Sering dianggap sama, pemasaran dan penjualan ternyata merujuk pada dua hal yang berbeda. Sebenarnya, apa saja perbedaan pemasaran dan penjualan?
Bagi orang awam, pemasaran dan penjualan tampak tidak ada bedanya. Faktanya, dua istilah tersebut merujuk ke hal yang berbeda. Memahami konsep keduanya adalah hal yang sangat esensial terutama bagi kamu yang menggeluti dunia bisnis.
Jika masih kesulitan mencapai target pasar dan hasil penjualan produk tak kunjung mendekati target, bisa jadi ada kekeliruan dalam melakukan dua proses ini. Jangan sampai salah memaknai satu sama lain atau bahkan hingga tertukar.
Kamu sedang merintis usaha? Yuk, kita pahami lagi makna serta perbedaan pemasaran dan penjualan supaya kamu bisa menjalankan usaha dengan optimal.
Read More: Emotional Marketing, Strategi yang Ampuh Menarik Minat Konsumen
Pengertian Pemasaran
Pertama, mari kita pahami konsep dasar pemasaran. Pemasaran adalah suatu tindakan penyampaian informasi yang dibuat menarik kepada calon konsumen. Tentu saja hal ini ditujukan agar produk yang ditawarkan dapat menarik minat banyak orang.
Oleh karena itu, seorang pemasar harus mengetahui kebutuhan pelanggan. Lalu, membuat atau menawarkan sebuah produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Fokus utama proses marketing adalah pasar karena pebisnis ingin meraih pangsa pasar seoptimal mungkin. Karena itu, perusahaan pasti memilih strategi yang dapat menjaga hubungan baik dengan konsumen. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan keuntungan jangka panjang.
Supaya program pemasaran bisa berjalan dengan baik, seorang pekerja pemasaran hendaknya menguasai beberapa hal, meliputi:
- pengetahuan tentang produk;
- promosi yang sesuai; dan
- target pasar.
Pengertian Penjualan

Lalu, apa yang dimaksud dengan penjualan? Menurut seorang ahli, Moekijat, penjualan adalah sebuah kegiatan yang tujuannya mencari pembeli serta memberikan pandangan untuk pembeli agar dapat melakukan penyesuaian antara kebutuhan dengan barang yang ditawarkan.
Aktivitas penjualan tentunya juga bertujuan untuk menentukan besaran harga yang disepakati agar saling menguntungkan dua pihak. Menjual produk sering kali bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Mengapa demikian?
Kondisi ini disebabkan karena di saat bersamaan, seorang penjual harus dapat memengaruhi calon konsumen untuk membeli barang. Namun, di sisi lain, barang yang ditawarkan bisa jadi bukanlah hal yang mendesak untuk dimiliki, misalnya saja polis asuransi.
Oleh karena itu, promosi yang menarik perlu dilakukan agar penjualan bisa meraih hasil yang diharapkan.
Bagi perusahaan, penjualan dilakukan untuk meningkatkan kuantitas hasil jual beli yang nantinya akan memengaruhi tingkat kinerja bisnis.
Lebih jauh lagi, penjualan yang diatur dengan baik akan mendatangkan keuntungan maksimal dari setiap transaksi dan pada akhirnya dapat merangsang pertumbuhan perusahaan.
Read More: Tingkatkan Penjualan dengan Mengoptimalkan Kinerja Sales Force
Hal Apa Saja yang Berbeda dalam Pemasaran dan Penjualan?
Nah, sekarang kita bahas hal apa saja yang berbeda dari dua kegiatan ini. Mengapa banyak orang memandangnya sebagai dua hal yang sama? Berikut adalah empat perbedaan yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.
1. Proses pengerjaan
Perbedaan yang pertama antara pemasaran dan penjualan terletak pada prosesnya. Aktivitas pemasaran melibatkan berbagai tahap, analisis, serta persiapan yang mumpuni agar dapat berjalan dengan baik. Karena itu, marketing harus dilakukan secara terpadu.
Sementara, penjualan fokus pada aktivitas penjualan langsung pada konsumen, contohnya seperti Jualan di WhatsApp. Jika marketing fokus pada kebutuhan konsumen, titik berat penjualan adalah produk. Targetnya adalah membuat produk terjual dan mendapatkan laba semaksimal mungkin.
