Cara Menghitung Modal dan Harga Jual - Menghitung modal dan harga jual adalah salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan bisnis. Dengan perhitungan yang akurat, Anda bisa menetapkan harga yang kompetitif di pasaran. Tentunya ini akan membantu mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian.
Di artikel ini, Anda akan mengetahui cara menghitung modal dan harga jual untuk membantumu menjalankan usaha. Pelajari strategi dan teknik pengelolaan keuangan yang baik untuk mencapai kesuksesan dan keberlanjutan bisnis.
Baca Juga: Cara Mencari Modal Akhir: Strategi Tepat untuk Scale-Up
Mengenal Pengertian Modal Usaha
Sebelum mengetahui cara menghitung modal usaha yang tepat, mari simak pengertian modal terlebih dulu. Modal adalah dana yang digunakan untuk memulai dan mengoperasikan bisnis. Modal ini mencakup biaya awal, biaya operasional, dan dana cadangan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis secara efisien.
Jenis-jenis Modal
Modal terdiri dari beberapa jenis; beberapa di antaranya mungkin sering Anda dengar. Yuk, cari tahu lebih dalam lagi.

1. Modal Awal
Saat memulai bisnis, pembicaraan yang sering tercetus adalah berapa modal awal yang Anda punyai. Modal awal adalah jumlah uang yang diperlukan untuk memulai suatu bisnis. Misalnya, Anda mau memulai bisnis coffee shop maka dana yang diperlukan untuk membeli peralatan, sewa gedung, beli bahan baku dan juga gaji karyawan termasuk modal awal agar usaha tersebut bisa berjalan.
Modal awal biasanya terdiri dari 3 bagian, yaitu modal investasi, modal kerja, dan modal operasional.
- Modal Investasi: Seperti namanya, ini adalah modal yang dibutuhkan saat membuka bisnis di awal, seperti sewa gedung.
- Modal Kerja: Modal kerja adalah dana yang digunakan untuk membiayai operasional bisnis sehari-hari, seperti pembelian bahan baku.
- Modal Operasional: Modal yang diperlukan untuk memastikan usaha berjalan, seperti gaji karyawan, biaya listrik bulanan, dan sebagainya.
2. Modal Akhir
Ketika usaha sudah berjalan, tentunya membutuhkan modal lagi dan hal ini sering dibilang sebagai modal akhir. Modal akhir adalah jumlah dana yang dimiliki suatu usaha setelah memperhitungkan keuntungan dan kerugian dalam sebuah periode tertentu.
3. Modal Tetap
Ada juga yang disebut dengan modal tetap. Modal tetap adalah dana yang digunakan untuk membeli aset jangka panjang, seperti tanah, bangunan, mesin, peralatan, dan kendaraan. Aset-aset ini digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak mudah dijual atau dikonversi menjadi uang tunai. Beberapa contohnya juga bisa masuk ke modal awal.
Cara Menghitung Modal Awal dengan Mudah

Buat pebisnis pemula, ada cara mudah untuk mengetahui berapa modal awal Anda. Berikut ini penjelasannya.
1. Mengidentifikasi Biaya-biaya
Langkah pertama dalam menghitung modal adalah mengidentifikasi biaya yang diperlukan untuk memulai dan mengoperasikan bisnis. Beberapa biaya yang perlu diperhitungkan meliputi:
- Biaya awal (pembelian aset, persiapan tempat usaha)
- Biaya operasional (bahan baku, gaji)
- Biaya pemasaran dan promosi
- Biaya administrasi dan pajak
- Dana cadangan untuk mengatasi risiko bisnis
2. Menghitung Total Modal
Setelah mengidentifikasi biaya-biaya, langkah selanjutnya adalah menghitung total modal yang diperlukan. Caranya adalah dengan menjumlahkan biaya awal, biaya operasional, dan dana cadangan. Total modal ini akan menjadi dasar dalam mengelola keuangan bisnis.
Jika disimpulkan, rumus menghitung modal:
Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional
Pengertian Harga Jual Produk
Harga jual adalah harga yang ditetapkan oleh pelaku bisnis untuk menjual produk atau jasa kepada konsumen. Harga jual yang tepat akan membantu pelaku bisnis mencapai keuntungan yang diinginkan, sekaligus menjaga daya saing di pasar.
Penentuan harga ini harus didasarkan pada pemahaman yang kuat tentang rumus untung rugi agar setiap penjualan berkontribusi positif terhadap kesehatan finansial perusahaan.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Harga Jual
1. Biaya Produksi
Biaya produksi meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead (semua biaya operasional tidak langsung yang dikeluarkan untuk menjalankan perusahaan, tetapi tidak terkait langsung dengan produksi barang atau jasa) yang dikeluarkan. Harga jual harus mencakup seluruh biaya produksi agar pelaku bisnis tidak merugi.
2. Laba yang Diinginkan
Pelaku bisnis harus menetapkan laba yang diinginkan untuk setiap produk atau jasa yang dijual. Laba ini akan menentukan sejauh mana harga jual dapat ditetapkan.
3. Kompetitor
Harga jual produk atau jasa yang ditawarkan oleh pesaing juga memengaruhi penetapan harga jual. Pelaku bisnis harus mengetahui harga yang ditawarkan oleh pesaing dan menyesuaikan harga jual mereka agar tetap kompetitif.
4. Permintaan Pasar
Permintaan pasar akan memengaruhi seberapa tinggi harga jual yang dapat ditetapkan. Jika permintaan tinggi, pelaku bisnis mungkin dapat menetapkan harga jual yang lebih tinggi. Namun, jika permintaan rendah, harga jual mungkin perlu disesuaikan agar produk atau jasa tetap laku di pasaran.
Baca juga: Kunci Sukses Bisnis: Panduan Menentukan Harga Jual Produk
Cara Menghitung Harga Jual Produk

