Cash Flow: Pengertian, Jenis, dan Contoh Membuatnya

contoh cash flow statement perusahaan
Table of Contents

Apa itu Cash Flow - Ketika baru menjalankan bisnis, mungkin Anda sering mendengar istilah “cash flow”. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan cash flow? Secara harfiah, cash flow berarti arus kas atau arus uang. Cash flow dalam bisnis harus dijaga tetap positif karena menunjukkan adanya keuntungan. Yuk, simak definisi cash flow lebih lanjut.

Pernahkah Anda merasa kesulitan membayar gaji karyawan atau biaya operasional perusahaan, padahal sudah menghasilkan banyak omzet? Jika pernah, mungkin masalahnya ada di cash flow. Pengelolaan keuangan yang tidak tepat kerap menjadi faktor utama bisnis seseorang gagal.

Namun, sebenarnya, apa itu cash flow? Apa saja jenis-jenis cash flow? Lalu, bagaimana cara menyusunnya dan contohnya? Simak artikel ini lebih lanjut untuk mengetahui peran pentingnya bagi bisnis!

Baca juga: Operating Cash Flow dan Perannya dalam Menjaga Bisnis Sehat

Apa itu Cash Flow?

Cash flow adalah aliran masuk dan keluarnya uang pada sebuah bisnis dalam kurun waktu tertentu. Cash flow bisa bersifat positif atau negatif. Cash flow positif berarti jumlah uang yang masuk ke bisnis lebih besar daripada yang keluar. Cash flow negatif berarti jumlah uang yang keluar dari bisnis lebih besar daripada yang masuk, yang bisa menjadi masalah jika tidak mampu menutupi biaya-biaya tertentu.

Arus kas masuk mencakup pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk atau jasa, bunga investasi, penjualan aset bisnis, hingga pinjaman bank atau pendanaan investor. Sementara itu, arus kas keluar mencakup biaya operasional (sewa gedung, listrik, internet, dll.), pembayaran gaji karyawan, pembelian bahan baku, hingga biaya pemasaran dan iklan.

Nah, aliran keluar-masuk uang ini harus dilaporkan oleh bisnis secara berkala dalam laporan arus kas (cash flow statement). Perlu diketahui, cash flow statement adalah salah satu laporan keuangan perusahaan yang utama selain laporan neraca dan laporan laba rugi. Informasi tentang cash flow statement akan bermanfaat untuk menarik investor karena bisa menjadi indikator kesehatan keuangan perusahaan.

Namun, menjaga cash flow yang positif bukan hanya soal membayar tagihan. Anda membutuhkan dana yang cukup untuk berinvestasi demi masa depan, mengembangkan tim serta produk atau layanan, dan menghasilkan laba. Terdengar cukup ribet, ya? Baca lebih dalam lagi untuk bisa tahu bagaimana cara mendapatkan cash flow positif.

Manfaat Cash Flow bagi Bisnis

apa itu cash flow

Menyusun laporan cash flow akan memberikan manfaat besar bagi bisnis, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui Kondisi Finansial Perusahaan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, laporan cash flow berisi catatan seluruh aliran masuk dan keluarnya uang dalam bisnis. Dengan begitu, perusahaan pun bisa mengetahui berapa banyak uang yang dimiliki pada periode tertentu dan bagaimana dana tersebut telah atau akan digunakan.

Dari sini, perusahaan bisa menilai apakah mereka memiliki cukup dana untuk membayar kewajiban operasional, seperti gaji karyawan, sewa gedung, hingga pembelian bahan baku. Bila laporan cash flow tersebut menunjukkan angka negatif dalam jangka waktu lama, ini bisa menjadi peringatan untuk segera mengambil langkah strategis guna menghindari krisis keuangan.

2. Salah Satu Rujukan Pengambilan Keputusan dalam Bisnis

Cash flow statement juga bisa menjadi salah satu rujukan untuk pengambilan keputusan dalam bisnis. Jadi, perusahaan bisa menentukan apakah mereka mampu berinvestasi ke bisnis lain, melakukan ekspansi, membeli aset baru, atau sebaliknya, harus menghemat biaya untuk menjaga stabilitas keuangan.

Misalnya, apabila diketahui bahwa cash flow statement menunjukkan angka yang sangat positif, maka perusahaan mungkin bisa mempertimbangkan untuk melakukan ekspansi pasar ke lini bisnis yang lain tanpa mengganggu kestabilan keuangan.

