Keberhasilan bisnis sangat tergantung dengan pelanggan atau konsumennya. Karena itu, dibutuhkan perencanaan strategi pemasaran yang matang untuk bisa menggaet banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan. Bagaimana caranya?
Read more: Bingung dengan Cara Mendapatkan Modal Usaha? Simak 7 Tipsnya!
Apa Itu Perencanaan Strategi Pemasaran
Perencanaan strategi pemasaran adalah mencari tahu bagaimana cara melakukan kinerja yang unggul guna memberikan kepuasan kepada pelanggan. Perencanaan ini melibatkan pembuatan road map tentang bagaimana kamu akan menjual produk kepada pelanggan.
Perencanaan strategi pemasaran merupakan unsur penting untuk mencapai keberhasilan perusahaan. Dengan strategi pemasaran yang baik, hal itu akan berimbas pada kemajuan bisnis. Pun sebaliknya, dengan strategi pemasaran yang buruk, hal itu akan mengarah pada kematian bisnis.
Langkah-langkah Perencanaan Strategi Pemasaran

Setelah mengetahui pengertiannya, sekarang mari kita pelajari apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam perencanaan strategi pemasaran yang efektif.
1. Analisis Situasi
Langkah pertama, kamu harus tahu situasi dan posisi awal perusahaanmu saat ini. Kamu bisa memulainya dengan bertanya pada diri sendiri: apa yang harus perusahaanmu lakukan?
Selain itu, kamu juga bisa berdiskusi dengan tim mengenai misi perusahaan, niche pasar, serta merefleksikan hal-hal apa saja yang sudah dicapai dan apa saja yang akan dicapai.
Supaya akurat, kamu bisa menilai situasi dengan melakukan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Metode ini bisa membantumu dalam membuat daftar kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman perusahaanmu saat ini.
2. Lakukan Audit Pemasaran Sebelumnya
Sebelum menyusun rencana pemasaran yang baru, kamu perlu melakukan audit pemasaran sebelumnya untuk menemukan kesenjangan, peluang, dan masalah untuk dicegah Setelah itu, kamu bisa memulai rencana pemasaran yang baru.
3. Bekerja Sama dengan Departemen Lain
Divisi pemasaran bertugas untuk menarik calon pelanggan. Sebenarnya hal itu dilakukan untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih besar. Itulah mengapa divisi pemasaran perlu bekerja sama dengan divisi lain dalam menyusun perencanaan.
4. Tetapkan Tujuan
Kegiatan pemasaran sejatinya harus mengarah pada penjualan. Karena itu, kamu harus menentukan bagaimana caranya agar upaya pemasaran bisa meningkatkan pendapatan.
Misalnya kamu bisa menetapkan target, seperti: penjualan harus meningkat sebesar 15 persen. Artinya, kamu perlu menetapkan tujuan secara jelas, realistis, dan terukur.
Tujuan yang kamu tetapkan harus jelas sehingga dapat diukur secara efektif. Maka dari itu, setiap tujuan pemasaran harus memenuhi kriteria SMART, yaitu:
- Specific (spesifik) - tujuan harus dinyatakan dengan jelas
- Measurable (terukur) - Kamu harus bisa memantau dan mengukur hasil dan kemajuannya
- Achievable (dapat dicapai) - kamu perlu mempertimbangkan keahlian dan sumber daya yang kamu punya
- Relevant (relevan) - fokus pada hal-hal yang dapat meningkatkan bisnis
- Time-Bound (terikat waktu) - susun kerangka waktu untuk mencapai hasil
5. Lakukan Riset Pasar
Langkah perencanaan strategi pemasaran selanjutnya adalah melakukan riset pasar. Hal itu bisa kamu lakukan dengan melakukan survei dan mengundang beberapa pembeli untuk berpartisipasi.
Dalam hal ini, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan, misalnya: 1) Dari mana Anda tahu produk kami? 2) Bagaimana Anda menggunakannya? 3) Apakah pengalaman pengguna Anda meningkat dengan perubahan ini?
6. Analisis Hasil Riset
Setelah melakukan riset pasar, langkah selanjutnya adalah menganalisis data mentah yang kamu kumpulkan selama melakukan riset pasar. Data mentah ini perlu dirangkum sehingga menjadi hasil temuan yang bermakna.
