Sobat DOKU, apakah Anda berencana menambahkan biaya layanan otomatis di halaman checkout? Langkah ini bisa dilakukan dengan menggunakan fitur bawaan atau plugin khusus pada platform e-commerce. Service charge adalah strategi legal yang digunakan merchant untuk menjaga margin keuntungan dari biaya operasional. Banyak pemilik bisnis menerapkan biaya ini untuk pengemasan, penanganan, atau biaya Cash on Delivery (COD).
Namun, Anda mungkin khawatir penerapan biaya tambahan ini bisa membuat pelanggan frustrasi atau melanggar regulasi. Harga yang tiba-tiba bertambah saat pembayaran bisa menyebabkan mereka meninggalkan keranjang belanja. Karena itu, transparansi dalam penerapan biaya ekstra sangat penting untuk menjaga pengalaman pelanggan yang baik.
Mengapa Service Charge E-commerce Harus Transparan dan Otomatis

Service charge e-commerce adalah biaya operasional yang dibebankan kepada pelanggan. Biasanya, perusahaan menggunakan konsep ini untuk menutupi beban overhead tertentu. Tarif tambahan tersebut bisa berupa persentase atau jumlah tetap yang tidak berubah berapa pun biaya pembelian. Menerapkannya pada bisnis bisa membantu Anda menutupi biaya yang tidak termasuk dalam harga dasar produk.
Apapun metode pembayaran yang dipilih, baik itu tunai, kartu kredit, kartu debit, e-wallet, atau QRIS, tidak akan memengaruhi penerapan biaya layanan ke harga akhir pelanggan. Namun, berdasarkan regulasi perlindungan konsumen, platform wajib menampilkan service charge sebelum pelanggan menekan tombol bayar (checkout). Hal ini juga sejalan dengan etika bisnis yang mendorong transparansi, agar pembeli tidak merasa tertipu karena harga tiba-tiba berubah.
Dengan sistem biaya layanan otomatis di checkout, proses rekonsiliasi pembayaran dapat berjalan lebih rapi dan efisien. Otomatisasi mengurangi ketergantungan pada proses manual yang sering memicu human error, seperti salah input atau data tidak sinkron. Waktu rekonsiliasi juga lebih singkat dan transaksi menjadi lebih akurat.
Panduan Teknis Menambahkan Biaya Layanan Otomatis di Platform
Untuk menambahkan biaya layanan otomatis dan menerapkan penyesuaian lain yang terkait, Anda bisa mengaturnya di laman dashboard admin. Bagian ini menyediakan berbagai tools yang diperlukan dalam manajemen pesanan. Karena setiap platform memiliki panel dan setting yang beragam, metode penerapannya pun bisa berbeda-beda tergantung layanan yang Anda gunakan.
Metode Setting Biaya Layanan di WooCommerce

Secara default, WooCommerce memungkinkan Anda mengatur tarif pajak penjualan pada produk. Skema ini bisa menjadi cara sederhana untuk menambahkan persentase service charge di e-commerce Anda. Langkahnya cukup mudah, Anda hanya perlu mengaktifkan tax pada WooCommerce dan lakukan konfigurasi.
Pada tahap ini, Anda harus memutuskan apakah harga produk sudah termasuk pajak atau belum. Atur juga labelnya, sehingga tampilan pada pelanggan jelas, apakah biaya yang muncul sudah termasuk pajak atau tidak. Anda juga dapat menetapkan tampilan total pajak sebagai jumlah tunggal saat pembayaran atau sebagai daftar terperinci.
Jika pengaturan di atas sudah dilakukan, saatnya untuk mengatur tarif. Masing-masing produk bisa sama atau berbeda, tergantung bagaimana Anda menetapkannya. Di WooCommerce, Anda juga bisa menerapkan pengaturan tersebut ke semua produk sekaligus, alih-alih mengeditnya satu per satu.
Selain melalui setting pajak, menetapkan biaya tambahan pada proses pembayaran WooCommerce bisa dengan memanfaatkan plugin kustom pihak ketiga seperti Yay Pricing. Sistem ini memberikan fleksibilitas untuk menerapkan biaya berdasarkan kondisi tertentu. Anda dapat mengenakan biaya tambahan untuk semua pesanan, total pesanan, metode pengiriman, metode pembayaran, dan banyak lagi.
Mengaktifkan Service Charge di Square Online
Sobat DOKU juga bisa mengaktifkan biaya layanan di Square Online. Caranya mudah, cukup masuk ke dashboard dan buka bagian setting. Kemudian, masuk ke akun dan pengaturan. Di sana, klik pembayaran lalu tekan opsi biaya layanan.
Di bagian service charge, masukkan jenis biaya yang diinginkan. Anda dapat memilih layanan berbasis persentase (%) yang dihitung sebagai proporsi dari total keseluruhan order. Nilainya bisa bervariasi, tergantung pada berapa jumlah belanja pelanggan. Ada juga opsi harga tetap ($) yang dapat ditentukan sebelumnya, sehingga nilainya tidak berubah terlepas dari berapa pun barang yang dipesan.
Jangan lupa, penting untuk memberikan penamaan biaya yang jelas. Hal ini sebagai salah satu bentuk transparansi kepada pelanggan dan bertujuan agar mereka tidak kebingungan ketika total pembayaran berubah. Setelah itu, masukkan jumlah biayanya. Pilih apakah Anda ingin diterapkan secara otomatis pada pesanan online atau terbatas di beberapa item saja. Terakhir, klik simpan saat semua pengaturan sudah sesuai.
Tiga Tips Mengurangi Frustrasi Pelanggan Karena Biaya Tambahan

