5 Strategi Jitu Tingkatkan Omzet UMKM di Era Digital

Strategi Jitu Tingkatkan Omzet UMKM di Era Digital
Table of Contents

KEY TAKEAWAYS

  • Peningkatan omzet adalah fondasi keberlanjutan UMKM. Omzet yang terus bertumbuh menandakan bisnis mampu bertahan, berkembang, membiayai operasional, serta memiliki daya saing di tengah persaingan yang semakin ketat.
  • Banyak omzet UMKM stagnan karena kesalahan dasar. Kurangnya pemahaman target pasar, promosi digital yang belum optimal, pelayanan yang kurang responsif, pengelolaan data penjualan yang lemah, dan strategi harga yang tidak tepat menjadi hambatan utama.
  • Strategi peningkatan omzet harus terukur dan berbasis data. Analisis penjualan, produk terlaris, rasio konversi, retensi pelanggan, serta umpan balik konsumen membantu UMKM mengevaluasi efektivitas strategi yang dijalankan.
  • Pendekatan online dan offline membutuhkan strategi berbeda. UMKM online perlu fokus pada visibilitas digital, konten, dan kecepatan respons, sementara UMKM offline harus mengutamakan pelayanan langsung, display produk, dan pengalaman pelanggan di toko.
  • Optimalisasi digital adalah kunci pertumbuhan UMKM modern. Pemanfaatan media sosial, marketplace, inovasi produk, promo, serta layanan pelanggan yang konsisten terbukti mampu mendorong peningkatan penjualan.
  • Sistem pembayaran yang mudah memperbesar peluang transaksi. Semakin beragam dan sederhana metode pembayaran yang tersedia, semakin besar kemungkinan pelanggan menyelesaikan pembelian. Integrasi payment gateway membantu UMKM meningkatkan efisiensi dan memantau transaksi secara real-time.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Di era digital ini, tidak dimungkiri peluang UMKM untuk meningkatkan omzet telah semakin terbuka luas karena mudahnya penyebaran informasi melalui platform online. 

Sayangnya, banyak UMKM masih menghadapi kendala dan tantangan dalam meningkatkan penjualan. Jika kamu salah satu yang mengalaminya, berikut ini beberapa informasi tentang cara jitu meningkatkan omzet UMKM yang mungkin kamu butuhkan. 

Kenapa Peningkatan Omzet Penting bagi UMKM?

Sumber : Envato

Sebelum membahas langkah-langkahnya, ada baiknya terlebih dahulu kita memahami alasan pentingnya peningkatan omzet bagi UMKM. Apa sajakah? Berikut beberapa di antaranya. 

1. Menunjukkan Kemampuan Bertahan dan Berkembang

Peningkatan omzet dapat meningkatkan peluang UMKM untuk memenuhi biaya operasional, membeli stok produk, dan menggaji karyawan. Dengan kata lain, tanpa omzet yang memadai, UMKM akan sulit bertahan. 

2. Meningkatkan Modal untuk Investasi

Omzet yang diperoleh UMKM dapat dimanfaatkan untuk membeli peralatan, memperluas produksi, hingga membuka cabang baru. 

3. Meningkatkan Kepercayaan Kreditur dan Investor 

Omzet yang meningkat dengan stabil akan menarik perhatian investor dan membuat bank lebih percaya untuk memberikan pinjaman modal tambahan. 

4. Mendorong Inovasi dan Pengembangan Produk 

Dengan bertambahnya pemasukan, UMKM tentunya jadi lebih bisa bereksperimen menciptakan produk baru, serta meningkatkan pelayanan dan kualitas.

5. Bertahan di Tengah Kompetisi yang Kian Ketat

Di tengah era digital yang membuat persaingan bisnis semakin terbuka, peningkatan omzet menunjukkan bahwa UMKM yang dijalankan punya daya saing yang kuat. 

Kesalahan Umum UMKM yang Membuat Omzet Susah Naik

Sumber : Envato

Tidak sedikit UMKM yang omzetnya stagnan karena kesalahan sederhana. Berikut beberapa kesalahan umum UMKM tersebut yang dapat kamu jadikan catatan.

1. Tidak Memahami Target Pasar

Banyak UMKM yang berakhir gagal karena tidak melakukan riset pelanggan sehingga produk yang diciptakan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar dan promosi yang dilakukan kurang tepat. 

2. Kurang Mengoptimalkan Promosi Digital

Saat ini, promosi dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai platform online. Jika melewatkan kesempatan ini, produk yang diperjualbelikan akan sulit menjangkau calon konsumen. 