Hasil temuan tersebut kemudian bisa kamu jadikan dasar untuk menentukan strategi mana yang paling layak untuk mendapatkan hasil terbaik.
Selain itu, kamu juga dapat meninjau ulang tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Jika diperlukan, kamu bisa mengubah tujuan awal tersebut dengan tujuan baru berdasarkan temuan hasil riset.
7. Analisis Pesaing
Bisnis yang kamu geluti bisa jadi berada di tengah-tengah persaingan yang ketat. Karena itu, kamu perlu membangun merek agar posisi bisnismu bisa lebih unggul secara berkelanjutan.
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menganalisis pesaing, misalnya:
- Berbincang dengan orang yang mempunyai informasi relevan
- Meninjau website dan profil media sosial milik pesaing
- Mengumpulkan materi pemasaran dan daftar harga mereka.
- Membaca rating dan ulasan pelanggan mereka
- Membeli produk atau layanan mereka
Dengan cara-cara tersebut, kamu bisa menggali informasi mengenai pesaing yang meliputi: produk/layanan, harga, customer service, rantai pasok, perbedaan brand, dan pendekatan pemasaran.
8. Tentukan Target Audiens
Mungkin ada pebisnis yang mengandalkan konsep pemasaran seluas-luasnya dengan menargetkan siapapun untuk menjadi klien. Alih-alih memicu kesuksesan, sikap seperti ini justru bisa merugikan penjualan.
Menurut studi demografis, ternyata antara konsumen satu dengan yang lain memiliki perilaku pembelian yang berbeda-beda. Misalnya saja, konsumen berusia muda lebih banyak berinteraksi dengan teks dan iklan digital. Sementara di sisi lain, konsumen yang lebih tua sering kali melakukan pembelian dengan cara tradisional.
Karena itu, kamu perlu menentukan siapa pelanggan yang ideal untuk bisnismu. Kamu bisa menargetkannya berdasarkan usia, jenis kelamin, atau status finansial.
Setelah mendapatkan deskripsi yang tepat tentang target konsumen, langkah selanjutnya kamu perlu memikirkan bagaimana caranya agar produk yang kamu tawarkan bisa memecahkan masalah mereka.
9. Tentukan Anggaran
Dalam melakukan pemasaran, tentu kamu membutuhkan modal. Namun tentunya, kamu tidak ingin membuang-buang uang untuk strategi yang tidak efektif bukan?
Oleh sebab itu, kamu perlu menetapkan anggaran untuk masing-masing strategi. Kemudian, kamu bisa memantau hasilnya untuk mengetahui strategi mana yang paling efektif.
Teknik seperti ini cukup fleksibel. Kamu bisa dengan mudah menyesuaikan anggaran dengan mengalihkannya dari strategi yang gagal ke strategi lain yang berhasil.
10. Pilih Alat yang akan Digunakan
Langkah berikutnya dalam perencanaan strategi pemasaran adalah memilih alat yang akan digunakan. Alat pemasaran ini dapat berupa platform periklanan digital maupun tradisional. Cara penggunaannya pun bisa berbeda antara target konsumen satu dengan yang lain.
Iklan di media sosial memiliki kelebihan tersendiri karena bisa menargetkan calon konsumen berdasarkan demografi tertentu. Misalnya, kamu bisa menargetkan kelompok ibu-ibu muda yang mencari produk kosmetik.
Read More: Email Marketing, Strategi Pemasaran Digital yang Personal
11. Susun Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan adalah lini masa yang menunjukkan kegiatan pemasaran mana yang akan dilakukan, kapan dan siapa yang akan melakukannya, serta biaya untuk masing-masing kegiatan. Dalam hal ini, kamu juga perlu mempertimbangkan sumber daya yang cukup untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan.
12. Lakukan Evaluasi
Kualitas sebuah rencana dapat dilihat dari efektivitasnya. Dalam hal ini, dibutuhkan pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi yang tepat pada waktunya.
Oleh sebab itu, kamu perlu melakukan evaluasi untuk mengukur hasil yang didapat terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Pun, kamu juga perlu melakukan peninjauan secara berkala untuk bisa membandingkan kemajuan dengan jadwal pelaksanaan.