3. Menarik Investor

Dalam memutuskan apakah seorang investor akan berinvestasi atau tidak, cash flow adalah salah satu aspek yang dipertimbangkan.

Pasalnya, investor tentunya akan cenderung memilih perusahaan dengan cash flow yang sehat karena menunjukkan bahwa bisnis tersebut mempunyai kestabilan keuangan dan potensi pertumbuhan yang baik.

4. Membantu Perencanaan Keuangan yang Lebih Baik

Penyusunan cash flow juga memungkinkan bisnis untuk merencanakan keuangan dengan lebih baik, termasuk mengatur pengeluaran dan memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan operasional. Misalnya, perusahaan memastikan bahwa gaji karyawan bisa dibayarkan tepat waktu tanpa kendala keuangan.

Dengan memahami pola arus kas, bisnis juga bisa mengatur jadwal pembayaran utang, sewa tempat, atau biaya pemasok agar tidak mengalami kekurangan dana pada waktu tertentu.

Baca juga: Contoh Invoice DP 50, Mudahkan Kelancaran Cash Flow

Jenis-Jenis Cash Flow

Bagaimana, apakah Anda sudah mempertimbangkan untuk menyusun laporan cash flow karena berbagai manfaatnya untuk bisnis?

Sebelum itu, pastikan Anda memahami jenis-jenis cash flow terlebih dahulu. Secara umum, ada tiga jenis cash flow, seperti yang dilansir dari Investopedia berikut.

1. Operational Cash Flow (CFO)

CFO atau cash flow from operations adalah arus kas yang berasal dari aktivitas utama bisnis. Contoh Operational Cash Flow seperti penjualan barang dan jasa, pinjaman dana, pengeluaran untuk gaji pegawai, hingga pembayaran tagihan listrik.

Jenis cash flow ini berguna untuk memberikan gambaran apakah perusahaan memperoleh cukup uang dari kegiatan utamanya untuk membayar biaya operasional (gaji karyawan, biaya produksi, sewa tempat, dll.)

Cara menghitung operational cash flow cukup sederhana, Anda bisa gunakan rumus berikut:

CFO = Pendapatan - Biaya Operasional

Contohnya, perusahaan A memiliki data keuangan sebagai berikut:

  • Pendapatan dari penjualan produk = Rp50.000.000
  • Pendapatan tambahan dari bunga piutang = Rp5.000.000
  • Gaji karyawan = Rp10.000.000
  • Biaya produksi = Rp10.000.000
  • Biaya sewa tempat = Rp5.000.000

Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut:

CFO = (Rp50.000.000 + Rp5.000.000) - (Rp10.000.000 + Rp10.000.000 + Rp5.000.000)

CFO = Rp30.000.000 (positif)

2. Investment Cash Flow (CFI)

Berbeda dengan CFO yang berasal dari aktivitas utama bisnis, investment cash flow atau CFO adalah jenis arus kas yang berasal dari aktivitas investasi perusahaan.

Contoh investment cash flow mencakup investasi pada saham atau obligasi, penjualan sekuritas atau aset, hingga pengeluaran untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D).

Jika angka CFI negatif, itu bisa berarti perusahaan sedang mengeluarkan banyak uang untuk investasi, misalnya membeli mesin baru atau melakukan riset dan pengembangan. Ini tidak selalu pertanda buruk, karena investasi jangka panjang bisa membantu bisnis tumbuh di masa depan.

Sebaliknya, jika CFI positif, artinya perusahaan mungkin telah menjual aset atau menerima keuntungan dari investasinya.

Untuk menghitung CFI, berikut rumusnya:

CFI = (CapEx/Pembelian Aset Tetap) + (Surat Berharga) + (Akuisisi Bisnis) − (Penjualan Investasi)

Untuk memahami lebih dalam tentang penerapan perhitungan CFI, mari kita lihat contoh dari highradius berikut.

Selama tahun 2023, Hershey Company melakukan investasi besar dalam pengeluaran modal (CapEx), terutama untuk mengakuisisi aset tetap guna mendukung operasionalnya.

Perusahaan tersebut mengalokasikan $771.109 untuk belanja modal, yang menunjukkan komitmennya dalam memperluas infrastruktur dan meningkatkan teknologi.

