Supply & Demand - Supply & demand adalah konsep dasar ekonomi yang menjelaskan keterkaitan antara ketersediaan barang atau jasa dengan keinginan pembeli. Supply adalah jumlah produk yang tersedia untuk dijual, sedangkan demand adalah jumlah produk yang ingin dibeli konsumen.
Istilah supply & demand dalam bisnis jual beli merupakan hal yang umum dan sering dibahas. Hukum supply & demand tidak boleh diabaikan karena keduanya saling berhubungan, berdampingan, bahkan saling memengaruhi.
Pengertian Supply & Demand
Supply & demand adalah konsep dasar ekonomi yang penting untuk diperhatikan agar bisa membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis. Bukan sekadar teori, hukum supply & demand bahkan bisa dimanfaatkan untuk memprediksi perubahan pasar.
Menurut N. Gregory Mankiw, seorang ahli ekonomi makro Amerika, supply atau penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dijual oleh produsen pada berbagai tingkat harga dalam periode tertentu.

Dalam bahasa sederhana, supply bukan hanya barang yang tersedia, tetapi jumlah yang ditawarkan pada harga tertentu. Perlu dicatat, tidak semua produsen menjual produk yang mereka miliki apabila harganya tidak menguntungkan.
Demand atau permintaan menurut N. Gregory Mankiw adalah jumlah barang yang bersedia dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga. Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus mengatakan bahwa demand menunjukkan hubungan antara harga suatu barang dan jumlah yang diminta oleh konsumen.
Simpelnya, demand bukan sekadar keinginan untuk membeli sebuah barang, tetapi juga kemampuan orang tersebut untuk membeli barang pada harga yang ditentukan. Jadi, keinginan tanpa disertai kemampuan membeli tidak valid disebut demand.
Baca Juga: 6 Cara Menarik Pelanggan: Ini Sebenarnya yang Mereka Inginkan
Memahami Hukum Supply & Demand

Dalam ilmu ekonomi, ada yang disebut Hukum Demand, Hukum Supply, dan Hukum Supply & Demand. Untuk memahami hukum supply & demand secara utuh, simak juga ulasan berikut ini.
1. Hukum Supply
Hukum Supply atau dikenal dengan istilah Law of Supply menyatakan bahwa kenaikan harga suatu barang akan meningkatkan jumlah yang ditawarkan, dengan asumsi bahwa faktor lain tetap. Hukum ini menunjukkan hubungan yang positif atau searah antara harga dan jumlah yang ditawarkan.
Alasan utamanya adalah bahwa ketika harga tinggi, keuntungan pasti akan meningkat. Dengan demikian, produsen biasanya terdorong untuk menambah kapasitas produksi. Sebagai contoh, ketika harga cabai melejit, para petani akan memilih untuk menanam lebih banyak cabai untuk meningkatkan produksi.
2. Hukum Demand
Hukum Demand menyatakan bahwa ketika harga suatu barang naik, maka jumlah yang diminta menurun, dan begitu pula sebaliknya. Hal ini menunjukkan hubungan yang berbanding terbalik antara harga dan jumlah barang yang diminta.
Ketika harga barang naik, konsumen biasanya akan beralih menggunakan barang lain yang lebih murah. Ini disebut efek substitusi. Ketika harga barang naik, daya beli terasa menurun sehingga pembeli pun berkurang. Ini disebut efek pendapatan. Contohnya, ketika harga kopi naik, orang memilih untuk beralih ke teh yang dinilai lebih murah.
3. Hukum Supply and Demand
Dalam dunia bisnis, memahami konsep supply and demand adalah sebuah keharusan. Hukum Supply & Demand menjelaskan bahwa harga pasar terbentuk dari interaksi antara supply & demand. Selain itu, hukum ini juga menyatakan bahwa pasar selalu menuju titik keseimbangan (equilibrium).
Keseimbangan pasar terjadi jika jumlah produk yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. Titik keseimbangan pun bisa tercapai ketika tidak ada kelebihan atau kekurangan barang.
Ada dua kondisi penting yang berkaitan dengan Hukum Supply & Demand. Pertama, terjadi kelebihan permintaan. Ketika demand lebih besar daripada supply, biasanya akan terjadi kelangkaan dan harga naik. Contohnya, ketika awal pandemi COVID-19, permintaan masker melonjak drastis. Produk belum banyak dan masker menjadi langka sehingga harganya naik.