1. Metode Cost-Plus Pricing
Metode cost-plus pricing adalah cara menghitung harga jual dengan menambahkan laba yang diinginkan ke biaya produksi per unit. Rumusnya adalah:
Harga Jual = Biaya Produksi per Unit + (Biaya Produksi per Unit x Persentase Laba)
Metode ini cocok untuk UMKM karena simpel dan fokusnya baru pada membangun brand dan mendapat keuntungan. Misalnya usaha roti rumahan: biaya bikin roti Rp2.000, Anda mau untung 50%, jadi dijual Rp3.000
2. Metode Value-Based Pricing
Metode value-based pricing menetapkan harga jual berdasarkan nilai yang dirasakan oleh konsumen. Dalam metode ini, pelaku bisnis harus memahami kebutuhan dan keinginan konsumen, serta menilai seberapa besar konsumen bersedia membayar untuk produk atau jasa yang ditawarkan.
Metode ini biasanya dilakukan oleh brand yang high-end atau sudah memiliki nama. Contohnya adalah Apple dan Starbucks yang menciptakan pangsa pasar mereka sendiri dan menjual produk dari sisi eksklusivitas.
3. Metode Competitive Pricing
Metode competitive pricing menetapkan harga jual berdasarkan harga yang ditawarkan oleh pesaing. Pelaku bisnis dapat menyesuaikan harga jual mereka agar lebih kompetitif atau menonjolkan keunggulan produk atau jasa yang ditawarkan untuk menarik konsumen.
Metode ini biasanya dilakukan oleh brand yang memiliki kompetitor yang mirip. Hal ini banyak dilakukan oleh para brand yang menaruh produk mereka di e-commerce. Contohnya, brand pembalut yang ingin bersaing dengan produk sejenis seperti Softex dan Laurier, maka harganya pun harus mirip atau lebih murah dari kompetitor tersebut.
Cara Menghitung Persentase Keuntungan

