips-tips di atas bisa membantumu ketika membuat foto produk, ya!
Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.
🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.
📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.
⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.
🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.
📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales
