Tidak semua bisnis membutuhkan cara yang sama untuk menerima pembayaran online. Ada bisnis yang ingin proses pembayaran langsung diarahkan ke halaman siap pakai, sementara bisnis lain membutuhkan kontrol penuh atas tampilan dan alur checkout.
Karena itu, memahami jenis payment gateway penting sebelum menentukan solusi pembayaran untuk bisnis. Perbedaannya bukan hanya soal fitur, tetapi juga bagaimana payment gateway diintegrasikan, siapa yang mengelola infrastrukturnya, dan seberapa besar kontrol yang dimiliki bisnis terhadap pengalaman pembayaran.
Lantas, apa saja jenis payment gateway yang umum digunakan dan mana yang paling sesuai untuk bisnis Anda?
Baca Juga: Ketahui Payment Gateway Terbaik dan Kriteria Memilihnya
Jenis-Jenis Payment Gateway pada Umumnya
Istilah jenis payment gateway dapat digunakan untuk menggambarkan beberapa pendekatan, mulai dari cara sistem diintegrasikan hingga model layanan yang digunakan.
Beberapa istilah bahkan saling berkaitan. Misalnya, hosted payment gateway dan API/self-hosted lebih banyak menjelaskan cara implementasi, sedangkan third-party dan white label lebih berkaitan dengan model layanan atau hubungan dengan penyedia payment gateway.
Berikut penjelasan masing-masing jenisnya.
1. Hosted Payment Gateway
Hosted payment gateway adalah jenis payment gateway yang mengarahkan customer ke halaman pembayaran yang disediakan oleh penyedia payment gateway.
Dalam model ini, merchant tidak perlu membangun seluruh halaman pembayaran dan proses pemrosesan transaksi dari awal. Setelah customer memilih untuk membayar, mereka akan diarahkan atau ditampilkan pada payment page yang terhubung dengan sistem payment gateway.
Pendekatan ini cocok untuk bisnis yang ingin:
- Mempercepat implementasi pembayaran online.
- Mengurangi kebutuhan pengembangan sistem checkout dari awal.
- Menggunakan halaman pembayaran yang sudah terhubung dengan berbagai metode pembayaran.
- Tetap memberikan pengalaman pembayaran yang lebih terstruktur kepada customer.
Contoh implementasinya adalah DOKU Checkout, yaitu halaman pembayaran yang terhubung dengan payment gateway dan dapat digunakan pada website maupun aplikasi. DOKU Checkout juga mendukung penyesuaian seperti logo, warna tema, bahasa, dan urutan metode pembayaran.
Dengan begitu, hosted bukan berarti merchant tidak dapat melakukan customization sama sekali. Tingkat customization tetap bergantung pada kemampuan payment gateway yang digunakan.
2. API/Self-Hosted Payment Gateway
Berbeda dengan hosted payment gateway, API atau self-hosted payment gateway memberikan merchant kontrol yang lebih besar terhadap pengalaman pembayaran.
Merchant menggunakan API untuk menghubungkan sistem internal dengan payment gateway. Halaman checkout dapat dibangun dan disesuaikan sesuai kebutuhan bisnis, sementara payment gateway API tetap menangani koneksi ke sistem pembayaran yang diperlukan.
Model ini biasanya lebih relevan untuk bisnis yang memiliki:
- Tim developer atau resource teknologi.
- Kebutuhan customization yang tinggi.
- Sistem checkout yang sudah kompleks.
- Kebutuhan untuk mengatur alur pembayaran secara lebih fleksibel.
Namun, semakin besar kontrol yang dimiliki merchant, semakin besar pula tanggung jawab teknis yang perlu diperhatikan. Integrasi, pengelolaan error, keamanan, hingga pemantauan status transaksi perlu dirancang dengan baik.
3. Third-Party Payment Gateway
Third-party payment gateway mengacu pada penggunaan layanan pembayaran dari penyedia eksternal yang menghubungkan bisnis dengan berbagai metode pembayaran.
Daripada membangun seluruh infrastruktur pembayaran sendiri, merchant memanfaatkan infrastruktur dan koneksi yang telah disediakan oleh payment gateway.
Bagi bisnis, pendekatan ini dapat membuat proses penerimaan pembayaran menjadi lebih sederhana karena merchant tidak perlu membangun koneksi terpisah ke setiap metode pembayaran.
Untuk mengenal lebih detail mengenai jenis payment gateway ini, Anda bisa membacanya pada artikel: Mengenal Lebih Detail Third Party Payment Gateway.