Berikut laporan arus kas Hershey Company:

  • Belanja modal (CapEx): −Rp771.109.000.000
  • Investasi ekuitas dalam kemitraan kredit pajak: −Rp256.815.000.000
  • Akuisisi bisnis (setelah dikurangi kas dan setara kas yang diperoleh): −Rp165.818.000.000
  • Aktivitas investasi lainnya: −Rp4.934.000.000

Maka, perhitungannya adalah sebagai berikut.

CFI = (−Rp771.109.000.000) + (−Rp256.815.000.000) + (−Rp165.818.000.000) + (−Rp4.934.000.000)

CFI = -Rp1.198.676.000.000

Maka, pada tahun 2023, Hershey mencatat arus kas bersih dari aktivitas investasi sebesar −Rp1.198.676.000.000. Angka negatif ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak menginvestasikan uangnya untuk aset tetap dan akuisisi dibandingkan dengan yang diterima dari penjualan aset atau investasi lainnya.

3. Financing Cash Flow (CFF)

Jenis cash flow yang terakhir adalah CFF, yaitu arus kas yang dihasilkan dari aktivitas pendanaan perusahaan. Aktivitas pendanaan yang dimaksud di sini mencakup penerbitan saham, penerimaan pinjaman, pembayaran utang, dan pembagian dividen kepada para pemegang saham.

CFF digunakan untuk menilai bagaimana perusahaan memperoleh dan menggunakan dana untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Apabila CFF menunjukkan angka yang positif, artinya perusahaan menerima lebih banyak dana dari pendanaan dibandingkan dengan yang mereka keluarkan untuk membayar utang atau dividen.

Sebaliknya, apabila CFF negatif, ini menandakan bahwa perusahaan mengeluarkan dana lebih banyak untuk melunasi utang dan membayar dividen dibandingkan dengan dana yang diperoleh dari investor atau kreditur.

Untuk menghitung CFF, berikut rumus yang bisa Anda gunakan:

CFF = Pendapatan dari Penerbitan Saham - (Pembayaran Dividen + Pembelian Kembali Saham/Pelunasan Utang)

Misalnya, suatu perusahaan memiliki data berikut dalam laporan arus kasnya:

  • Pembelian kembali saham = Rp1.000.000.000
  • Penerimaan dari utang jangka panjang = Rp3.000.000.000
  • Pelunasan utang jangka panjang = Rp500.000.000
  • Pembayaran dividen = Rp400.000.000

Maka, perhitungan CFF adalah:

CFF = Rp3.000.000.000 - (Rp1.000.000.000 + Rp500.000.000 + Rp400.000.000)

CFF= Rp1.100.000.000 (positif)

Jenis Pengeluaran dan Pemasukan dalam Cash Flow

apa itu cash flow

Agar lebih mudah dipahami, cash flow juga bisa diidentifikasi ke dalam 2 jenis, yaitu pengeluaran dan pemasukan. 

Jenis Cash Flow Pemasukan (Uang Masuk)

Cash flow pemasukan adalah semua uang yang diterima oleh bisnis. Berikut beberapa contohnya:

1. Penerimaan dari Penjualan

Ini adalah sumber pemasukan utama bagi hampir semua bisnis. Uang masuk berasal dari penjualan produk atau jasa, baik dibayar secara langsung (tunai) maupun kredit.

Contoh: Pemilik warung menerima uang dari penjualan minuman setiap hari, baik pembayaran cash maupun via QRIS.

2. Pendapatan Bunga

Pemasukan ini berasal dari uang yang disimpan atau diinvestasikan, misalnya di tabungan atau deposito yang menghasilkan bunga.

Contoh: Pemilik toko menyimpan dana cadangan di bank dan mendapatkan bunga setiap bulan.

3. Penerimaan dari Penjualan Aset

Jika bisnis menjual aset seperti kendaraan, mesin, atau peralatan bisnis mereka, maka uang yang diterima termasuk pemasukan.

Contoh: Pemilik laundry menjual mesin cuci lama dan mendapatkan uang dari hasil penjualan tersebut.

4. Penerimaan dari Pinjaman atau Modal

Bisnis juga bisa mendapatkan uang dari pinjaman (utang) atau tambahan modal dari investor.

Contoh: Pemilik warung makan nasi padang meminjam dana dari bank.

Jenis Cash Flow Pengeluaran (Uang Keluar)

Cash flow pengeluaran adalah semua uang yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis. Berikut jenis-jenisnya:

1. Pembelian bahan atau barang yang mau dijual

Pengeluaran ini digunakan untuk membeli bahan baku, stok barang, atau jasa yang dibutuhkan untuk operasional bisnis.

