Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omzet Tanpa Ribet dan Adil

cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset
Table of Contents

Cara Menghitung Gaji Karyawan Berdasarkan Omzet - Cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omzet memang harus dipikirkan dengan tepat agar tetap seimbang antara biaya operasional dan keberlanjutan bisnis. Jadi, Anda perlu memahami cara menghitung gaji karyawan yang benar berdasarkan omzet, mulai dari persentase ideal (15–30%), struktur komponen gaji, hingga aturan pengupahan di Indonesia. 

Artikel kali ini akan membahas langkah demi langkah menghitung gaji karyawan berdasarkan omzet secara adil dan tanpa ribet. Artikel ini juga akan menyajikan contoh praktis dan data terbaru mengenai gaji karyawan di usaha kecil dan menengah. Yuk, baca sampai akhir! 

Kenapa Gaji Perlu Dihitung dari Omzet?

Menggunakan omzet sebagai acuan dapat memudahkan Anda dalam melihat pergerakan biaya gaji, apakah masih dalam batas sehat atau tidak. Apalagi, gaji merupakan bagian dari biaya operasional utama, sehingga harus selalu dibandingkan dengan pendapatan bisnis.

Pendekatan ini juga membuat pengelolaan keuangan lebih fleksibel. Saat omzet naik, gaji bisa ikut menyesuaikan. Sebaliknya, ketika bisnis sedang melambat, pengeluaran tetap bisa dikendalikan tanpa mengganggu stabilitas perusahaan.

Tidak hanya itu, cara ini juga bisa menjaga keseimbangan antara kesejahteraan karyawan dan profit bisnis. Transparansi perhitungan akan membuat karyawan semakin paham hubungan langsung antara kerja keras dan pendapatan mereka. Metode ini bisa meningkatkan motivasi dan retensi karyawan. 

Baca juga: HR Wajib Tahu, Begini Cara Perusahaan Transfer Gaji Karyawan Secara Otomatis

Memahami Aturan Gaji Karyawan di Indonesia

Sebelum membicarakan angka dan persentase, penting untuk memahami  sistem penggajian di Indonesia. Secara garis besar, aturan tentang gaji karyawan sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang diturunkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015. 

Namun, memasuki tahun 2026, pemahaman mengenai aturan gaji di Indonesia menjadi semakin dinamis dengan adanya penyesuaian regulasi melalui turunan UU Cipta Kerja. Aturan ini bisa menjadi dasar dalam penyusunan struktur gaji perusahaan, mulai dari   upah minimum yang ditetapkan tiap tahun, ketentuan lembur, struktur dan skala upah, potongan gaji yang diperbolehkan, hingga mekanisme pembayaran dan hak pesangon.

Selain itu, ketepatan waktu pembayaran gaji tetap menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar. Jika sudah disepakati dalam perjanjian kerja, keterlambatan pembayaran dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini penting untuk menjaga kepatuhan perusahaan sekaligus mempertahankan kepercayaan karyawan dan reputasi bisnis dalam jangka panjang. 

Apa Saja Komponen Gaji yang Perlu Dibayar?

Sesuai panduan umum yang ditetapkan oleh Depnaker, total gaji yang diterima karyawan dibentuk oleh tiga komponen utama yang memiliki fungsi dan perhitungan berbeda. Agar lebih transparan, simak beberapa komponen berikut ini. 

1. Gaji Pokok (Basic Salary)

Gaji pokok adalah kesepakatan berupa imbalan dasar yang diberikan perusahaan kepada karyawan sebagai penghargaan atas tingkat dan jenis pekerjaan yang dilakukan. Besaran gaji pokok sering kali menjadi dasar utama dalam menentukan perhitungan komponen dan tunjangan lainnya.

2. Tunjangan Tetap (Fixed Allowance)

Tunjangan tetap merupakan imbalan yang diberikan secara rutin. Tunjangan ini tidak akan berubah, meskipun terdapat perbedaan pencapaian kinerja bulanan dari karyawan. Contoh tunjangan tetap meliputi tunjangan jabatan, tunjangan keahlian, atau tunjangan keluarga yang dijamin pembayarannya.

3. Tunjangan Tidak Tetap (Non-Fixed Allowance)

Tunjangan tidak tetap adalah imbalan yang besarannya dapat berfluktuasi dari bulan ke bulan berdasarkan variabel yang lebih spesifik. Elemen yang termasuk dalam tunjangan tidak tetap, antara lain tingkat kehadiran fisik, yang tercermin pada tunjangan makan atau tunjangan transportasi harian, serta bonus dan insentif yang terkait langsung dengan pencapaian target atau kinerja.

Selain tiga elemen penting tersebut, ada beberapa elemen lainnya yang perlu diperhatikan, antara lain:

4. Pendapatan Non-Upah

Pendapatan ini biasanya berdasarkan lembur, bonus tahunan, dan THR yang diberikan satu kali dalam setahun setiap menjelang hari raya keagamaan.