Kedua, ada pula yang disebut kelebihan penawaran. Dalam kondisi ini, bagian supply lebih besar daripada demand. Akibatnya, produk menjadi menumpuk dan harga pun turun. Contohnya, ketika petani jeruk panen besar-besaran, permintaan pasar tidak meningkat. Produksi jeruk melimpah, tetapi harganya lebih murah.
Akibat hukum Supply & Demand, terjadi proses yang disebut mekanisme pasar. Jika harga terlalu murah, banyak orang ingin membeli produk tersebut. Namun, jika produsen tidak menyediakan jumlah yang cukup, akan terjadi kekurangan stok di pasar. Produk akan langka, pembeli berebut, dan produsen menaikkan harga supaya equilibrium terjadi.
Baca Juga: Ikuti Cara Menentukan Harga Jual Produk Sebelum Berbisnis
10 Faktor Pengaruh Supply & Demand

Setelah memahami definisinya, mari kita bahas beberapa faktor yang berpengaruh terhadap supply & demand dalam suatu bisnis. Berikut di antaranya.
1. Skala Pendapatan
Pendapatan konsumen merupakan faktor yang sangat memengaruhi angka supply & demand dalam proses jual beli. Semakin tinggi pendapatan, biasanya permintaan juga akan semakin naik. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan, permintaan akan semakin berkurang.
Secara teknis, pembelian tidak akan terjadi jika konsumen tidak memiliki pendapatan. Meski harga produk murah, pendapatan rendah akan memengaruhi jumlah pembelian. Sebaliknya, meski harga produk mahal, pendapatan tinggi juga dapat memengaruhi jumlah pembelian.
2. Harga Barang
Pembeli atau konsumen selalu menginginkan produk yang harganya lebih murah. Karena itu, ketika harga barang diturunkan, misalnya saat promo, angka permintaan biasanya akan bertambah.
Harga barang merupakan poin penting dalam konsep supply & demand. Jika ingin meningkatkan penjualan, produsen bisa menggunakan strategi seperti memberi diskon sehingga harganya lebih rendah.
3. Prediksi Harga Mendatang
Supply & demand adalah konsep yang membantu dalam pengambilan keputusan bisnis. Salah satu faktor yang memengaruhi supply & demand adalah prediksi di masa mendatang. Jika harga diperkirakan naik pada masa depan, orang-orang cenderung membeli dari sekarang.
Kondisi ini biasanya terjadi pada produk dengan nilai investasi yang terus meningkat, misalnya emas. Itulah sebabnya dalam kondisi sesulit apa pun, pembeli emas selalu ada meskipun harganya naik turun karena nilainya cenderung naik.
4. Kehadiran Barang Pengganti
Adanya barang pengganti atau substitusi merupakan tantangan bagi setiap pengusaha. Ketika supply & demand pada sebuah produk tidak lagi rasional, konsumen biasanya akan beralih ke produk lain yang dianggap dapat menggantikan.
Contohnya, saat harga daging sapi mahal, banyak orang beralih ke daging ayam yang lebih murah. Hal ini membuat permintaan daging sapi turun dan permintaan daging ayam naik. Penjual daging sapi pun mengalami penurunan penjualan.
5. Selera atau Tren
Di antara beberapa faktor tersebut, selera konsumen adalah salah satu yang sulit untuk diukur. Bisa saja ketika produk dirilis, konsumen tidak lagi berminat terhadap produk tersebut sehingga membuat jumlah permintaan menurun.
Sebaliknya, ketika produk dirilis dalam jumlah sedikit tetapi sedang ada tren di kalangan masyarakat, jumlah permintaan pasti akan naik. Karena itu, sebelum merilis sebuah produk, perlu ada riset yang cermat untuk mengelola kondisi ini.
6. Biaya Produksi
Biaya produksi juga dapat memengaruhi supply & demand. Apabila biaya produksi makin tinggi karena sebab tertentu, supply cenderung turun. Contohnya, saat biaya produksi plastik naik karena kelangkaan bahan baku, supply turun dan harga makin naik.
Biaya produksi juga bisa lebih rendah karena bahan baku yang melimpah. Pada kondisi ini, supply biasanya akan bertambah dan produk pun lebih banyak. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini bisa membuat harga produk turun.
7. Teknologi Produksi
Teknologi yang lebih maju bisa membuat proses produksi lebih cepat dan lebih banyak. Hal ini membuat supply naik, produk melimpah, dan bisa saja mengakibatkan harga produk menjadi lebih murah.
