Transaksi digital kini menjadi bagian penting dalam bisnis yang memudahkan operasional, mulai dari pembayaran hingga pengelolaan data pelanggan. Namun, di balik kemudahan tersebut, ancaman siber serius seperti pharming dan phishing terus mengintai seiring berkembangnya teknologi. Sayangnya, risiko ini kerap menjadi celah fatal karena masih banyak pelaku usaha yang bingung membedakan karakteristik kedua serangan tersebut.
Secara singkat, phishing adalah upaya memancing korban secara personal untuk mengklik tautan berbahaya, sedangkan pharming bekerja dengan memanipulasi sistem untuk mengarahkan korban ke situs palsu secara otomatis, bahkan saat alamat web yang diketik sudah benar. Memahami perbedaan ini sangat krusial agar bisnis terhindar dari pencurian data dan kerugian finansial.
Perbedaan Phishing dan Pharming Modus Penipuan Canggih

Meski terdengar mirip, kedua istilah ini memiliki metode serangan yang sangat berbeda. Phishing bersifat aktif dan personal, di mana penipu akan menyamar sebagai pihak tepercaya, seperti bank, email kantor, atau marketplace untuk memancing korban menyerahkan data pribadi melalui tautan jebakan.
Sebaliknya, pharming adalah serangan yang bersifat pasif namun berskala masif. Istilah yang diambil dari gabungan kata "phishing" dan "farming" ini tidak sekadar menargetkan satu orang, melainkan menyasar infrastruktur sistem seperti server DNS atau komputer korban.
Bahaya utama pharming terletak pada kemampuannya membajak proses navigasi. Begitu sistem terinfeksi, setiap pengguna yang mengakses situs tersebut akan secara otomatis dialihkan ke halaman web palsu tanpa menyadarinya. Jika phishing mengandalkan kelalaian individu, seperti korban yang salah klik, pharming bisa menargetkan bisnis dengan traffic besar tanpa melibatkan interaksi langsung dengan korban, sehingga lebih sulit untuk dideteksi.
Kedua tipe kejahatan tersebut mempunyai modus yang berbeda, Berikut adalah rincian perbedaan target serangannya:
- Phishing: Kejahatan siber ini menargetkan individu. Pada umumnya, pelaku akan berusaha mencuri data pribadi, password, maupun PIN dengan cara mengelabui korban melalui pesan, halaman login palsu, hingga email.
- Pharming: Serangan siber ini menargetkan session dan traffic massal dengan mengalihkan banyak pengunjung sekaligus ke situs tiruan, terutama banyak terjadi di platform e-commerce, perbankan, hingga sistem pembayaran. Hal ini bisa membuat informasi transaksi, data login, sampai aktivitas keuangan disadap dalam jumlah besar.
Cara Kerja Serangan Pharming Tanpa Perlu Klik
Serangan siber jenis pharming ini termasuk tipe serangan dengan memanipulasi sistem secara diam-diam tanpa memerlukan interaksi dengan korban, bukan sekadar trik psikologis. Jadi, ancamannya lebih berbahaya dan setiap sistem bisa saja terkena risiko serangan tersebut, termasuk bisnis Anda.
Maka dari itu, memahami cara kerja serangan siber ini menjadi kunci untuk mencegah kerugian finansial bisnis maupun individu. Adapun cara kerja serangan pharming adalah sebagai berikut.
1. Inti Mekanisme Pengelabuan Alamat IP
Serangan siber ini bekerja dengan memanipulasi sistem penamaan alamat internet agar browser korban memperoleh informasi yang salah dan berbahaya. Dalam situasi normal, ketika Anda mengetik alamat situs seperti www.doku.com, maka komputer akan menggunakan Domain Name System (DNS) untuk menerjemahkan nama domain tersebut menjadi alamat IP server yang benar sebelum memuat halaman situsnya.
Namun, ketika serangan pharming terjadi, pelaku akan merusak proses tersebut dengan memodifikasi sumber data DNS, sehingga browser dikirim ke situs palsu yang terlihat persis dengan situs aslinya. Situasi ini dilakukan pelaku untuk mencuri berbagai data, baik itu informasi pembayaran, data login, hingga data kartu. Pasalnya, korban percaya jika mereka berada dalam halaman yang aman karena situsnya tampak seperti asli, sehingga mereka akan memasukkan data sensitif.
2. Dua Metode Utama Serangan DNS dan Malware
Serangan siber ini banyak dilakukan dengan dua tipe metode yang berbeda secara teknis, yaitu melalui DNS Cache Poisoning serta Malware lokal. Pada metode DNS Cache Poisoning, pelaku akan menargetkan server DNS berskala besar yang bertugas untuk menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP.
Apabila DNS tersebut berhasil dikelabui, maka setiap permintaan untuk mengakses situs akan diarahkan ke situs palsu. Metode ini berdampak luas ke banyak pengguna sekaligus tanpa memandang perangkat.