Demikianlah langkah-langkah perencanaan strategi pemasaran yang efektif. Dengan menyusun perencanaan yang matang, hasil yang kamu dapatkan pun bisa lebih memuaskan.
Untuk memaksimalkan strategi pemasaran, kamu bisa memanjakan konsumen dengan menyediakan pilihan pembayaran yang mudah dan praktis.
Percepat Pertumbuhan Bisnis, Permudah Pembayaran Pelanggan, Kelola Transaksi dengan Efisien – semua bisa dengan DOKU Payment Gateway

Proses bisnis yang tak kalah penting adalah memastikan pelanggan dapat membayar dengan mudah, cepat, dan aman. Di sinilah DOKU hadir sebagai solusi payment gateway yang berfungsi memproses pembayaran secara real-time, menyediakan beragam metode pembayaran, serta mengotomatisasi konfirmasi transaksi tanpa proses manual. Sebagai payment gateway Indonesia pertama dan terlengkap secara lisensi, DOKU menyediakan 45+ metode pembayaran, mulai dari kartu, transfer bank/Virtual Account, QRIS, e-wallet, minimarket, paylater, direct debit, bank digital, dan metode lainnya yang memudahkan berbagai jenis pelanggan. DOKU telah dipercaya oleh lebih dari 300.000 merchant dari berbagai skala dan jenis bisnis, dengan biaya yang hanya dikenakan untuk transaksi yang berhasil dan seluruh sistem diawasi langsung oleh Bank Indonesia.
✅ Belum punya halaman pembayaran di website atau aplikasi bisnis? Gunakan DOKU Checkout, halaman pembayaran siap pakai yang langsung terhubung ke payment gateway tanpa perlu membangun sistem dari awal.
🛒 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Checkout membantu bisnis Anda
✅ Sudah punya halaman pembayaran dan ingin kontrol penuh atas UI/UX di website atau aplikasi bisnis? Pilih DOKU Direct API untuk fleksibilitas maksimal dalam menyesuaikan tampilan dan alur pembayaran sesuai kebutuhan bisnis Anda.
🌐 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Direct API membantu bisnis Anda
✅ Belum memiliki website, tapi ingin tetap menerima pembayaran? Manfaatkan DOKU Digital Catalog, katalog produk instan yang bisa langsung menerima pembayaran hanya dengan satu tautan siap digunakan dalam hitungan menit.
📋 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Digital Catalog membantu bisnis Anda
✅ Menggunakan platform e-commerce seperti Shopify, Magento, atau WooCommerce? Aktifkan pembayaran dengan mudah menggunakan DOKU Plugin, solusi praktis tanpa coding. Instal, konfigurasi, dan sistem pembayaran siap digunakan.
⌨️ simak lebih lanjut bagaimana DOKU Plugin membantu bisnis Anda
✅ Sering bertransaksi lewat WhatsApp, Instagram DM, email, atau media sosial? Gunakan DOKU Payment Link untuk mengirim tautan pembayaran langsung ke pelanggan agar mereka bisa membayar dengan cepat dan praktis.
🔗 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Payment Link membantu bisnis Anda
✅Ingin proses pembayaran langsung di WhatsApp Business dengan alur otomatis? Pilih DOKU PayChat, solusi pembayaran end-to-end di WhatsApp dengan chatbot otomatis—mulai dari pemilihan produk, konfirmasi, hingga pembayaran berhasil. Lebih cepat, konsisten, dan scalable untuk volume chat yang tinggi.
📈 simak lebih lanjut bagaimana DOKU Paychat membantu bisnis Anda
✅Butuh solusi pembayaran fleksibel untuk online dan offline? Gunakan DOKU QRIS dengan dukungan QR dinamis dan statis, termasuk cross-border acceptance yang memungkinkan wisatawan dari Malaysia, Singapura, hingga Thailand membayar langsung menggunakan metode pembayaran dari negara mereka.
🌍 simak lebih lanjut bagaimana DOKU QRIS membantu bisnis Anda
Jika Anda sudah siap menggunakan DOKU, Anda bisa langsung:
🔹 Melihat harga metode pembayaran di halaman harga DOKU
🔹 Mendaftar mandiri melalui halaman Self-Registrasi
🔹 Menghubungi tim sales untuk konsultasi atau bantuan di halaman Bantuan Sales’
