Mau Rekrut Generasi Z? Kenali Karakternya Dulu Yuk

karakteristik generasi z
Table of Contents

Karakteristik Generasi Z memang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Kenalilah kelebihan mereka agar ketika merekrut mereka kamu bisa memanfaatkan potensi yang mereka punya.

Generasi Z adalah generasi yang lahir bersama perkembangan teknologi digital. Mereka adalah transisi dari Generasi Y, yaitu generasi yang lahir saat teknologi digital baru mulai berkembang. Karena itulah, karakteristik Generasi Z mempunyai perbedaan yang sangat signifikan dengan generasi-generasi sebelum mereka.

Read More: 8 Langkah Memulai Usaha Franchise, Gak Sulit!

karakteristik-generasi-z

Definisi Generasi Z dan Anggapan Umum Tentang Mereka

Generasi Z adalah generasi yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010. Jadi, seperti apa karakteristik generasi Z? Dilansir berbagai sumber, generasi Z mempunyai karakteristik sebagai berikut:

  • Penggemar teknologi.
  • Fleksibel.
  • Cerdas.
  • Lebih toleran dalam menerima perbedaan budaya.

Meskipun demikian, sayangnya Generasi Z juga dipandang negatif, terutama oleh generasi-generasi sebelum mereka. Meskipun terkenal berpikiran terbuka, Generasi Z cenderung menyukai semua yang serba instan, sehingga kurang sabar dan kurang bisa menghargai proses. Generasi Z ini juga dianggap ‘agak terlalu terbuka’, sehingga kurang menghargai esensi akan privasi.

Sebenarnya, setiap generasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jika pebisnis jeli mengamati karakteristik generasi Z, mereka akan tahu bagaimana memanfaatkan mereka untuk kepentingan bisnisnya.

5 Ciri Generasi Z

Hasil survei PopVoice Gen-Z Dataset yang dibuat oleh Populix pada Maret 2022 lalu menjabarkan lima (5) ciri generasi Z saat berbisnis sebagai berikut:

Selalu Aktif Di Media Sosial

Banyak Generasi Z yang menghabiskan minimal tujuh jam mengakses media sosial. Secara detail, 51,2% mengakses Whatsapp lebih dari tujuh jam, sementara 46,5% mengakses Instagram. Sekitar 50% Generasi Z menghabiskan waktunya di TikTok, sementara 70,6% dari mereka menghabiskan lebih dari tujuh jam mengakses Twitter dalam sehari. Makanya, banyak pebisnis yang menawarkan posisi social media content creator, pengelola akun WhatsApp Business, editor, hingga producer untuk Generasi Z.

Lebih Gemar Dengan Konten Video Daripada Teks.

Generasi Z lebih suka menggunakan fitur Instagram Story, termasuk Reels. Aplikasi TikTok juga ramai oleh pengguna Gen-Z. Lebih dari 67% senang mengakses siniar (podcast) dalam bentuk video yang bisa mereka dapatkan langsung di YouTube, TikTok, hingga IG Reels. Pebisnis bisa memanfaatkan mereka untuk menangani social media campaign lewat jalur ini.

Mempunyai Minat Beragam, Mulai Dari Film, Musik, Hingga Isu Kesehatan.

Beda platform media sosial, beda pula minat para Generasi Z ini. Misalnya: pengguna TikTok lebih suka musik dan film, sementara Gen-Z di Twitter lebih menggemari musik, film, kesehatan, pendidikan, hingga semua hal tentang artis Korea. Ada juga Generasi Z di Instagram yang menaruh minat pada musik, film, dan isu kesehatan, termasuk olahraga dan kesehatan mental. Karena itu, pebisnis harus mengetahui perbedaan karakter ini sebelum memberikan tugas kepada pekerja Gen-Z.

Lebih Sering Bertransaksi Secara Cashless

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Generasi Z tidak mau direpotkan dengan isi dompet yang berat oleh uang kertas maupun koin. Daripada pusing menanti kembalian, mereka lebih memilih transaksi secara cashless. Lebih dari 77% generasi ini memilih transaksi dengan e-wallet. Bahkan, mereka bisa punya sampai tiga e-wallet dari platform digital yang berbeda. Selama saldo mereka terisi penuh, transaksi digital apa pun akan berjalan lancar dengan mereka.

Selalu Mencari Panutan Yang Mempunyai Pengaruh Positif, Namun Juga Terkini.

Meskipun berpikiran terbuka, Generasi Z cenderung lebih kritis saat memilih panutan. Pastinya, mereka mencari panutan yang mempunyai pengaruh positif sekaligus terkini. Mereka lebih suka sosok figur publik yang cerdas, terampil, serta tidak terlalu problematik.