5. Potongan

Sebagai pemberi kerja, Anda memiliki kewajiban untuk memotong gaji karyawan untuk disetorkan ke kas negara, seperti PPh 21, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.

Baca juga: Cara Perusahaan Transfer Gaji Karyawan 

Cara Menentukan Angka Ideal Gaji dari Omzet Bisnis

Menentukan angka ideal untuk gaji karyawan bukanlah soal menebak-nebak, melainkan tentang menjaga keseimbangan antara kesejahteraan tim dan keberlanjutan bisnis. Jika terlalu besar, arus kas Anda akan tercekik. Lain halnya kalau terlalu kecil, Anda akan sulit mempertahankan talenta berbakat.

Agar tidak salah menentukan angka ideal gaji berdasarkan omzet, ada beberapa perhitungan yang bisa Anda gunakan:

1. Pakai Formula Persentase Ideal

Ada beberapa patokan persentase dari total omzet yang bisa dijadikan penentu angka gaji yang ideal, seperti berikut. 

  • Skala UMKM atau Bisnis Baru: Jika Anda baru merintis atau berada di level UMKM, usahakan total biaya gaji tidak lebih dari 20% dari omzet. Anda masih harus fokus untuk memutar keuntungan buat modal stok, pemasaran, dan pengembangan produk.
  • Skala Menengah atau Scale UpPada tahap ini, Anda bisa menghitung sekitar 20% hingga 25% dari omzet karena sistem bisnis lebih stabil. Jadi, Anda akan mulai membutuhkan tenaga ahli.
  • Skala Enterprise atau Besar: Jika perusahaan sudah mulai besar, maka tunjangan untuk karyawan akan lebih kompleks. Jadi, presentasi gaji maksimal 30% dari omzet agar profitabilitas tetap terjaga. 

2. Cara Menghitung dengan Simulasi Riil

Anda juga bisa menghitung gaji karyawan berdasarkan omzet dari contoh yang lebih riil. Misalnya, Anda memiliki bisnis kedai kopi dengan omzet sekitar Rp150 juta sebulan. Anda bisa mengambil batas atas dengan angka 20% sebagai UMKM atau bisnis baru atau setara dengan Rp30 juta.

Angka tersebut bisa dijadikan sebagai total biaya personel yang mencakup gaji pokok semua karyawan, tunjangan, iuran BPJS, dan cadangan THR bulanan. Selain itu, Anda juga bisa mengambil patokan jumlah karyawan yang bisa direkrut sesuai standar UMK wilayah tanpa mengganggu kas bisnis. 

3. Gunakan Labor Cost Percentage per Industri

Setiap industri bisnis punya karakteristik yang berbeda-beda. Agar lebih mudah, Anda bisa mengategorikan bisnis Anda berdasarkan modelnya, seperti berikut. 

  • Bisnis Jasa (Misal: Konsultan, Agensi): Untuk bisnis jasa, penentuan gaji bisa lebih tinggi (hingga 40-50%) karena produk utamanya adalah tenaga ahli atau manusia.
  • Bisnis Retail atau Dagang: Kalau Anda memiliki bisnis retail, tentu perhitungan gaji karyawan harus lebih rendah atau sekitar 10-15% dari omzet karena biaya terbesar ada pada pengadaan stok barang (HPP).
  • Bisnis Manufaktur: Untuk bisnis ini biasanya di angka 20% karena ada biaya mesin dan bahan baku yang besar.

Agar lebih mudah, Anda bisa mengambil contoh penggunaan labor cost percentage terhadap omzet yang bisa Anda gunakan dari bisnis kedai kopi. Kalau omzet kotor Anda sekitar Rp50 juta, maka bujet gaji yang bisa Anda gunakan adalah sekitar 20% atau Rp10 juta. 

Lalu, dibagi berdasarkan jumlah tim, misalnya 3 orang. Dari dana tersebut, Anda perlu membaginya lagi untuk gaji pokok, tunjangan, dan iuran wajib. 

Baca juga: Peranan UMKM dalam Perekonomian Indonesia 

Cara Menghitung Gaji berdasarkan Omzet sesuai Undang Undang

Meskipun usaha Anda masih kecil, undang-undang tetap mewajibkan perlindungan bagi pekerja. Selain itu, jangan lupa memasukkan biaya ini ke dalam perhitungan anggaran gaji:

  • BPJS Ketenagakerjaan: Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bersifat wajib dengan premi yang sangat terjangkau bagi usaha kecil.
  • BPJS Kesehatan: Pastikan karyawan terdaftar untuk jaminan kesehatan mereka.

Sebagai contoh, Anda memiliki toko baju dengan omzet Rp40 juta/bulan dan ingin merekrut 2 orang karyawan.

  • Bujet Gaji (20% dari omzet): Rp8.000.000.
  • Alokasi per Karyawan: Rp4.000.000.
  • Rincian per Orang:
    • Gaji Pokok: Rp3.200.000
    • Uang Makan & Transport (Tunjangan Tidak Tetap): Rp600.000 (dihitung harian)
    • Iuran BPJS (Porsi Perusahaan): Rp200.000
  • Total THP (Take Home Pay) Karyawan: Rp3.800.000 (sebelum potongan iuran mandiri).