Setelah mengetahui biaya produksi dan harga jual, langkah berikutnya adalah menghitung persentase keuntungan. Tujuannya agar Anda tahu berapa besar laba yang didapat dari setiap penjualan.
Secara umum, ada dua cara yang sering digunakan, yaitu margin dan markup.
Margin dihitung dari selisih harga jual dan biaya, lalu dibagi harga jual. Cara ini menunjukkan berapa persen laba dari total uang yang diterima.
Rumusnya:
Margin = (Harga Jual - Biaya) ÷ Harga Jual x 100%
Sementara itu, markup dihitung dari selisih harga jual dan biaya, lalu dibagi biaya. Cara ini biasanya dipakai untuk menentukan harga jual berdasarkan biaya modal.
Rumusnya:
Markup = (Harga Jual - Biaya) ÷ Biaya x 100%
Contohnya, jika biaya membuat satu roti adalah Rp2.000 dan dijual Rp3.000, maka keuntungan per roti adalah Rp1.000.
Saat dihitung dengan margin:
Rp1.000 ÷ Rp3.000 x 100% = sekitar 33%
Sedangkan jika dihitung dengan markup:
Rp1.000 ÷ Rp2.000 x 100% = 50%
Hasilnya memang berbeda karena dasar perhitungannya juga berbeda. Margin memakai harga jual sebagai acuan, sedangkan markup memakai biaya modal. Gunakan salah satu cara secara konsisten agar perhitungan keuntungan lebih mudah dipantau.
Baca Juga: Ini Dia Keuntungan Menjadi Pengusaha yang Perlu Anda Tahu
Menggunakan Persentase Keuntungan untuk Menentukan Harga
Persentase keuntungan membantu Anda menentukan apakah harga jual sudah sesuai atau masih perlu disesuaikan. Dengan angka ini, Anda bisa menilai apakah promo masih aman, kapan perlu menaikkan harga, atau kapan harus menurunkan margin agar penjualan tetap berjalan.
Selain itu, persentase keuntungan juga membantu membaca kondisi pasar. Saat permintaan tinggi, Anda bisa mempertahankan margin. Sebaliknya, saat persaingan ketat, Anda bisa menurunkan margin sedikit untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Agar hasilnya lebih akurat, pastikan pencatatan biaya dan pendapatan dilakukan dengan rapi. Dengan begitu, keputusan harga bisa dibuat lebih cepat dan tepat.
Contoh Perhitungan Modal dan Harga Jual
Studi Kasus Bisnis Roti
Misalnya Anda ingin membuka usaha roti skala kecil.
Perhitungan Modal
Untuk memulai usaha, berikut perkiraan modal yang dibutuhkan:
- Mesin dan peralatan: Rp40.000.000
- Renovasi tempat usaha: Rp10.000.000
- Bahan baku bulan pertama: Rp6.000.000
- Gaji karyawan: Rp3.000.000
- Promosi: Rp2.000.000
- Dana cadangan: Rp2.000.000
Total modal awal yang perlu disiapkan adalah sekitar Rp63.000.000.
Setelah mengetahui modal, Anda bisa menentukan harga jual produk. Misalnya, biaya membuat satu roti adalah Rp2.000 dan Anda ingin mengambil keuntungan 50%.
Perhitungannya Harga Jual
Harga jual = Biaya produksi + keuntungan
Rp2.000 + (50% x Rp2.000) = Rp3.000
Jadi, harga jual yang bisa ditetapkan untuk satu roti adalah Rp3.000.
Dari contoh perhitungan di atas, Anda telah mengetahui total modal awal yang diperlukan untuk memulai bisnis roti dan cara menghitung harga jual per roti. Selanjutnya, Anda dapat mempertimbangkan metode value-based pricing atau competitive pricing untuk menyesuaikan harga jual jika diperlukan.
Baca Juga: Profit Margin, Kunci Memahami Kesehatan Finansial Bisnis
Tips Menentukan Harga Jual agar Untung Maksimal
Tentu saat memulai usaha, salah satu tujuan utama Anda adalah mendapatkan untung. Coba ikuti tips berikut:
- Lakukan riset pasar untuk mengetahui preferensi konsumen dan harga yang ditawarkan oleh pesaing.
- Lokasi juga memengaruhi. Harga jual di kampung tak boleh semahal di kota besar seperti Jakarta.
- Pertimbangkan biaya produksi atau HPP (Harga Pokok Produksi) yang tak bisa diganggu gugat.
- Tentukan laba yang diinginkan, tentu saja harus juga memperhatikan kondisi pasar saat menetapkan harga jual.
- Jangan ragu untuk menyesuaikan harga jual jika situasi bisnis atau pasar berubah.
Kesimpulan
Menghitung modal dan harga jual dengan tepat sangat penting bagi keberhasilan bisnis. Dengan mengetahui cara menghitung modal dan harga jual, pelaku bisnis dapat mengoptimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian.
Selain itu, mengetahui cara menghitung modal dan harga jual juga membantu pelaku bisnis dalam mengelola keuangan dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.
Permudah Alur Pembayaran untuk Maksimalkan Setiap Potensi Keuntungan

Keuntungan maksimal tidak hanya bergantung pada perhitungan modal dan harga jual, tetapi juga pada bagaimana transaksi berjalan. Proses transaksi yang lancar juga berperan besar dalam memastikan pelanggan dapat menyelesaikan pembayaran tanpa hambatan. Semakin mudah pelanggan melakukan pembayaran, semakin besar peluang terjadinya transaksi. Dengan alur pembayaran yang praktis dan transparan, potensi penjualan dapat dioptimalkan, sekaligus membuat perhitungan keuntungan dan pembagian hasil menjadi lebih akurat.
DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang membantu bisnis memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Dengan sistem yang lebih rapi dan tercatat, pembagian hasil usaha pun jadi lebih jelas dan terukur.
Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, cicilan kartu kredit, transfer bank/virtual account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil, serta seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
Saatnya Pakai Solusi yang Lebih Fleksibel!
✅ Sering bolak-balik aplikasi buat urus pembayaran?
Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan. Praktis, cepat, dan memudahkan proses pembayaran tanpa perlu integrasi, ideal untuk meningkatkan jumlah transaksi.
🔗 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅ Jualan online sekaligus offline?
Gunakan DOKU QRIS untuk menerima pembayaran cukup dengan scan QR. Tersedia opsi QR statis dan dinamis yang memudahkan berbagai jenis transaksi, sehingga proses pembayaran jadi lebih cepat dan praktis bagi pelanggan.
Selain itu, DOKU QRIS juga mendukung cross-border payment, yang memungkinkan pelanggan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Butuh Opsi Lain sesuai Kebutuhan Bisnis?
✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis?
Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung dengan payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.
🛒 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Butuh kontrol penuh untuk sistem yang lebih kompleks?
Gunakan DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam mengatur tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🌐 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Ingin punya katalog produk yang siap terima pembayaran?
Gunakan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan dalam hitungan menit tanpa perlu coding.
📋 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Jualan lewat e-commerce?
Gunakan DOKU Plugin untuk menghubungkan sistem pembayaran dengan e-commerce, seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce. Cukup instal, konfigurasi, dan siap digunakan tanpa set up kompleks.
⌨️ Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Perlu otomatisasi transaksi melalui WhatsApp Business?
Gunakan DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis dalam satu alur, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil.
📈 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi di halaman Bantuan Sales