Contoh: Pemilik usaha katering membeli bahan makanan seperti beras, sayur, dan daging dari supplier.

2. Pembayaran Gaji dan Upah

Ini termasuk semua pembayaran kepada karyawan, seperti gaji bulanan, bonus, hingga uang lembur.

Contoh: Pemilik toko pakaian membayar gaji pegawai setiap akhir bulan.

3. Pembayaran Bunga Utang

Jika bisnis memiliki pinjaman, maka bunga yang harus dibayar termasuk pengeluaran.

Contoh: Pemilik usaha membayar cicilan pinjaman beserta bunganya ke bank setiap bulan.

4. Pembelian Aset Tetap

Pengeluaran ini digunakan untuk membeli barang jangka panjang yang mendukung bisnis, seperti mesin, kendaraan, atau peralatan.

Contoh: Pemilik usaha kopi membeli mesin espresso baru untuk meningkatkan kualitas produk.

5. Pembayaran Pajak

Setiap bisnis wajib membayar pajak sesuai aturan yang berlaku, seperti pajak penghasilan atau pajak usaha.

Contoh: Pemilik usaha online membayar pajak UMKM (PPh Final) setiap bulan.

Metode Penyusunan Cash Flow

Jika sudah memahami jenis-jenisnya, maka penting untuk mengetahui dua metode penyusunan cash flow statement sebagaimana dijelaskan oleh Investopedia berikut.

1. Metode Langsung (Direct Method)

Metode penyusunan cash flow statement yang pertama adalah menghitung arus kas dari aktivitas operasional dengan menjumlahkan langsung semua penerimaan dan pengeluaran kas.

Penerimaan kas mencakup uang yang benar-benar diterima dari pelanggan, sedangkan pengeluaran kas meliputi pembayaran kepada pemasok, gaji karyawan, dan biaya operasional lainnya. Jadi, metode ini tidak memasukkan transaksi non-kas seperti piutang yang belum dibayar.

Untuk menghitungnya, Anda bisa menggunakan saldo awal dan saldo akhir dari berbagai akun keuangan bisnis, kemudian menganalisis perubahan saldo tersebut.

2. Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Dalam metode tidak langsung, perhitungan arus kas dari aktivitas operasi dimulai dengan laba bersih yang diperoleh dari laporan laba rugi perusahaan.

Karena laporan laba rugi disusun berdasarkan prinsip akuntansi akrual, pendapatan bisa diakui meskipun uangnya belum diterima. Oleh karena itu, laba bersih tidak selalu mencerminkan jumlah kas yang sebenarnya diterima perusahaan dari kegiatan operasionalnya.

Laba bersih disesuaikan dengan menambahkan kembali beban non-kas seperti depresiasi serta memperhitungkan perubahan aset dan liabilitas operasional agar mencerminkan arus kas yang sebenarnya. Metode tidak langsung lebih sering digunakan karena lebih mudah diterapkan dengan data yang sudah tersedia dalam laporan laba rugi.

Baca juga: Mengenal Piutang Usaha dan Cara Mengelolanya agar Bisnismu Tetap Eksis

Cara Membuat Laporan Cash Flow Sederhana untuk UMKM

Mari belajar langsung membuat laporan cash flow untuk usaha Anda. Misalnya, Anda adalah pemilik coffee shop dan ingin membuat laporan cash flow bulanan. Berikut langkah-langkah yang bisa diikuti:

1. Kumpulkan Laporan Keuangan

Mulailah dengan melihat laporan laba rugi dan neraca (balance sheet).

Contoh:

  • Total penjualan bulan ini: Rp150.000.000
  • Total pengeluaran: Rp90.000.000
  • Laba bersih: Rp60.000.000

Di sisi lain, dari neraca:

Saldo kas di awal bulan: Rp50.000.000

2. Tentukan Periode Laporan

Anda bisa membuat laporan:

  • Bulanan (paling umum untuk UMKM)
  • Triwulanan
  • Tahunan

Contoh: Kita pakai periode bulanan untuk coffee shop.

3. Hitung Aktivitas Operasional

Aktivitas operasional adalah semua transaksi yang berkaitan langsung dengan bisnis utama, seperti menjual kopi, membayar bahan baku, gaji barista, dan biaya operasional.

Ada dua metode:

Metode Langsung (Direct Method)

Anda mencatat langsung semua uang masuk dan keluar.