2. Tujuan
Hal selanjutnya yang menjadi pembeda antara marketing dan penjualan adalah tujuan. Pemasaran bertujuan untuk memberi informasi pada khalayak mengenai sebuah produk atau jasa sehingga bisa diterima dengan baik.
Berbeda dengan marketing, sales bertujuan untuk membuat calon konsumen membeli produk yang ditawarkan. Caranya adalah dengan memengaruhi pikirannya.
Seorang pekerja sales harus memiliki kemampuan untuk dapat terus meningkatkan jumlah penjualan dan akhirnya meraih laba yang ditargetkan.
3. Unsur pendukung
Perbedaan selanjutnya terletak pada unsur pendukung di balik proses keduanya. Hal-hal penunjang ini meliputi tools atau alat yang dibutuhkan dan persyaratan pada sumber daya yang terlibat.
Dalam marketing, tools pendukung yang digunakan biasanya berfungsi mengoptimalkan proses pemasaran secara daring serta mempelajari perilaku konsumen. Fungsi-fungsi itu dapat membantu kamu untuk membuat keputusan yang tepat dalam bisnis.
Sementara itu, aktivitas sales perlu ditunjang dengan program-program yang memiliki fungsi manajemen inventori dan pemesanan produk. Hal tersebut akan memudahkan proses penjualan sehingga akan mendapat hasil yang optimal.
Dari segi sumber daya, pekerjaan marketing perlu dilakukan oleh orang yang piawai dalam membuat perencanaan serta tugas lainnya secara terpadu.
Bagaimana dengan bagian penjualan? Tugas sales sebaiknya dilakukan oleh orang yang punya kemampuan dalam memengaruhi orang lain untuk melakukan suatu tindakan.
Dengan kata lain, seorang penjual harus dapat meyakinkan calon pembeli untuk membeli barang atau jasa yang ia tawarkan.
4. Metode penerapan
Perbedaan yang keempat mengenai marketing dan penjualan adalah metode yang diterapkan. Dalam pemasaran, harus ada metode yang dipakai untuk jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang.
Namun, kamu harus tetap menyesuaikan metode tersebut dengan kebutuhan bisnis. Contohnya adalah menentukan jenis media apa saja yang diperlukan, memahami target pasar, serta mempertimbangkan strategi kreatif seperti Guerilla Marketing.
Sementara, pedoman yang diterapkan dalam penjualan harus mencakup beberapa faktor, yakni situasi, permasalahan, implikasi atau pemahaman masalah yang harus diatasi, dan reaksi konsumen atau need payoff questions.
Kesimpulan
Dari uraian tadi, secara garis besar dapat disimpulkan bahwa proses pemasaran pada dasarnya menyatukan beberapa kegiatan, seperti mengenali kebutuhan pelanggan, membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, menentukan harga, serta mengadakan promosi.
Sementara itu, penjualan merupakan bagian dari pemasaran yang fokus pada kegiatan menjual barang. Jadi, ruang lingkup pemasaran bisa dikatakan lebih luas ketimbang penjualan. Meskipun merupakan dua berbeda, kegiatan marketing dan sales harus saling menunjang.
Karena tugasnya berkaitan satu sama lain, pebisnis sebaiknya dapat mengatur dua bagian ini agar tidak berjalan masing-masing. Hubungan yang seperti ini konon cenderung memunculkan persaingan sehingga rawan konflik.
Setiap usaha memang menerapkan aturan sendiri untuk kegiatan marketing dan sales. Ada yang menetapkan batasan kuat untuk mencegah persaingan, ada juga yang dianggap sejajar agar bisa saling bekerja sama dalam mencapai target.
Banyak pula pebisnis yang mengelola dua bagian ini sebagai sebuah tim sehingga terbentuk kebersamaan yang kuat. Nah, mana yang paling sesuai untuk diterapkan dalam bisnismu?
Demikian pembahasan mengenai perbedaan pemasaran dan penjualan. Dengan memahami konsep keduanya, kamu bisa menjalankan bisnis secara lebih maksimal.
Jika konsepnya diterapkan dengan benar, kamu bisa dapatkan cakupan pasar yang makin luas, keuntungan pun akan makin meningkat. Jadi, jangan sampai tertukar lagi, ya!
Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.
🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.
📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.
⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.
🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.
📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales
