Direct Payment Gateway: Pengertian, Cara Kerja, dan Perbedaannya dengan Hosted

direct payment gateway
Table of Contents

Direct Payment Gateway adalah model integrasi payment gateway yang memungkinkan proses pembayaran terhubung langsung dengan website atau aplikasi bisnis melalui API. Dengan model ini, bisnis memiliki kontrol lebih besar terhadap alur pembayaran (payment flow), tampilan antarmuka, dan integrasi dengan sistem internal sesuai kemampuan provider yang digunakan.

Lalu, bagaimana cara kerja Direct Payment Gateway dan apa perbedaannya dengan Hosted Payment Gateway? Simak penjelasan berikut untuk memahami karakteristik dan pertimbangan dalam memilih kedua model tersebut.

Apa itu Direct Payment Gateway?

Direct Payment Gateway adalah model integrasi payment gateway yang memungkinkan proses pembayaran terhubung langsung dengan website atau aplikasi bisnis melalui API.

Dalam model ini, customer dapat menyelesaikan proses pembayaran melalui pengalaman yang tetap berada dalam lingkungan website atau aplikasi bisnis, tergantung bagaimana integrasinya dibangun.

Secara sederhana:

Model ini memberikan fleksibilitas lebih besar kepada bisnis dalam menentukan bagaimana proses pembayaran ditampilkan dan bagaimana data transaksi diteruskan ke sistem internal.

Namun, Direct Payment Gateway bukan berarti Anda harus membangun seluruh infrastruktur pembayaran sendiri. Bisnis tetap dapat menggunakan infrastruktur payment gateway dari provider, tetapi integrasinya dilakukan secara langsung melalui API.

Bagaimana Cara Kerja Direct Payment Gateway?

Dari sisi customer, proses pembayaran dapat terlihat sebagai bagian dari checkout di website atau aplikasi bisnis.

Contoh user journey-nya:

Di belakang user journey tersebut, terdapat proses teknis yang menghubungkan sistem merchant dengan payment gateway.

Secara umum, alurnya dapat dijelaskan sebagai berikut:

Ketika customer melakukan pembayaran, sistem merchant mengirimkan informasi transaksi melalui API. Payment gateway kemudian meneruskan transaksi ke metode pembayaran yang dipilih.

Setelah transaksi diproses, status pembayaran dikirimkan kembali ke sistem merchant. Sistem tersebut kemudian dapat memperbarui status pesanan, memberikan konfirmasi kepada customer, atau menjalankan proses lain yang berkaitan dengan transaksi.

Karena proses ini terhubung langsung dengan sistem bisnis, implementasi Direct Payment Gateway biasanya membutuhkan perencanaan teknis yang lebih matang dibandingkan integrasi yang lebih sederhana.

Baca Juga: Pahami Cara Kerja Payment Gateway 

Siapa yang Mengontrol Payment Page dan Data Flow?

Salah satu perbedaan utama Direct Payment Gateway dengan Hosted Payment Gateway terletak pada tingkat kontrol terhadap pengalaman pembayaran.

Pada Direct Payment Gateway, bisnis memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan:

  • Tampilan payment page.
  • Posisi elemen pembayaran di dalam checkout.
  • User flow dari produk hingga pembayaran.
  • Informasi yang ditampilkan kepada customer.
  • Integrasi status pembayaran dengan sistem internal.
  • Bagaimana data transaksi digunakan untuk proses bisnis berikutnya.

Sementara itu, payment gateway tetap menangani fungsi di belakang layar, seperti koneksi ke metode pembayaran dan pemrosesan transaksi.

Dengan demikian, Anda dapat membangun pengalaman pembayaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan produk dan customer journey, tanpa harus membangun seluruh sistem pemrosesan pembayaran dari awal.

Namun, semakin besar kontrol yang diberikan kepada bisnis, semakin besar pula tanggung jawab teknis dalam mengelola integrasi tersebut.

Apa Kelebihan Direct Payment Gateway?

Memberikan Kontrol Lebih Besar atas Payment Experience

Bisnis dapat mengatur bagaimana proses pembayaran ditampilkan dan diintegrasikan dengan website atau aplikasi.

Hal ini penting bagi bisnis yang ingin menjaga konsistensi brand experience dari awal checkout hingga pembayaran selesai.

Lebih Fleksibel untuk Integrasi dengan Sistem Internal

Karena menggunakan API, data dan status transaksi dapat dihubungkan dengan sistem seperti order management, inventory, CRM, atau sistem internal lainnya sesuai kebutuhan integrasi.

Mendukung Custom Payment Flow

Bisnis dapat membangun payment flow yang lebih spesifik dibandingkan model yang hanya mengandalkan halaman pembayaran standar dari provider.

Misalnya, bisnis dapat menentukan kapan metode pembayaran ditampilkan, bagaimana status pembayaran diteruskan, atau tindakan apa yang dijalankan setelah transaksi berhasil.

