Dalam dunia bisnis yang dinamis, pertumbuhan organik sering kali dirasa terlalu lambat bagi perusahaan yang memiliki ambisi besar. Saat kompetisi kian ketat, banyak pemimpin bisnis yang mulai mendalami arti akuisisi sebagai jalan pintas strategis untuk memenuhi tuntutan inovasi instan dan memperbesar skala usahanya.
Akuisisi adalah salah satu langkah korporasi yang populer dan efektif untuk membantu perusahaan mencapai tujuan-tujuan bisnisnya. Namun, bagi sebagian pebisnis pemula, istilah ini mungkin masih terdengar teknis, rumit, dan seolah hanya terjadi di kalangan perusahaan raksasa.
Apa itu akuisisi dan apa saja keuntungan serta risikonya? Di artikel ini, kita akan mempelajari definisi akuisisi, perbedaannya dengan merger, hingga tantangan yang mungkin dihadapi bisnis ketika melakukan proses tersebut. Yuk, pelajari selengkapnya!
Pengertian Akuisisi dalam Bisnis

Sumber : Envato
Secara sederhana, arti akuisisi dalam bisnis adalah tindakan pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas aset maupun saham sebuah perusahaan oleh perusahaan lain.
Dalam proses ini, perusahaan yang membeli sering disebut sebagai acquirer (pengakuisisi), sedangkan perusahaan yang dibeli disebut sebagai target company.
Meskipun kepemilikan berpindah tangan, eksistensi perusahaan target tidak selalu hilang. Sering kali, perusahaan yang diakuisisi tetap beroperasi terpisah namun berada di bawah kendali pemilik baru.
Tak hanya itu, ada juga kasus akuisisi dimana perusahaan target dilebur sepenuhnya ke dalam struktur perusahaan induk.
Dengan memegang kendali mayoritas, perusahaan pengakuisisi memiliki wewenang penuh untuk menentukan arah kebijakan, pengelolaan aset, hingga restrukturisasi operasional perusahaan target demi mencapai tujuan bisnis yang lebih besar.
Perbedaan Akuisisi dan Merger
Kadang ada orang yang menganggap bahwa merger dan akuisisi adalah hal yang sama. Pasalnya, dua-duanya menggabungkan perusahaan menjadi satu perusahaan. Jika kita menelisik lebih dalam arti akuisisi, terdapat perbedaan fundamental akuisisi dengan merger.
Menurut Investopedia, merger adalah penggabungan dua perusahaan atau lebih yang memiliki ukuran atau skala bisnis yang relatif seimbang untuk membentuk satu entitas baru.
Ibarat pernikahan, merger adalah ketika kedua belah pihak sepakat untuk melebur dan menanggung untung-rugi bersama di bawah nama perusahaan baru. Aset dan kewajiban kedua perusahaan disatukan, dan biasanya saham lama ditarik untuk diganti dengan saham entitas baru.
Sebaliknya, dalam akuisisi, satu perusahaan (biasanya yang lebih besar atau lebih kuat secara finansial) membeli perusahaan lain.
Di akuisisi, tidak ada entitas bisnis baru yang lahir. Perusahaan pengakuisisi (acquirer) tetap berdiri dengan nama yang sama namun dengan aset yang bertambah, sementara perusahaan target menjadi anak usaha atau asetnya diserap.
Jadi, memahami arti akuisisi berarti memahami bahwa ini adalah proses pengambilalihan kontrol, bukan sekadar penggabungan sebagaimana pada merger.
Tujuan Melakukan Akuisisi

Sumber : Envato
Berikut ini adalah tujuan suatu perusahaan melakukan akuisisi, yaitu:
Memperkuat Core Business
Dengan membeli perusahaan yang bergerak di bidang yang sama atau mendukung operasional utama, perusahaan bisa tumbuh lebih cepat dibanding harus membangun divisi baru dari nol. Sinergi yang tercipta memungkinkan perusahaan induk bekerja lebih efisien dan fokus pada keunggulan kompetitifnya.
Meningkatkan Profit Perusahaan
Jika melihat arti akuisisi dari segi finansial, tujuan akuisisi tentu saja untuk meningkatkan profit perusahaan. Caranya adalah dengan menggabungkan sumber daya sehingga biaya operasional per unit bisa ditekan, daya tawar ke supplier menjadi lebih kuat, dan duplikasi peran bisa dihilangkan. Hasil akhirnya adalah margin keuntungan yang lebih tebal bagi perusahaan.