Contohnya, pabrik tekstil modern menggunakan mesin otomatis untuk menjahit dan memotong kain. Kondisi ini membuat produksi menjadi lebih cepat dan stabil. Supply pakaian di pasar meningkat, harga pun lebih murah dibandingkan dengan produk yang dijual di butik.
8. Jumlah Penduduk
Semakin banyak penduduk, maka demand biasanya akan semakin tinggi. Meski hal ini dipengaruhi oleh faktor lainnya, jumlah penduduk bisa disebut pasar potensial yang memungkinkan terjadinya penjualan yang lebih banyak.
Salah satu contohnya adalah ketika pertumbuhan penduduk terus meningkat, banyak orang membutuhkan tempat tinggal. Kondisi ini membuat permintaan rumah atau hunian semakin banyak dan harga properti ikut naik.
9. Jumlah Produsen
Semakin banyak produsen, semakin banyak pula supply yang tersedia. Jika produk melimpah tetapi jumlah demand stabil, dapat terjadi perang harga yang membuat harga bisa lebih rendah daripada seharusnya demi mendapatkan pembeli.
Contohnya terjadi pada bisnis minuman kekinian. Awalnya hanya sedikit, lama-lama penjual minuman kekinian semakin banyak. Supply meningkat dan menyebabkan persaingan ketat dari segi harga maupun kualitas.
10. Kondisi Alam
Kondisi alam bisa memengaruhi supply. Hal ini biasanya terjadi pada produk pertanian yang tergantung pada kondisi cuaca. Musim yang tidak bisa diprediksi membuat petani tidak siap dan panen berisiko gagal. Akibatnya, supply terhambat dan produk menjadi mahal.
Supply juga dapat berkurang karena faktor bencana alam. Contohnya, saat terjadi banjir di suatu tempat yang tidak bisa dijangkau transportasi, jumlah produk yang tersedia bisa semakin menipis. Ini menyebabkan harga naik meskipun jumlah pembelinya tetap.
Jadi, supply & demand adalah konsep dasar ekonomi yang menjelaskan bagaimana harga terbentuk, alasan jumlah barang yang dijual bisa berubah, dan bagaimana pasar mencapai titik keseimbangan. Dengan menguasai konsep ini, pelaku bisnis bisa mengambil keputusan yang lebih baik dan menguntungkan.
Baca Juga: Strategi dan Cara Meningkatkan Penjualan di Era Digital
Jaga Transaksi Tetap Lancar Meski Volume Penjualan Meningkat

Memahami supply & demand membantu bisnis melihat peluang pasar dengan lebih tepat. Namun, agar peluang tersebut bisa dimaksimalkan, bisnis juga perlu menghadirkan sistem pembayaran yang memudahkan pelanggan bertransaksi kapan saja melalui berbagai metode pembayaran yang praktis dan terpercaya.
DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang membantu bisnis memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual.
Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, cicilan kartu kredit, transfer bank/virtual account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil, serta seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
Saatnya Pakai Solusi yang Paling Fleksibel!
✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram, atau email?
Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan di berbagai media sosial agar mereka bisa membayar dengan mudah.
🔗 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅ Jualan di toko online sekaligus offline?
Gunakan DOKU QRIS untuk menerima pembayaran cukup dengan scan QR. Tersedia opsi QR statis dan dinamis agar transaksi menjadi lebih praktis di berbagai channel pembayaran.
Selain itu, DOKU QRIS juga mendukung cross-border payment, yang memungkinkan pelanggan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Butuh Opsi Lain sesuai Kebutuhan Bisnis?
✅ Ingin punya halaman pembayaran sendiri tanpa perlu bikin sistem dari awal?
Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung dengan payment gateway agar proses pembayaran lebih profesional.
🛒 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Sudah punya website atau aplikasi bisnis dan ingin fleksibilitas lebih?
Gunakan DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis.
🌐 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Ingin punya katalog produk yang siap terima pembayaran?
Gunakan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan tanpa perlu membuat website sendiri. Cocok untuk ditampilkan di bio media sosial hingga informasi akun.
📋 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Jualan di toko online seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce?
Gunakan DOKU Plugin untuk menghubungkan sistem pembayaran dengan platform khusus atau e-commerce. Cukup instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan tanpa set up kompleks.
⌨️ Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business?
Gunakan DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis dalam satu alur, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi pesanan, hingga pembayaran berhasil.
📈 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi di halaman Bantuan Sales