Cocok untuk Bisnis dengan Kebutuhan Teknologi yang Lebih Kompleks

Bagi perusahaan yang sudah memiliki tim teknologi dan sistem digital yang matang, fleksibilitas direct integration dapat membantu membangun pengalaman pembayaran yang lebih terintegrasi.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Implementasi Direct Payment Gateway

Direct Payment Gateway memberikan fleksibilitas lebih besar dalam mengatur pengalaman pembayaran. Agar penerapannya berjalan optimal, terdapat beberapa aspek yang perlu dipersiapkan bisnis.

Kesiapan Resource Teknologi

Integrasi berbasis API memerlukan dukungan developer untuk konfigurasi, testing, error handling, serta pengembangan dan pemeliharaan sistem pembayaran sesuai kebutuhan bisnis.

Perencanaan Integrasi Sistem

Bisnis perlu memastikan komunikasi antara sistem internal dan payment gateway berjalan dengan baik, termasuk dalam menangani berbagai status transaksi seperti pending, failed, atau expired.

Pengujian Payment Flow

Pengujian membantu memastikan proses pembayaran berjalan lancar dan status pesanan diperbarui secara akurat. Hal ini mencakup Callback URL untuk mengarahkan customer kembali ke website atau aplikasi, serta Payment Notification untuk mengirimkan informasi status transaksi secara otomatis ke sistem merchant.

Pengelolaan Keamanan dan Monitoring

Dengan kontrol yang lebih fleksibel terhadap payment experience, bisnis perlu memperhatikan keamanan integrasi, pengelolaan akses API dan credential, serta pemantauan transaksi secara berkala untuk menjaga kelancaran operasional.

Melalui perencanaan dan pengujian yang tepat, Direct Payment Gateway dapat mendukung kebutuhan pembayaran yang lebih fleksibel, aman, dan sesuai dengan perkembangan bisnis.

Siapa yang Bertanggung Jawab atas Security dan Compliance?

Penggunaan Direct Payment Gateway tidak berarti seluruh tanggung jawab keamanan berpindah ke merchant.

Provider tetap bertanggung jawab atas infrastruktur payment gateway yang mereka operasikan. Namun, merchant bertanggung jawab terhadap bagian sistem dan proses yang berada dalam kendalinya.

Jika bisnis menggunakan pembayaran kartu, aspek keamanan data kartu juga perlu diperhatikan secara khusus karena dapat berkaitan dengan standar seperti PCI DSS.

Dengan kata lain, memilih Direct Payment Gateway bukan hanya soal fleksibilitas API, tetapi juga soal memahami batas tanggung jawab keamanan antara kedua pihak.

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Implementasi?

Implementasi Direct Payment Gateway membutuhkan kesiapan dari sisi bisnis maupun teknologi.

Kebutuhan Bisnis

Tentukan terlebih dahulu metode pembayaran yang diperlukan, transaction flow, kebutuhan settlement, serta sistem internal apa saja yang akan terhubung.

Kebutuhan Teknologi

Bisnis biasanya membutuhkan:

  • Website atau aplikasi.
  • Developer atau tim teknologi.
  • Integrasi API.
  • Sistem untuk menangani payment status.
  • Callback atau notification endpoint.
  • Sistem logging dan monitoring.
  • Environment Sandbox untuk testing.

Testing Sebelum Go-Live

Sebelum digunakan untuk transaksi nyata, lakukan pengujian terhadap berbagai kondisi transaksi, seperti:

  • Successful payment.
  • Pending payment.
  • Failed payment.
  • Expired payment.
  • Callback atau notification.
  • Pembaruan status pesanan.
  • Tampilan payment flow di desktop dan mobile.

Setelah seluruh skenario berjalan dengan baik, integrasi dapat dipindahkan ke Production dan dilakukan pengecekan melalui transaksi nyata dalam skala kecil sebelum digunakan secara penuh.

Perbedaan Direct Payment Gateway vs Hosted Payment Gateway

Perbedaan paling mudah dilihat dari siapa yang mengontrol pengalaman pembayaran dan bagaimana halaman pembayaran diintegrasikan.

Selain Direct Payment Gateway dan Hosted Payment Gateway, bisnis juga dapat menemukan istilah seperti Self-Hosted, Third-Party, White Label, dan API Payment Gateway.

Perlu diperhatikan bahwa istilah tersebut tidak selalu berada pada kategori yang sama. 

Direct Payment Gateway dan Hosted Payment Gateway lebih banyak menggambarkan cara pembayaran diintegrasikan dan ditampilkan, sedangkan Third-Party Payment Gateway menjelaskan siapa penyedia layanan dan White Label Payment Gateway lebih berkaitan dengan penggunaan identitas brand bisnis.

Baca Juga: Jenis-Jenis Payment Gateway dan Cara Memilih untuk Bisnis Anda

Bisnis Seperti Apa yang Cocok Menggunakan Direct Payment Gateway?