Ekspansi Pangsa Pasar
Ingin menguasai pasar baru di luar negeri atau segmen demografi yang berbeda? Menurut Corporate Finance Institute, akuisisi adalah jalan cepat yang bisa dilakukan perusahaan.
Daripada menghabiskan waktu lama untuk riset pasar dan membangun brand awareness, lebih baik membeli perusahaan lain yang sudah memiliki basis pelanggan setia. Ini adalah cara instan untuk memperluas jangkauan geografis sehingga akan lebih banyak pangsa pasar yang bisa didapat.
Mengurangi Persaingan
Dalam bisnis, kompetisi bisa berlangsung sangat sengit dan memakan banyak modal. Alih-alih menghabiskan banyak modal untuk riset ini-itu mengenai kompetitor, strategi akuisisi sering digunakan untuk ‘menghilangkan’ kompetitor.
Dengan membeli pesaing utama, perusahaan tidak hanya menghilangkan ancaman, tetapi juga langsung menyerap pelanggan mereka. Ini membuat posisi perusahaan di pasar menjadi lebih dominan dan memiliki kontrol lebih besar atas harga.
Diversifikasi Bisnis
Dalam melakukan bisnis maupun investasi, ada sebuah perkataan yaitu ‘Menaruh semua telur dalam satu keranjang sangat berisiko’. Ini adalah ajakan untuk melakukan diversifikasi bisnis atau investasi. Jika satu industri sedang lesu, bisnis maupun investasi bisa kolaps jika kamu tidak melakukan diversifikasi.
Akuisisi memungkinkan perusahaan melakukan diversifikasi ke sektor lain yang belum terjamah namun potensial. Misalnya, perusahaan tambang membeli perusahaan energi terbarukan untuk mengamankan pendapatan masa depan. Ini adalah langkah mitigasi risiko jangka panjang.
Jenis-Jenis Akuisisi

Sumber : Envato
Dalam dunia korporasi, arti akuisisi bisa diterjemahkan ke dalam beberapa jenis mekanisme tergantung pada apa yang dibeli dan posisi industri perusahaan target. Beberapa jenis mekanisme akuisisi yang dimaksud adalah sebagai berikut.
Akuisisi Aset dan Saham
Dalam akuisisi saham, pengakuisisi membeli mayoritas lembar saham perusahaan target sehingga otomatis menjadi pemegang kendali. Sementara itu, akuisisi aset terjadi ketika pengakuisisi hanya membeli aset-aset tertentu milik perusahaan target (seperti mesin, paten, atau database pelanggan) tanpa mengambil alih kewajiban utang atau masalah hukum perusahaan target.
Akuisisi Horizontal
Jenis ini terjadi ketika perusahaan membeli kompetitor langsung yang bergerak di industri yang sama. Contoh paling mudah adalah ketika Facebook (Meta) mengakuisisi Instagram. Keduanya adalah platform media sosial. Tujuan utamanya jelas: memperbesar pangsa pasar, mengurangi persaingan, dan menciptakan sinergi operasional yang kuat.
Akuisisi Vertikal
Perusahaan yang melakukan akuisisi vertikal bertujuan mengambil alih perusahaan yang bergerak di industri yang sama, namun di rantai produksi berbeda.
Sebagai contoh, sebuah pabrik mobil membeli perusahaan produsen ban atau membeli jaringan dealer mobil. Dengan memahami arti akuisisi vertikal ini, perusahaan bisa mengontrol biaya bahan baku dan memastikan distribusi produk lebih lancar tanpa gangguan pihak ketiga.
Akuisisi Konglomerat
Ini adalah jenis akuisisi yang melibatkan dua perusahaan dari industri yang sama sekali berbeda atau tidak berkaitan. Tujuannya murni untuk diversifikasi portofolio bisnis.
Contohnya adalah perusahaan rokok yang mengakuisisi perusahaan layanan streaming film. Meski tidak ada sinergi operasional langsung, langkah ini dilakukan untuk memecah risiko pendapatan agar tidak bergantung pada satu sektor saja.
Tantangan dan Risiko Akuisisi
Walaupun menawarkan ekspansi instan, akuisisi menyimpan tantangan besar yang harus diwaspadai pebisnis:
- Benturan Budaya (Culture Clash): Penyatuan dua perusahaan dengan gaya kerja dan nilai berbeda sering memicu konflik internal yang menghambat sinergi tim.
- Overvaluasi Aset: Ada risiko membeli perusahaan target dengan harga terlalu tinggi (overpriced) yang tidak sebanding dengan nilai nyatanya. Ini berpotensi membuat perusahaan perlu waktu lebih lama untuk balik modal..
