Perkembangan teknologi telah mengubah cara pelanggan bertransaksi. Pembayaran non-tunai kini menjadi pilihan utama, tidak hanya bagi perusahaan besar, tetapi juga bagi pelaku UMKM. Konsumen semakin mengutamakan proses pembayaran yang cepat, praktis, dan fleksibel, sementara penggunaan mesin EDC masih menjadi kendala bagi sebagian bisnis karena biaya dan pengadaannya yang tidak selalu mudah.
Sebagai solusi, QRIS hadir menawarkan sistem pembayaran digital yang lebih sederhana dan terjangkau. Melalui satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima berbagai metode pembayaran non-tunai tanpa mesin EDC. Proses daftar QRIS pun kini semakin mudah karena dapat dilakukan secara online, sehingga membantu bisnis menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan potensi penjualan secara berkelanjutan.
Cara Daftar QRIS Tanpa Perlu Mesin EDC

Proses pendaftaran QRIS dirancang sederhana dan mudah diakses oleh pelaku usaha, termasuk UMKM. Tanpa mesin EDC, merchant cukup menggunakan smartphone dan aplikasi layanan keuangan digital resmi untuk melakukan pendaftaran hingga menerima kode QRIS. Dengan satu kode QR, bisnis sudah dapat menerima pembayaran dari berbagai e-wallet dan mobile banking secara aman dan efisien.
1. Memahami Karakteristik Bisnis
Langkah awal dalam cara daftar QRIS adalah memahami karakteristik bisnis Anda sendiri. Tahapan ini penting karena menjadi dasar dalam menentukan jenis QRIS yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional usaha. Dengan mengenali jenis usaha, skala transaksi, serta kebiasaan pelanggan, Anda dapat menerapkan sistem pembayaran yang tepat guna.
Sobat DOKU perlu mengetahui apakah bisnis Anda melayani transaksi cepat, rutin, atau bernilai besar. Pola transaksi ini akan memengaruhi penggunaan QRIS, baik QRIS statis untuk kasir tetap maupun QRIS dinamis untuk transaksi yang lebih fleksibel. Pemahaman ini juga membantu menata alur layanan agar proses pembayaran terasa lebih nyaman bagi pelanggan.
Bagi usaha tanpa mesin EDC, QRIS menjadi solusi praktis karena kode dapat langsung dicetak dan dipajang di area kasir. Pelanggan cukup memindai kode tersebut melalui ponsel mereka, sehingga transaksi berjalan lebih cepat, rapi, dan tanpa investasi perangkat tambahan.
2. Membuat Akun Bisnis
Setelah memahami kebutuhan usaha, langkah berikutnya adalah membuat akun bisnis melalui platform pembayaran digital. Proses ini dapat dilakukan secara online melalui aplikasi mobile banking, e-wallet, atau penyedia layanan pembayaran seperti DOKU, Grab Merchant, dan Shopee Merchant. Seluruh proses dirancang agar praktis tanpa perlu datang ke kantor layanan.
Pada tahap ini, Sobat DOKU perlu menyiapkan beberapa dokumen pendukung, antara lain:
- KTP pemilik usaha
- Foto tempat usaha
- Dokumen legalitas seperti NIB atau surat keterangan usaha
Kelengkapan dan keakuratan dokumen akan mempercepat proses verifikasi. Selanjutnya, Anda diminta mengisi data usaha seperti nama bisnis, kategori usaha, alamat operasional, dan deskripsi layanan. Data inilah yang menjadi dasar penerbitan akun merchant dan QRIS resmi untuk bisnis Anda.
3. Membuat Kode QRIS
Setelah akun bisnis aktif, Anda dapat langsung membuat kode QRIS melalui dashboard atau menu profil merchant. Proses pembuatan QRIS sangat sederhana dan hanya memerlukan beberapa langkah. Sistem akan otomatis menghasilkan kode QR yang terhubung dengan rekening atau saldo bisnis Anda.
Kode QRIS tersebut dapat diunduh dalam bentuk file digital dan dicetak sesuai kebutuhan. QRIS yang sudah dicetak dapat langsung digunakan untuk menerima pembayaran dari seluruh aplikasi yang mendukung standar QRIS nasional. Dengan cara ini, bisnis tetap dapat menerima pembayaran non-tunai tanpa mesin EDC, namun tetap terlihat profesional dan modern di mata pelanggan.