Contoh untuk coffee shop:

Uang Masuk:

  • Penjualan kopi & makanan: Rp135.000.000

(tidak semua Rp150 juta masuk karena ada pembayaran non-tunai atau tempo)

Uang Keluar:

  • Biji kopi & bahan baku: Rp35.000.000
  • Gaji barista & staff: Rp25.000.000
  • Sewa tempat: Rp10.000.000
  • Listrik & air: Rp3.000.000
  • Pajak: Rp5.000.000

Total pengeluaran: Rp78.000.000

Cash flow operasional:

Rp135.000.000 - Rp78.000.000 = Rp57.000.000

Metode Tidak Langsung (Indirect Method)

Mulai dari laba bersih, lalu sesuaikan dengan perubahan lainnya.

Contoh:

  • Laba bersih: Rp60.000.000
  • Penyusutan mesin kopi: Rp5.000.000

Penyesuaian:

  • Piutang naik Rp10.000.000 (dikurangi)
  • Stok bahan baku berkurang Rp5.000.000 (ditambah)
  • Utang ke supplier naik Rp8.000.000 (ditambah)

Perhitungan:

Rp60.000.000 + Rp5.000.000 - Rp10.000.000 + Rp5.000.000 + Rp8.000.000 = Rp57.000.000

(Hasilnya sama seperti metode langsung)

4. Hitung Aktivitas Investasi

Ini berkaitan dengan pembelian atau penjualan aset jangka panjang.

Contoh untuk coffee shop:

  • Beli mesin espresso baru: Rp20.000.000

Cash flow investasi: 

Rp20.000.000

5. Hitung Aktivitas Pendanaan

Ini berkaitan dengan pinjaman atau modal.

Contoh untuk coffee shop:

  • Pinjaman usaha dari bank: Rp30.000.000
  • Cicilan pinjaman: Rp15.000.000

Cash flow pendanaan:

Rp30.000.000 - Rp15.000.000 = Rp15.000.000

6. Hitung Total Cash Flow

Gabungkan semua:

  • Operasional: Rp57.000.000
  • Investasi: - Rp20.000.000
  • Pendanaan: Rp15.000.000

Total cash flow:

Rp57.000.000 - Rp20.000.000 + Rp15.000.000 = Rp52.000.000

7. Hitung Saldo Akhir Kas

Tambahkan ke saldo awal:

  • Saldo awal: Rp50.000.000
  • Perubahan kas: Rp52.000.000

Saldo akhir:

Rp102.000.000

Artinya, coffee shop Anda menutup bulan dengan kas sebesar Rp102.000.000.

Contoh Cash Flow Statement Perusahaan beserta Template-nya

Agar lebih paham, Anda bisa mengamati contoh laporan cash flow perusahaan sederhana berikut. Anda juga bisa menggunakan template yang telah disediakan dengan mengakses tautan yang tertera di bawahnya.

contoh cash flow

Akses template cash flow statement di sini

Akses template cash flow statement di sini

Akses template cash flow statement di sini

Baca juga: Apa Itu Laporan Arus Kas? Manfaat, Metode, dan Contohnya dalam Bisnis

Percepat Arus Kas dengan Opsi Pembayaran Beragam bersama DOKU Payment Gateway

Di tahun 2025, pelanggan semakin mengutamakan kenyamanan dan kemudahan dalam bertransaksi. Faktanya, 67% orang Indonesia kini lebih memilih bertransaksi secara cashless karena alasan kemudahan dan keamanan (Visa Study). Dengan sistem pembayaran yang tepat, bisnis tidak hanya mampu meningkatkan transaksi, tetapi juga memiliki pencatatan yang lebih rapi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Keunggulan DOKU:

Metode Pembayaran Luas

DOKU menyediakan rangkaian produk pembayaran terluas, mulai dari kartu kredit, cicilan kartu kredit, transfer bank/virtual account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital, di mana pelanggan bisa melunasi pembeliannya melalui transaksi tunai di gerai minimarket dengan menggunakan kode tertentu.

Memiliki Lisensi Terlengkap

DOKU adalah satu-satunya penyedia layanan pembayaran di Indonesia yang memiliki lima lisensi dari Bank Indonesia, yaitu untuk mengoperasikan gerbang pembayaran, remitansi, uang elektronik, dompet digital, dan operator QRIS.

Pengalaman dan Sertifikasi Unggul

Dengan menggunakan payment gateway yang tepat, hal tersebut memungkinkan pelanggan melakukan pembayaran tanpa kendala. Alhasil, komplain pelanggan bisa terhindarkan.