3. Kurang Mengoptimalkan Pelayanan

Beberapa masalah yang sebenarnya terlihat sepele, seperti lama merespons chat dan proses pengiriman yang lambat dapat menurunkan omzet sekaligus loyalitas pelanggan. 

4. Tidak Mengelola Data Penjualan dengan Baik

Tanpa pengelolaan data yang baik, akan sulit mengetahui produk terlaris, perilaku pelanggan, atau periode penjualan tertinggi. 

5. Kurang Memahami Strategi Harga

Harga produk harus disesuaikan dengan kualitas dan daya beli pasar. Jika terlalu tinggi atau terlalu rendah, akan sulit bagi UMKM meningkatkan omzet.

Cara Mengukur Efektivitas Strategi Peningkatan Omzet

Sumber : Envato

Bagi UMKM, penting untuk mengukur efektivitas strategi bisnis. Berikut beberapa cara mengukur efektivitas strategi peningkatan omzet yang dapat kamu coba. 

1. Bandingkan Penjualan Bulanan

Bandingkan omzet saat sebelum dan setelah menerapkan strategi. Jika terjadi kenaikan omzet, berarti strategi yang kamu jalankan berhasil. 

2. Analisis Produk Terlaris

Cek produk yang paling banyak terjual. Kemudian, fokuslah pada strategi untuk meningkatkan penjualan produk tersebut. 

3. Hitung Rasio Konversi Penjualan 

Hitung seberapa besar peluang bisnismu mendapatkan pelanggan. Misalnya, dari 20 orang yang melihat etalase produkmu, berapa banyak yang membelinya? 

4. Evaluasi Tingkat Retensi Pelanggan 

Jika ada pelanggan yang kembali melakukan transaksi di tokomu, tandanya strategi pemasaran dan pelayanan yang kamu jalankan sudah efektif. 

5. Dengarkan Umpan Balik Pelanggan 

Cobalah mengevaluasi setiap masukan dari pelanggan untuk mengetahui apakah harga, kualitas, dan promosi yang kamu lakukan telah sesuai kebutuhan dan harapan pasar. 

Perbedaan Cara Optimalkan Omzet UMKM Online vs. Offline

Sumber : Envato

Berbeda kanal, berbeda pula cara peningkatan omzetnya. Berikut perbedaan cara mengoptimalkan omzet UMKM online vs. offline. 

1. UMKM Online

Untuk mengoptimalkan omzet UMKM online, kamu dapat melakukannya dengan meningkatkan visibilitasnya di media sosial, marketplace, dan iklan digital. Selain itu, kamu juga perlu memperbaiki kualitas konten, foto produk, dan kecepatan respons kepada pelanggan untuk meningkatkan konversi. Kamu juga dapat memanfaatkan data penjualan dan perilaku pelanggan untuk menciptakan promosi yang lebih tepat sasaran. 

2. UMKM Offline

Untuk UMKM offline, kamu dapat memulainya dengan meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih ramah, membuat display yang menarik, dan meningkatkan fasilitas toko fisik. Kamu juga bisa membuat promo menarik, seperti diskon atau bundling. Selain itu, letakkan produk best seller di etalase yang mudah dilihat untuk meningkatkan penjualan. 

Strategi Jitu Meningkatkan Omzet UMKM

Buat kamu yang penasaran bagaimana sebenarnya strategi jitu untuk meningkatkan omzet UMKM, berikut ini lima strategi yang dapat kamu coba terapkan. 

1. Gunakan Media Sosial Secara Maksimal

Manfaatkan berbagai platform, seperti TikTok, Instagram, dan Facebook sebagai toko digitalmu. Buatlah konten yang kreatif, lakukan promosi rutin, dan rajinlah berinteraksi dengan pelanggan untuk meningkatkan visibilitas produk. 

2. Optimalkan Marketplace

Kamu juga bisa mendaftarkan UMKM-mu di berbagai marketplace populer, seperti Shopee, Blibli, atau TikTok Shop. Dengan demikian, produkmu akan lebih mudah menjangkau pelanggan, sekaligus mempermudah transaksi.

3. Tingkatkan Layanan Pelanggan

Usahakan untuk terus memberikan respons cepat, pelayanan yang ramah, dan fitur pengembalian barang yang mudah untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. 

4. Analisis dan Diversifikasi Produk 

Selalu analisis produk yang paling banyak diminati dan buatlah variasi baru. Selain itu, kamu juga dapat menambahkan produk atau paket bundling untuk meningkatkan omzet. 

5. Berikan Diskon dan Promo 

Untuk menarik perhatian pelanggan baru dan mendorong pelanggan lama membeli ulang, kamu bisa memberikan flash sale, diskon terbatas, atau voucher belanja. 