4. Mengelola Transaksi Bisnis
Setelah QRIS aktif digunakan, seluruh transaksi dapat dipantau langsung melalui aplikasi pembayaran yang Anda pilih. Di dalam dashboard merchant, tersedia laporan transaksi secara real-time yang memudahkan pemantauan arus kas bisnis.
Melalui fitur ini, Sobat DOKU dapat:
- Melihat riwayat transaksi harian
- Memantau pemasukan secara transparan
- Mengelola laporan keuangan tanpa pencatatan manual
Semua pengelolaan ini dapat dilakukan hanya dengan smartphone dan koneksi internet. QRIS membantu menyederhanakan operasional bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan usaha secara lebih terstruktur.
Peran Sistem Pembayaran Digital dalam Mendukung QRIS

Keberhasilan penerapan QRIS tidak terlepas dari dukungan sistem pembayaran digital yang andal. Infrastruktur yang kuat memastikan transaksi berjalan cepat, aman, dan stabil, terutama bagi UMKM dengan volume transaksi yang terus berkembang. QRIS yang dikembangkan oleh Bank Indonesia menyatukan berbagai metode pembayaran dalam satu standar QR yang dapat dipindai oleh beragam aplikasi e-wallet dan mobile banking. Standar ini tidak hanya menyederhanakan proses pembayaran, tetapi juga membantu UMKM mencatat transaksi secara digital dan terintegrasi.
Dalam ekosistem ini, peran fintech seperti DOKU menjadi sangat krusial. Sebagai perusahaan fintech pembayaran berlisensi Bank Indonesia, DOKU menyediakan layanan QRIS statis maupun dinamis yang dapat diakses melalui dashboard yang mudah digunakan atau integrasi API sesuai kebutuhan bisnis. Dengan dukungan ini, pelaku usaha dapat mengelola berbagai metode pembayaran dalam satu sistem tanpa kerumitan.
Selain itu, DOKU juga menghadirkan fitur pendukung seperti laporan transaksi terpusat dan proses settlement dana yang cepat. Infrastruktur yang stabil ini membantu UMKM menjaga kelancaran arus kas serta meminimalkan risiko kesalahan pencatatan. Dengan sistem pembayaran digital yang tepat, QRIS bukan hanya alat transaksi, tetapi juga bagian dari strategi transformasi digital bisnis.
Menyiapkan Bisnis Agar Siap Menerima Pembayaran Tanpa Tunai
Kesiapan menerima pembayaran non-tunai melalui QRIS dimulai dari penguatan internal bisnis. Pelaku usaha perlu memahami konsep QRIS, menyiapkan perangkat pendukung seperti smartphone atau sistem kasir digital, serta memastikan koneksi internet yang stabil. Kesiapan ini menjadi fondasi utama agar transaksi berjalan lancar dan minim kendala.
Setelah sistem aktif, edukasi menjadi kunci berikutnya. Pelaku UMKM perlu memahami alur transaksi QRIS sekaligus mengedukasi pelanggan cara menggunakannya. Edukasi yang baik terbukti mampu mempercepat proses pembayaran, mengurangi kegagalan transaksi, dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap bisnis.
Tahap terakhir adalah pengelolaan transaksi secara konsisten dan aman. UMKM perlu rutin memantau laporan transaksi, menjaga keamanan akun, serta menyesuaikan pencatatan keuangan dengan data digital. Dengan pengelolaan yang terstruktur, pembayaran non-tunai melalui QRIS tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang bisnis untuk tumbuh lebih besar dan berkelanjutan.
Menghadirkan kenyamanan bertransaksi melalui teknologi digital adalah investasi strategis untuk meningkatkan daya saing bisnis Anda di era yang serba instan ini. Dengan menghilangkan ketergantungan pada perangkat fisik yang mahal, Anda tetap dapat menyajikan pengalaman pembayaran yang modern, cepat, dan inklusif bagi seluruh lapisan pelanggan. Pastikan setiap rupiah hasil penjualan Anda tervalidasi dengan aman, terekam secara otomatis, dan masuk ke rekening tepat waktu dengan mengadopsi infrastruktur pembayaran yang stabil melalui layanan DOKU Payment Gateway sekarang juga.