Direct Payment Gateway cocok bagi bisnis yang membutuhkan fleksibilitas dalam mengatur pengalaman pembayaran, terutama untuk mendukung integrasi sistem, pengembangan teknologi, dan alur transaksi sesuai kebutuhan operasional.

Bisnis dengan Kebutuhan Integrasi dan Kustomisasi

Model ini relevan bagi bisnis yang memiliki website atau aplikasi sendiri dan ingin menyesuaikan tampilan checkout, alur transaksi, serta integrasi pembayaran dengan sistem internal.

Contohnya meliputi e-commerce, marketplace, platform digital, layanan berlangganan, hingga bisnis dengan kebutuhan pembayaran yang beragam.

Bisnis dengan Dukungan Tim Teknologi

Bisnis yang memiliki tim developer atau mitra teknologi dapat memanfaatkan integrasi API untuk mengembangkan, menguji, dan mengoptimalkan proses pembayaran sesuai kebutuhan.

Dukungan teknis ini memungkinkan bisnis mengelola integrasi secara lebih fleksibel sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan sistem.

Bisnis dengan Alur Pembayaran yang Spesifik

Direct Payment Gateway juga relevan bagi bisnis yang memiliki skenario transaksi khusus, seperti layanan berlangganan, pemesanan dengan beberapa tahapan, atau platform yang membutuhkan pengalaman pembayaran sesuai model bisnisnya.

Melalui integrasi API, bisnis dapat merancang alur pembayaran yang lebih fleksibel dan selaras dengan kebutuhan customer maupun proses operasional.

‍

Kembangkan Payment Flow Bisnis dengan DOKU Direct API

‍

Bagi bisnis yang membutuhkan fleksibilitas lebih dalam mengembangkan sistem pembayaran, DOKU Direct API memungkinkan integrasi langsung antara website atau aplikasi dengan infrastruktur pembayaran DOKU melalui API.

Dengan pendekatan self-hosted checkout, bisnis dapat merancang tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan, tanpa perlu membangun koneksi ke setiap metode pembayaran secara terpisah.

Sebagai pionir payment gateway di Indonesia, DOKU mendukung 45+ metode pembayaran, termasuk Virtual Account, kartu kredit dan debit, e-wallet, QRIS, PayLater, hingga Direct Debit.

Pilihan Solusi Sesuai Kesiapan Bisnis

Selain Direct API, DOKU menawarkan berbagai produk berdasarkan kebutuhan dan infrastruktur yang dimiliki bisnis:

  • Belum memiliki halaman pembayaran: DOKU Checkout menyediakan hosted checkout yang dapat diintegrasikan dengan website atau aplikasi, dilengkapi fitur promo, payment retry, dan abandoned cart recovery.
  • Menggunakan platform e-commerce: DOKU Plugin mempermudah integrasi pembayaran melalui Shopify, WooCommerce, dan Magento tanpa perlu mengembangkan API dari awal.
  • Belum memiliki website atau aplikasi: DOKU Payment Link memungkinkan penagihan melalui tautan dengan fitur digital invoice, partial payment, dan pengingat otomatis. Sementara DOKU Digital Catalog membantu bisnis mengelola katalog produk, stok, pesanan, sekaligus pembayaran online.

Fitur dan Pengelolaan Pembayaran yang Lebih Lengkap

Untuk menunjang berbagai kebutuhan transaksi, DOKU menghadirkan fitur seperti Recurring untuk pembayaran berkala, Tokenisasi untuk mempermudah transaksi berulang, serta power up seperti Visa Network Token, Customer Static VA, QRIS Cross-Border Acceptance, dan Agentic Payments melalui MCP Server. Ketersediaan fitur mengikuti produk dan metode pembayaran yang digunakan.

DOKU juga menyediakan Sandbox dan dokumentasi API untuk kebutuhan pengujian integrasi. Sementara itu, DOKU Dashboard membantu bisnis memantau transaksi, saldo, settlement, refund, dan rekonsiliasi, didukung Payment Analytics serta Multi-Brand & Team Access.

DOKU, Lebih dari Sekadar Payment Gateway

Menjadi pionir payment gateway sejak 2007, DOKU kini telah berevolusi menjadi perusahaan fintech pembayaran (payment fintech company), dengan layanan B2B yang lebih luas seperti Wallet as a Service, Embedded Wallet, Sub Account, Disbursement, dan Remittance.

Sebagai mitra teknologi, DOKU menyediakan dukungan after-sales proaktif dan customer service 24/7, serta tercatat sebagai PJP Kategori 1 dengan kredensial keamanan PCI DSS dan ISO/IEC 27001.

Mulai Integrasikan Pembayaran dengan DOKU

Siap mengembangkan alur pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda? Daftar melalui DOKU Registration atau konsultasikan kebutuhan integrasi dan solusi fintech lainnya bersama tim Sales DOKU.