Strategi Menentukan Gaji yang Lebih Efektif

cara menghitung gaji karyawan berdasarkan omset

Mengetahui persentase saja tidak cukup. Anda pun perlu strategi praktis agar cara menghitung gaji karyawan ini adil, memotivasi, dan tetap sesuai aturan. Ini bukan sekadar membagi angka, tapi soal membangun sistem yang sehat untuk jangka panjang.

1. Menetapkan Standar Gaji yang Kompetitif

Langkah pertama adalah menentukan standar gaji. Coba cari data kompensasi dari bisnis sejenis, lihat laporan gaji nasional, atau data dari asosiasi industri. Standar ini juga sangat dipengaruhi oleh wilayah tempat bisnis Anda beroperasi karena Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) berbeda-beda.  

 2. Lakukan Evaluasi Kinerja Karyawan

Gaji pokok itu penting, tapi apresiasi juga krusial. Anda perlu melakukan evaluasi secara rutin untuk menilai besar kontribusi dan kinerja karyawan. Tidak hanya sekadar rapor, ini juga bisa jadi acuan yang kuat dalam memberikan bonus, tunjangan kesehatan, atau bahkan pembagian keuntungan jika memungkinkan. 

Apresiasi yang adil ini dapat membuat tim merasa dihargai. Tidak melulu harus dengan bonus yang besar, Anda juga bisa memberikan tunjangan kesehatan yang komprehensif, bonus tahunan walau kecil, atau bahkan program bagi hasil sederhana bisa sangat berarti. 

3.  Solusi Gaji Fleksibel untuk UMKM

Untuk UMKM, aturan PP Pengupahan No.36 tahun 2021 menyebutkan bahwa gaji karyawan bisa lebih kecil dari UMP dengan catatan:

  • Minimal 50% dari rata-rata tingkat konsumsi masyarakat di tingkat provinsi
  • Minimal 25% di atas garis kemiskinan tingkat provinsi

Tentu, ini memberikan sedikit kelonggaran karena Anda bisa menawarkan sistem kerja paruh waktu atau jam kerja yang luwes. Jadi, pastikan Anda berkomunikasi dengan karyawan agar sama-sama adil. Hal ini bisa memberikan dampak positif pada kinerja dan produktivitas perusahaan. 

Baca juga: Dongkrak Omzet lewat Medsos: Ini Cara Membuat Akun Bisnis di Instagram

Pentingnya Transparansi dalam Sistem Gaji

Sistem gaji berbasis omzet akan lebih efektif jika disampaikan secara jelas kepada tim. Transparansi membantu karyawan memahami bagaimana gaji mereka dihitung, sehingga meningkatkan rasa percaya dan motivasi kerja. Selain itu, sistem yang jelas juga meminimalkan kesalahpahaman antara perusahaan dan karyawan.

Permudah Pembayaran dan Kelola Transaksi Lebih Efisien bersama DOKU Payment Gateway

Jika urusan gaji karyawan sudah rapi dan otomatis, Anda bisa lebih fokus mengembangkan omzet usaha. Nah, untuk memastikan omzet terus bertumbuh, kuncinya ada kemudahan pelanggan dalam membayar dengan cepat dan aman. 

DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang membantu bisnis memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. 

Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, cicilan kartu kredit, transfer bank/virtual account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil, serta seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Saatnya Pakai Solusi yang Paling Fleksibel!

✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram, atau email?

Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan di berbagai media sosial agar mereka bisa membayar dengan mudah.

🔗 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅ Jualan di toko online sekaligus offline?

Gunakan DOKU QRIS untuk menerima pembayaran cukup dengan scan QR. Tersedia opsi QR statis dan dinamis agar transaksi menjadi lebih praktis di berbagai channel pembayaran.

Selain itu, DOKU QRIS juga mendukung cross-border payment, yang memungkinkan pelanggan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

🌍 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

Butuh Opsi Lain sesuai Kebutuhan Bisnis?

✅ Ingin punya halaman pembayaran sendiri tanpa perlu bikin sistem dari awal?

Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung dengan payment gateway agar proses pembayaran lebih profesional.

🛒 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda

✅ Sudah punya website atau aplikasi bisnis dan ingin fleksibilitas lebih?

Gunakan DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis.

🌐 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda

✅ Ingin punya katalog produk yang siap terima pembayaran?

Gunakan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan tanpa perlu membuat website sendiri. Cocok untuk ditampilkan di bio media sosial hingga informasi akun.

📋 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Jualan di toko online seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce?

Gunakan DOKU Plugin untuk menghubungkan sistem pembayaran dengan platform khusus atau e-commerce. Cukup instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan tanpa set up kompleks.

⌨️ Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅ Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business?

Gunakan DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis dalam satu alur, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi pesanan, hingga pembayaran berhasil. 

📈 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi di halaman Bantuan Sales