Meskipun demikian, Generasi Z juga rentan terbelah saat terjadinya cancel culture. Contoh: bila ada kabar tokoh panutan mereka terkena masalah, seperti dituduh berbuat kriminal, ada yang langsung berhenti menyukai tokoh tersebut dengan cancel culture. Namun, ada juga yang mati-matian membela tokoh itu hingga bila ada bukti yang menyatakan sebaliknya. Ada juga Gen-Z yang tetap bisa berpikiran objektif dan dewasa, dengan berusaha tetap netral.

Untuk masalah ini, pebisnis harus jeli mengamati pekerja Generasi Z mereka. Carilah yang bisa berpikir objektif dan tidak mudah terjebak pada isu “rasa suka dan tidak suka” pada seseorang, apalagi cuma karena “pengaruh teman”.

Kelebihan dan Kekurangan Generasi Z

karakteristik-generasi-z

Setiap generasi mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Begitu pula dengan Generasi Z. Bila pebisnis jeli dengan semua hal ini, maka Generasi Z akan menunjukkan prestasi positif saat bekerja. Inilah beberapa contohnya:

Cerdas, Namun Cenderung Individualis dan Kadang Egosentris.

Meskipun cerdas karena banyak menyerap informasi dalam waktu cepat, Generasi Z cenderung individualis dan kadang egosentris. Kamu yang memiliki bisnis dapat memberikan mereka tugas yang membutuhkan kinerja lebih dari satu orang. Hal ini dapat membuat mereka belajar bekerjasama agar cepat selesai dan dengan tepat.

Mempunyai Minat Yang Banyak, Namun Suka Kurang Fokus.

Minat yang banyak memang membuat Generasi Z tahu akan banyak hal. Sayangnya, hal ini juga membuat mereka kurang fokus saat bekerja. Tips untuk pebisnis: berikan tugas sesuai minat mereka yang paling besar. Pastikan instruksi jelas, agar pekerjaan mereka tidak melantur ke mana-mana.

Banyak Mendapat Sumber Informasi, Namun Harus Lebih Kritis Saat Memilah Yang Tepat.

Banyaknya sumber informasi yang mereka dapat kadang tidak disertai pikiran lebih kritis untuk memilah yang tepat. Bila tidak hati-hati, Generasi Z dapat rentan tertipu oleh hoaks. Untuk itulah, pebisnis harus memberikan pelatihan yang menyenangkan dan adaptif untuk mereka. Jangan lupa, Gen-Z juga lebih senang bila suara mereka didengar. Adakan diskusi terbuka saat rapat.

Cakap dan Gesit Bekerja (terutama dalam hal penggunaan teknologi), Namun Kurang Sabar Dalam Menghargai Proses dan Lebih Suka yang Instan.

Kecepatan Generasi Z dalam memanfaatkan teknologi digital terkini untuk bekerja memang sangat baik. Sayangnya, banyak yang masih kurang sabar dalam menghargai proses dan lebih suka yang instan. Untuk itu, pemilik bisnis dapat mengadakan sesi meditasi bersama untuk melatih kepekaan mereka dan belajar menerima – bahwa kadang ada masanya mereka harus ‘slowing down’.

Bermotivasi Tinggi Untuk Meraih Sesuatu, Namun Dapat Dikacaukan Oleh Emosi yang Masih Labil.

Semangat Generasi Z untuk meraih sesuatu memang didukung oleh tenaga dan pemikiran mereka yang masih muda, kuat, dan idealis. Sayangnya, emosi yang labil dapat mengacaukan motivasi mereka. Apalagi bila mereka mempunyai kebiasaan ‘menunggu mood’ dulu untuk kembali bersemangat dalam bekerja.

Untuk mengakali masalah ini, pelaku bisnis dapat mengajari mereka untuk memecah-mecah target pekerjaan menjadi sekelompok goal kecil untuk dicapai. Cara ini dapat mengurangi kebuntuan mereka dalam bekerja, sekaligus agar membuat pekerjaan mereka tidak terasa ‘berat’. Selain itu, jadilah atasan yang selalu terbuka akan masukan dan untuk mendengar keluhan mereka saat membutuhkan bantuan atau penyemangat.

Kesimpulan

Karakteristik Generasi Z memang berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Namun, bukan berarti mereka tidak bisa berprestasi .

Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway        

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.

🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda

✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.

🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda

✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.

📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.

⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.

🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.

📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

‍

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:

🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU

🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi

🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales

‍