- Hambatan Integrasi: Kesulitan menyatukan sistem teknologi dan prosedur operasional bisa memakan biaya dan waktu jauh melebihi prediksi awal.
- Kehilangan Talenta Kunci: Ketidakpastian pasca akuisisi sering membuat karyawan dari perusahaan target memilih resign, padahal mereka adalah aset vital bagi kelangsungan bisnis.
Dukung Strategi Akuisisi dengan Sistem Pembayaran yang Siap Mengikuti Skala Bisnis
Akuisisi bukan hanya soal pengambilalihan aset atau pangsa pasar, tetapi juga kesiapan operasional setelah ekspansi terjadi. Ketika bisnis bertumbuh lebih cepat melalui akuisisi, sistem pembayaran harus mampu mengikuti kompleksitas transaksi, volume yang meningkat, serta kebutuhan integrasi lintas entitas bisnis.
DOKU hadir sebagai mitra pembayaran strategis untuk perusahaan yang tengah berekspansi. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank dan Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan berbagai lini dan unit bisnis.
Dipercaya oleh 300.000+ merchant dari beragam industri, DOKU membantu perusahaan menjaga kelancaran transaksi pasca akuisisi dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi berhasil dan sistem yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Bank Indonesia.
✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.
→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.
→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.
→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅ Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.
→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
✅ Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
- Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
- Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
- Menghubungi tim Sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales
Dengan DOKU, perusahaan dapat memastikan sistem pembayaran tetap terintegrasi, andal, dan siap menangani peningkatan volume transaksi pasca akuisisi. Saatnya menjaga efisiensi operasional dan keberlanjutan pertumbuhan bisnis bersama DOKU Payment Gateway.
Kesimpulan
Setelah mengupas tuntas berbagai aspek di atas, dapat disimpulkan bahwa arti akuisisi lebih dari sekadar transaksi jual-beli perusahaan. Ini adalah manuver strategis yang apabila dilakukan dengan perhitungan cermat, bisa membuat bisnis melesat lebih cepat.
Keputusan untuk melakukan akuisisi memang membawa risiko tersendiri, mulai dari tantangan integrasi budaya kerja hingga potensi overvaluasi aset. Namun, bagi perusahaan yang memiliki fondasi kuat dan visi jangka panjang, langkah ini menawarkan jalur cepat untuk ekspansi pasar, penguasaan teknologi baru, hingga diversifikasi bisnis yang kokoh.
Setelah memahami arti akuisisi dan merencanakan ekspansi, pastikan infrastruktur keuanganmu siap menangani lonjakan volume transaksi. Jangan biarkan pertumbuhan bisnis terhambat oleh sistem pembayaran yang terbatas.
Sebagai pionir payment gateway di Indonesia, DOKU adalah mitra strategismu. Kami menyediakan solusi pembayaran end-to-end berskala enterprise, mencakup Kartu Kredit, QRIS, e-Wallet, dsb., serta dilindungi standar keamanan internasional (PCI DSS). Pastikan fondasi digitalmu kokoh sebelum melangkah lebih jauh. Kunjungi website kami untuk solusi pembayaran terbaik bagi ambisi besar perusahaanmu!
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan akuisisi?
Arti akuisisi dalam bisnis adalah tindakan pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas aset maupun saham sebuah perusahaan oleh perusahaan lain.
2. Apa contoh dari akuisisi?
Salah satu contoh akuisisi yang paling dikenal adalah ketika perusahaan teknologi besar membeli pesaing langsung di industri yang sama (akuisisi horizontal), seperti saat Facebook (sekarang Meta) mengakuisisi Instagram. Contoh lainnya adalah perusahaan induk yang membeli perusahaan pemasok bahan baku untuk mengontrol rantai produksi (akuisisi vertikal).
3. Apa perbedaan akuisisi dan merger?
Perbedaan utamanya terletak pada status perusahaan setelah transaksi. Akuisisi adalah pengambilalihan kontrol di mana entitas pengakuisisi tetap berdiri. Sementara Merger adalah peleburan dua perusahaan dengan skala seimbang untuk membentuk satu entitas baru, di mana kedua nama lama biasanya hilang.
4. Apa arti akuisisi dalam KBBI?
KBBI menyediakan beberapa arti akuisisi. Makna akuisisi dalam bidang bisnis yang disebutkan dalam KBBI adalah ‘Pemindahan kepemilikan sebuah perusahaan atau aset (di dalam industri perbankan yang terjadi saat pembelian saham di atas 50%); pengambilalihan kepemilikan perusahaan atau aset; cara memperbesar perusahaan dengan cara punya perusahaan lain’.