Kisah Sukses UMKM Indonesia

Bisakah UMKM menjadi produk besar dan dikenal luas? Tentu saja! Berikut ini beberapa kisah sukses UMKM Indonesia yang menginspirasi. 

1. Makaroni Ngehe

Bisnis camilan makaroni pedas ini ternyata dimulai dengan modal sekitar Rp30.000 saja dan dijajakan menggunakan gerobak. Berkat konsistensi dan inovasi tanpa henti, kini Makaroni Ngehe menjadi salah satu ikon jajanan kekinian yang mampu menembus pasar massal dan telah memiliki puluhan cabang. 

2. Kopi Tuku 

Dari kedai kopi sederhana, kini Kopi Tuku telah menjadi salah satu ikon dunia perkopian Indonesia, dengan jaringan kopi lokal yang kuat dan identitas yang khas. Cita rasanya telah banyak diakui oleh para pencinta kopi. Meskipun banyak yang berusaha menduplikasi, Kopi Tuku tetap memenangkan hati para pelanggan setianya dengan rasa yang konsisten dan harga terjangkau. 

3. Eiger

Eiger mulanya merupakan produsen produk outdoor sederhana asal Bandung. Namun, lewat komitmen yang kuat untuk menjaga kualitas dan desain khas Indonesia, kini Eiger menjadi brand outdoor terbesar di Asia Tenggara. Eiger bahkan membangun strategi jangka panjang dengan menciptakan komunitas pencinta alam.   

Simpulan

Untuk meningkatkan omzet UMKM di era digital yang serba cepat dan instan ini, dibutuhkan strategi yang tepat, konsisten, dan terukur. Tidak bisa dihindari, pemilik bisnis UMKM di masa ini harus melek teknologi dan memanfaatkan semua platform dan fitur yang ada untuk menjangkau pelanggan. Dengan kata lain, era digital telah membuka peluang besar untuk kita mengembangkan usaha, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.

Solusi Pembayaran Digital untuk Mendukung Peningkatan Omzet UMKM

Berbagai strategi untuk meningkatkan omzet UMKM mulai dari optimalisasi media sosial, marketplace, promo, hingga peningkatan layanan pelanggan akan berjalan lebih efektif jika didukung oleh sistem pembayaran yang mudah, cepat, dan fleksibel. Semakin sederhana proses pembayaran, semakin besar peluang pelanggan menyelesaikan transaksi.

Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU membantu UMKM menerima pembayaran dari 45+ metode pembayaran dalam satu platform. Mulai dari transfer bank / Virtual Account, QRIS, e-wallet, kartu, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital semuanya dapat digunakan untuk mendukung penjualan online maupun offline. DOKU telah dipercaya oleh 300.000+ merchant, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi berhasil dan sistem yang diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Pilih Produk DOKU Sesuai Kebutuhan Bisnis Anda

✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅ Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.

→ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

✅ Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

→  simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:

  • Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
  • Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
  • Menghubungi tim Sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales

Dengan DOKU, UMKM dapat menyediakan proses pembayaran yang lebih mudah dan fleksibel bagi pelanggan, sehingga peluang transaksi berhasil semakin besar. Saatnya mendukung pertumbuhan omzet dan kelancaran penjualan bisnis Anda bersama DOKU Payment Gateway.

FAQ

1. Apakah UMKM wajib punya marketplace? 

Tidak wajib. Namun, melalui marketplace, UMKM akan lebih mudah melakukan pemasaran, transaksi, dan menjangkau lebih banyak pelanggan. 

2. Apakah media sosial yang paling efektif untuk UMKM? 

Untuk menentukan ini, tergantung target pasar yang kamu tuju. Jika produk yang kamu jual mengandalkan visual, Instagram dan TikTok bisa menjadi pilihan. Namun, jika kamu menargetkan jenis pelanggan yang lebih luas, kamu bisa memanfaatkan Facebook. 

3. Apakah promosi diskon efektif? 

Ya, jika tujuannya meningkatkan penjualan atau menarik pelanggan baru. Namun, jangan terlalu sering memberikan diskon agar tidak merusak margin keuntungan usahamu. 

4. Bagaimana cara kita mengetahui bahwa strategi yang dijalankan berhasil? 

Coba cek kenaikan omzet, jumlah pelanggan baru yang diperoleh, retensi pelanggan, dan umpan balik dari pelanggan. Jika hasilnya positif, berarti strategimu berhasil. 

5. Apakah omzet tetap bisa meningkat tanpa strategi digital? 

Bisa, utamanya jika bisnis berada di lokasi strategis. Namun, potensi untuk tumbuh lebih terbatas jika dibandingkan dengan menambahkan strategi digital.