4. Direct Payment Gateway
Istilah direct payment gateway dapat memiliki arti yang berbeda tergantung konteks dan penyedia layanan. Secara umum, istilah ini digunakan untuk menggambarkan pendekatan ketika merchant memiliki koneksi yang lebih langsung dengan sistem pembayaran melalui payment gateway.
Dalam praktiknya, direct integration biasanya membutuhkan konfigurasi dan integrasi teknis yang lebih mendalam dibandingkan solusi pembayaran siap pakai.
Merchant dapat memperoleh kontrol lebih besar terhadap:
- Alur pembayaran.
- Integrasi dengan sistem internal.
- Tampilan dan pengalaman checkout.
- Pengelolaan status transaksi.
- Otomasi proses pembayaran.
Karena itu, pendekatan ini lebih cocok untuk bisnis yang memiliki kebutuhan teknis dan operasional yang cukup matang. Anda sebaiknya melihat bagaimana provider mendefinisikan model integrasi tersebut sebelum membandingkannya.
5. White Label Payment Gateway
White label payment gateway memungkinkan suatu bisnis menggunakan infrastruktur pembayaran dari penyedia teknologi tetapi menghadirkan layanan tersebut dengan identitas brand mereka sendiri.
Dengan model ini, pihak yang menggunakan white label dapat memiliki pengalaman pembayaran yang lebih konsisten dengan brand tanpa harus membangun seluruh infrastruktur payment gateway dari awal.
Pendekatan ini dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin:
- Menghadirkan pengalaman pembayaran dengan identitas brand sendiri.
- Mengembangkan produk atau platform pembayaran.
- Mengurangi kebutuhan membangun infrastruktur payment gateway secara mandiri.
- Mengintegrasikan layanan pembayaran ke dalam ekosistem bisnis.
Namun, white label lebih tepat dipahami sebagai model layanan, bukan sekadar jenis halaman checkout. Karena itu, detail seperti branding, API, operasional, settlement, compliance, dan dukungan teknis perlu dilihat berdasarkan penawaran masing-masing provider.
6. Cloud-Based Payment Gateway
Cloud-based payment gateway menggunakan infrastruktur cloud untuk menjalankan dan mendukung layanan payment gateway.
Keuntungan pendekatan berbasis cloud adalah bisnis dapat menggunakan infrastruktur pembayaran tanpa harus membangun dan mengelola seluruh infrastruktur server secara mandiri.
Dalam konteks bisnis yang terus berkembang, cloud-based payment gateway dapat membantu mendukung kebutuhan seperti:
- Skalabilitas ketika volume transaksi meningkat.
- Ketersediaan layanan.
- Pengelolaan infrastruktur yang lebih efisien.
- Pemantauan sistem.
- Pengembangan dan integrasi layanan pembayaran.
7. Multiple Payment Gateway
Multiple payment gateway adalah pendekatan ketika bisnis menggunakan lebih dari satu payment gateway untuk memproses pembayaran.
Tujuannya dapat berbeda-beda. Misalnya, bisnis ingin memiliki alternatif provider, menjangkau lebih banyak metode pembayaran, meningkatkan availability, atau mengatur transaksi berdasarkan kebutuhan tertentu.
Pendekatan ini dapat memberikan fleksibilitas, tetapi juga menambah kompleksitas.
Merchant harus mengelola lebih banyak hal, seperti:
- Integrasi dengan beberapa provider.
- Monitoring transaksi.
- Rekonsiliasi.
- Settlement.
- Reporting.
- Penanganan transaksi gagal.
- Pengelolaan hubungan dengan masing-masing provider.
Karena itu, multiple payment gateway tidak selalu berarti lebih baik. Untuk sebagian bisnis, menggunakan satu payment gateway dengan cakupan metode pembayaran dan integrasi yang lengkap justru dapat membuat operasional lebih sederhana.
Jenis Payment Gateway vs Jenis Integrasi DOKU
Setelah memahami berbagai jenis payment gateway, Anda mungkin menemukan istilah seperti hosted, API, atau self-hosted. Namun, istilah tersebut tidak selalu menunjukkan jenis produk yang berbeda. Dalam praktiknya, istilah tersebut lebih sering digunakan untuk menjelaskan cara payment gateway diintegrasikan ke dalam sistem bisnis.
Pada DOKU, misalnya, bisnis dapat memilih beberapa pilihan integrasi dan produk sesuai kebutuhan, mulai dari DOKU Checkout, DOKU Direct API, DOKU Plugin, hingga solusi tanpa integrasi sepertI DOKU Payment Link dan DOKU Digital Catalog.