Di sisi lain, metode berikutnya, yakni Malware lokal atau biasa juga disebut dengan Hosts File Manipulation menyerang secara lokal ke perangkat komputer korban. Malware yang berhasil masuk ke perangkat akan menyerang file host komputer korban dan mengubah pengaturan local host di perangkat tersebut.
Jadi, ketika file sudah rusak dan Anda mengetikkan URL yang benar, maka browser akan tetap mengarahkan ke situs palsu untuk melakukan pencurian data. Metode ini umumnya akan memengaruhi perangkat individu yang terinfeksi malware saja.
3. Bahaya Unik Korban Mengetik URL yang Benar
Salah satu hal yang membuat serangan siber jenis pharming berbahaya adalah korban bisa mengetikkan URL yang benar di browser, seperti doku.com, alamat bank resmi, maupun platform e-commerce populer.
Akan tetapi, saat masuk, Sobat DOKU akan diarahkan ke situs palsu tanpa adanya indikasi kesalahan maupun pesan error. Hal ini bisa membuat Sobat DOKU tidak menyadari jika terkena serangan siber.
Akibat dari ketidaksadaran tersebut bisa membuat pengguna percaya untuk memasukkan data pribadi, seperti username, password, hingga nomor kartu kredit karena pengguna merasa berada di situs resmi. Serangan ini juga menyerang kepercayaan dasar pengguna terhadap validitas alamat website, sehingga membuatnya sulit terdeteksi.
Contoh Pharming dan Cara Kerja Serangan DNS Hijacking

Contoh pharming yang relevan dengan bisnis adalah ketika seorang pelanggan ingin masuk ke dashboard pembayaran bisnis atau internet banking dan telah mengetikkan alamat situs resmi tanpa adanya salah ketik.
Namun, tanpa disadari, pelanggan diarahkan ke situs palsu karena sistem DNS yang digunakan telah dimanipulasi. Situs palsu yang tampilannya mirip dengan situs asli akan membuat pelanggan percaya untuk memasukkan username dan password. Data credential korban tersebut yang dicuri oleh pelaku tanpa disadari oleh pelanggan.
Situasi di mana pelaku memanipulasi sistem DNS tersebut dikenal dengan sebut DNS hijacking dan tentunya berbahaya bagi keberlangsungan bisnis Anda. Pasalnya, pengguna akan merasa mengakses situs resmi perusahaan, sehingga berisiko terjadi pencurian data secara massal dan merusak kepercayaan pelanggan.
Untuk melindungi situs bisnis Anda dari serangan DNS hijacking, maka diperlukan perlindungan untuk mengamankan situs, antara lain:
- Memastikan sertifikat SSL/TLS situs perusahaan selalu aktif, valid, dan tidak kedaluwarsa. Sertifikat tersebut berguna untuk memastikan jika data yang dikirim antara browser pengguna dan server perusahaan telah terenkripsi serta aman.
- Domain yang digunakan sudah sesuai dengan sertifikat.
- Tidak ada peringatan keamanan ketika situs perusahaan diakses.
- Menggunakan layanan DNS yang aman dan terpercaya.
- Rutin melakukan audit konfigurasi server dan DNS untuk menghindari DNS hijacking.
- Memperkuat keamanan infrastruktur digital untuk menghindari risiko serangan siber.
Selain dari sisi perusahaan, Sobat DOKU juga perlu mengedukasi pelanggan akan pentingnya beberapa hal, yaitu:
- Memeriksa ikon gembok yang terdapat di address bar browser.
- Menghindari memasukkan data sensitif apabila muncul peringatan keamanan.
Payment Gateway Sebagai Solusi Aman Melindungi Data dan Transaksi Finansial
Setelah mengetahui apa itu pharming, cara kerja, hingga perbedaannya dengan phishing, kini Sobat DOKU bisa menyadari akan pentingnya melindungi data dan transaksi finansial agar terhindar dari serangan siber.
Dalam hal ini, payment gateway menjadi solusi mengamankan data dan transaksi digital. Sama halnya dengan DOKU Payment Gateway yang beroperasi di bawah standar keamanan tertinggi (PCI DSS), sehingga bisa memastikan data kartu pelanggan terenkripsi dan terlindungi dengan aman. DOKU juga telah dilengkapi Fraud Detection System (FDS) canggih yang secara real-time mampu mendeteksi anomali dalam transaksi, bahkan dari traffic yang dicurigai sebagai pharming.
DOKU Payment Gateway bukan sekadar solusi transaksi digital, tetapi juga mitra keamanan yang penting untuk menjaga data perusahaan, pelanggan, dan transaksi finansial. Memilih partner payment gateway berizin resmi seperti DOKU juga berarti Anda mendapatkan lapisan keamanan untuk mencegah risiko siber. Mari mulai percayakan bisnis Anda dengan DOKU, solusi payment gateway yang aman untuk mengoptimalkan bisnis Anda.
Pastikan setiap alur pembayaran di ekosistem bisnis Anda telah terstandarisasi dengan protokol keamanan internasional dan sistem deteksi penipuan yang proaktif melalui integrasi DOKU Payment Gateway sekarang juga.