Perlu diketahui, Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS) adalah standar keamanan informasi kepemilikan yang dikelola oleh PCI Security Standards Council, yang dibentuk oleh American Express, Discover Financial Services, JCB International, MasterCard Worldwide, dan Visa Inc.

Telah Dipercaya Ratusan Ribu Merchant Korporat

Tercatat lebih dari 300.000 merchant korporat dari lintas industri telah menggunakan layanan pembayaran DOKU, termasuk di antaranya Google, Garuda, Prudential, dan Traveloka.

CEO DOKU, Chris Yeo, menegaskan pentingnya keunggulan yang dimiliki DOKU dalam sektor fintech pembayaran di Indonesia. “Saya pikir keunggulan kami sebagai payment fintech company adalah memiliki lisensi PJP Kategori 1 dari Bank Indonesia, serta dilengkapi dengan sertifikasi keamanan berstandar tinggi seperti AES 256, PCI DSS, ISO/IEC 27/001, yang tidak dimiliki oleh semua fintech di Indonesia. Selain itu, kami juga telah terdaftar di Kemenkeu, Komdigi, dan Dukcapil. Lisensi pembayaran ini memungkinkan kami menghasilkan berbagai macam produk pembayaran yang berbeda, seperti payment gateway, pembayaran lintas batas (cross-border), pembayaran tagihan (billers), e-money, e-wallet, QRIS, hingga collecting agent untuk mengumpulkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).”

Jaga Arus Kas Tetap Berjalan, Pastikan Proses Pembayaran Tidak Menjadi Hambatan!

Narasi: Percepat uang masuk dengan proses pembayaran yang lengkap dengan berbagai metode pembayaran, jadi arus kas lancar dengan memastikan proses pembayaran gak jadi hambatan

Menjaga arus kas lancar menjadi salah satu kunci utama dalam keberlangsungan bisnis. Salah satu faktor yang sering memengaruhi kelancaran arus kas adalah proses terima pembayaran. Semakin mudah dan cepat proses terima pembayaran, semakin lancar pula perputaran dana dalam bisnis.

Di sinilah pentingnya memiliki sistem pembayaran yang fleksibel dan bisa digunakan di berbagai kanal penjualan. Dengan dukungan metode pembayaran yang beragam dan proses yang real-time, bisnis bisa mengurangi hambatan transaksi sekaligus mempercepat penerimaan pembayaran.

DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang membantu bisnis memproses pembayaran secara real-time, menyediakan berbagai metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Hal ini membantu bisnis menjaga arus kas tetap stabil dengan proses transaksi yang lebih cepat dan efisien.

Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, cicilan kartu kredit, transfer bank/virtual account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, hingga bank digital. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil, serta seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.

Saatnya Pakai Solusi yang Lebih Fleksibel!

✅ Sering terima pembayaran dari berbagai channel?

Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran yang lengkap dengan beragam metode pembayaran. Praktis digunakan untuk transaksi dari chat, media sosial, maupun penjualan langsung, sehingga pembayaran bisa diterima lebih cepat.

 🔗 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda

✅ Jualan online sekaligus offline?

Gunakan DOKU QRIS untuk menerima pembayaran cukup dengan scan QR. Tersedia opsi QR statis dan dinamis yang memudahkan berbagai jenis transaksi, sehingga pembayaran bisa diterima lebih cepat dan arus kas tetap lancar.

Selain itu, DOKU QRIS juga mendukung cross-border payment, yang memungkinkan pelanggan atau mitra dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.

🌍 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda

Butuh Opsi Lain sesuai Kebutuhan Bisnis?

✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? 

Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung dengan payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.

🛒 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda

✅ Sudah punya sistem sendiri dan ingin fleksibilitas lebih?

Gunakan DOKU Direct API untuk menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis.

🌐 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda

✅ Ingin punya katalog produk yang siap terima pembayaran?

Gunakan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan dalam hitungan menit tanpa perlu website.

📋 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda

✅ Jualan lewat e-commerce?

Gunakan DOKU Plugin untuk menghubungkan sistem pembayaran dengan e-commerce, seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce. Cukup instal, konfigurasi, dan siap digunakan tanpa set up kompleks.

⌨️ Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda

✅ Perlu otomatisasi transaksi melalui WhatsApp Business?

Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis dalam satu alur, mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. 

📈 Simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda

Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi di halaman Bantuan Sales