Menambahkan biaya ekstra memang berisiko membuat pelanggan ragu. Namun, jika dikomunikasikan dengan etis, potensi gesekan ini bisa diminimalisir. Kuncinya adalah memastikan pelanggan tidak merasa dijebak oleh harga yang tiba-tiba melambung.
Berikut tiga strategi agar penerapan service charge tetap aman dan tidak memicu pembatalan pesanan:
1. Sampaikan Sejak Awal, Jangan di Akhir
Biaya layanan idealnya sudah diinformasikan di halaman produk atau keranjang belanja, bukan baru muncul secara tiba-tiba di tahap akhir checkout. Menyembunyikan biaya hingga detik terakhir sering kali menjadi alasan utama pelanggan meninggalkan keranjang belanja (cart abandonment) karena merasa harga tidak transparan.
2. Gunakan Penamaan yang Spesifik dan Masuk Akal
Sobat DOKU perlu memberikan label biaya yang mudah dipahami. Hindari istilah umum yang membingungkan seperti "Biaya Administrasi". Sebaliknya, gunakan istilah deskriptif seperti "Biaya Penanganan" (Handling Fee) atau "Biaya Pengemasan" (Safe Packaging Fee). Dengan label yang jelas, pelanggan akan lebih ikhlas membayar karena mereka tahu nilai tambah apa yang mereka dapatkan.
3. Komunikasikan dengan Jujur dan Humanis
Pastikan biaya tambahan selaras dengan janji transparansi bisnis Anda. Jelaskan secara singkat dan jujur mengapa mereka perlu menanggung beban tersebut. Pelanggan berhak tahu alokasi uang mereka. Komunikasi yang terbuka akan mencegah rasa kaget dan justru dapat menjaga kepercayaan pelanggan dalam jangka panjang.
Payment Gateway Kunci Validasi Biaya Layanan Otomatis
Setelah platform e-commerce menghitung total harga secara lengkap, termasuk biaya layanan otomatis checkout, payment gateway akan bekerja di belakang layar. Sistem ini bekerja dengan cepat dan minim kegagalan, prosesnya bahkan tanpa Anda sadari. Gerbang pembayaran berperan memastikan jumlah final yang harus dibayar berhasil dan masuk ke rekening merchant Anda.
Melalui koneksi yang mulus dengan platform e-commerce, DOKU memastikan nominal akhir yang dikirim ke sistem pembayaran diterima tanpa error, termasuk service charge di dalamnya. Dengan proses yang rapi dan konsisten, risiko transaksi gagal atau perbedaan data antara sistem dapat ditekan.
Di sisi merchant, payment gateway juga berfungsi sebagai pencatat transaksi yang detail dan akurat. Setiap pembayaran terekam lengkap, sehingga memudahkan proses rekonsiliasi antara harga barang dan service charge yang terkumpul. Menerapkan sistem ini membuat operasional lebih efisien dan melancarkan bisnis Anda.
Transparansi dalam struktur biaya bukan hanya soal kepatuhan regulasi, melainkan strategi krusial untuk memenangkan kepercayaan pelanggan di tengah ekosistem e-commerce yang semakin kompetitif. Dengan mengintegrasikan sistem penghitungan otomatis yang akurat, Anda dapat menjaga margin keuntungan bisnis sekaligus memberikan kejelasan nilai bagi setiap rupiah yang dibayarkan oleh konsumen. Pastikan setiap komponen biaya, mulai dari harga produk hingga biaya layanan, terkelola dengan sinkronisasi data yang sempurna dan proses rekonsiliasi yang instan melalui dukungan DOKU Payment Gateway sebagai mitra pertumbuhan bisnis digital Anda.