Berikut gambaran sederhananya:

Misalnya, bisnis yang ingin implementasi lebih sederhana dapat menggunakan DOKU Checkout atau DOKU Payment Link. Sementara bisnis dengan tim developer dan kebutuhan customization yang lebih tinggi dapat mempertimbangkan DOKH Direct API.
Cara Memilih Payment Gateway yang Cocok untuk Bisnis Anda
Pilihan payment gateway sebaiknya dimulai dari kebutuhan bisnis, bukan sekadar dari istilah teknologinya.
Jika Anda ingin implementasi yang cepat dan tidak ingin membangun halaman pembayaran dari awal, hosted payment gateway dapat menjadi pilihan praktis.
Jika bisnis memiliki tim developer dan membutuhkan kontrol penuh terhadap checkout, API/self-hosted dapat memberikan fleksibilitas lebih besar.
Sementara itu, white label lebih relevan bagi bisnis yang ingin menghadirkan layanan pembayaran dengan identitas brand sendiri. Untuk bisnis dengan kebutuhan skala dan infrastruktur yang berkembang, aspek cloud-based juga perlu diperhatikan.
Sebelum memilih, pertimbangkan beberapa hal berikut:
- Kebutuhan integrasi: Apakah membutuhkan hosted checkout, plugin, atau API?
- Kemampuan teknis: Apakah bisnis memiliki developer untuk mengelola integrasi?
- Metode pembayaran: Apakah payment gateway mendukung metode yang paling banyak digunakan customer?
- Customization: Seberapa besar kontrol terhadap tampilan dan alur pembayaran yang dibutuhkan?
- Keamanan: Bagaimana provider menjaga keamanan data dan transaksi?
- Skalabilitas: Apakah sistem mampu mendukung pertumbuhan volume transaksi?
- Monitoring: Apakah status dan laporan transaksi mudah dipantau?
- Testing: Apakah tersedia Sandbox untuk menguji integrasi sebelum digunakan?
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan payment gateway menjadi lebih objektif dan tidak hanya berdasarkan nama atau label jenisnya.
Pilih DOKU Payment Gateway, Banyak Pilihan Integrasi Sesuai Bisnis Anda

Memilih payment gateway pada akhirnya bukan hanya soal jenis integrasi. Bisnis juga perlu melihat apakah solusi tersebut dapat mendukung berbagai kebutuhan pembayaran, metode transaksi, serta perkembangan bisnis ke depannya.
DOKU Payment Gateway menyediakan berbagai pilihan untuk menerima pembayaran online, mulai dari hosted payment gateway hingga Direct API, sehingga bisnis dapat memilih pendekatan sesuai kebutuhan teknis dan operasional. DOKU juga menyediakan Sandbox untuk membantu bisnis melakukan pengujian sebelum integrasi digunakan.
Dari sisi metode pembayaran, DOKU mendukung 45+ metode pembayaran, termasuk Virtual Account, kartu, e-wallet, dan QRIS.
Pilihan produknya juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, seperti:
- DOKU Checkout — halaman pembayaran siap pakai dengan opsi kustomisasi.
- DOKU Direct API — integrasi yang lebih fleksibel untuk kebutuhan pembayaran kustom.
- DOKU Plugin — integrasi pembayaran dengan platform e-commerce.
- DOKU Payment Link — pembayaran melalui tautan tanpa perlu membangun integrasi teknis.
- DOKU Digital Catalog — menampilkan produk sekaligus menyediakan pembayaran online.
DOKU Payment Link, misalnya, dapat dibuat melalui DOKU Dashboard dan halaman checkout-nya dapat disesuaikan dengan logo, warna latar, serta urutan metode pembayaran.
Untuk bisnis yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut, DOKU juga memiliki kapabilitas agentic payments melalui DOKU MCP Server, yang memungkinkan AI assistant atau AI agent terhubung dengan kapabilitas pembayaran DOKU.
Dari sisi pengalaman dan kredibilitas, DOKU telah hadir sejak 2007 dan memosisikan diri sebagai mitra teknologi, bukan sekadar penyedia layanan pembayaran. DOKU juga memiliki dukungan customer service 24/7 serta berbagai security credentials, termasuk status PJP Kategori 1, PCI DSS, dan ISO/IEC 27001 berdasarkan materi perusahaan.
Jika Anda ingin mulai menggunakan payment gateway, bisnis dapat memilih opsi registrasi mandiri di DOKU Registration atau menghubung Tim Sales DOKU untuk mendiskusikan kebutuhan integrasi dan solusi pembayaran yang sesuai.
